Wednesday, September 28, 2022

Panen Sarang di Hunian

Rekomendasi
Penambahan papan sirip dan twitter di ruang inap.

TRUBUS — Kiat mengubah kediaman pribadi menjadi rumah walet produktif.

Semula keluarga Martono menghuni rumah di Kecamatan Simpangpesak, Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung. Kini kediaman berukuran 4 x 20 m itu tidak berpenghuni. Bukan karena rusak atau tidak terawat. Martono mengalihfungsikan hunian satu lantai itu sebagai rumah walet sejak 2019. “Lebih baik difungsikan sebagai rumah walet daripada tidak digunakan,” kata anak kedua dari tiga bersaudara itu.

Martono membangun rumah monyet, memasang papan sirip dan pelantang (twitter), serta membuat lubang masuk di tempat itu. Hasilnya memuaskan. Ia memanen rata-rata 1 kg sarang burung walet saban bulan. Harga sarang saat ini Rp15 juta/kg sehingga penghasilan Matono Rp15 juta/bulan. Hasil panen itu terbilang tinggi karena berasal dari satu rumah walet berlantai satu dan berukuran 4 x 20 m. Lazimnya gedung walet minimal bertingkat dua.

Memanfaatkan hunian sebagai rumah walet yang produktif karena menghasilkan sarang burung.

Satu kilogram terdiri atas dari 125 keping sarang yang masing-masing berbobot rata-rata 8 gram. Hasil panen berpotensi meningkat jika perawatan rumah walet dilakukan dengan baik dan benar. Lazimnya pemanenan sarang walet 10—20% dari total populasi sarang. Pemilik rumah walet tidak memanen sarang yang masih dihinggapi anakan. Dengan kata lain terdapat ratusan pasang walet yang menghuni rumah walet Martono setelah dua tahun.

Rumah walet itu merupakan karya ketiga Martono. Sebelumnya ia mengubah rumah panggung berukuran 3 m x 6 m miliknya sebagai gedung walet pada 2018. Awalnya rumah panggung itu sebagai tempat singgah keluarga Martono ketika mengunjungi kolam ikan miliknya. Martono mengamati banyak walet kerap berterbangan untuk mencari pakan pada pagi dan sore.

Rumah panggung itu dikelilingi pepohonan dan terdapat kolam ikan. “Ada hutan bakau sekitar 1 kilometer dari rumah panggung,” kata Martono. Lingkungan itu habitat ideal walet. Informasi dari seorang kolega menyebutkan budidaya walet sangat menjanjikan. Martono pun segera mengundang walet agar menginap di rumah panggung itu. Ia menggunakan pelantang sederhana dan meletakkannya di depan pintu masuk.

Alhasil burung anggota famili Apodidae itu tertarik masuk, tapi tak kunjung menginap dan bersarang. Kemudian Martono berkonsultasi dengan praktikus walet di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Willy. Ia pun memasang papan sirip, membuat lubang masuk, dan memasang pelantang. “Kami meminjam 10 pelantang inap dan 1 pelantang panggil,” kata Martono. Lubang masuk berukuran 40 cm x 40 cm berada di sebelah timur dinding.

Hasil modifikasi rumah panggung itu berbuah manis. Tiga bulan berselang walet betah di dalam rumah. Buktinya terdapat 8—9 polesan. Keberhasilan membuat walet bersarang di rumah panggung membuat Martono merenovasi rumah tinggal berukuran 5 m x 12 m yang terbengkalai. Tujuannya agar makin banyak walet yang menghuni rumah. Berbarengan dengan renovasi rumah panggung, Martono juga memasang papan sirip dan pelantang serta membuat lubang masuk di rumah tinggal yang tidak ditempati.

Pakan penting

Selang 3 bulan polesan mulai terlihat pada papan sirip. Hasil panen berangsur meningkat selama 2 tahun. Awalnya ia menuai 100—200 g sarang per bulan. Kini hasil panen 1 kg/bulan. Kemudian Martono memodifikasi 1 rumah tinggal lagi menjadi rumah walet pada 2019. “Ukuran rumah ketiga relatif besar 4 m x 20 m dan ruang inap hanya satu lantai,” kata Martono. Ketiga rumah walet itu stabil menghasilkan 1 kg sarang per bulan pada 2021. Total jenderal ia memanen 3 kg sarang/bulan.

Lubang masuk 40 cm x 40 cm menghadap timur agar memudahkan walet masuk.

Artinya pendapatan bulanan Martono Rp45 juta dari perniagaan sarang. Menurut Willy memodifikasi rumah tinggal menjadi rumah walet sangat memungkinkan. Hal terpenting yang mesti diperhatikan yakni lokasi itu merupakan habitat ideal walet. Lokasi rumah walet milik Martono di perdesaan sehingga lebih dekat dengan sumber pakan. “Jarak sumber pakan yang dekat dengan rumah walet salah satu kelebihan rumah walet di pedesaan,” kata Willy. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Previous articleBakti Cerpelai
Next articleBongsor karena Rumput Gama
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Permintaan Produk Organik Kian Meningkat

Trubus.id — Permintaan produk organik mengalami peningkatan. Peningkatan permintaan produk organik di Indonesia terjadi karena munculnya kesadaran menjaga kesehatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img