Friday, August 12, 2022

Panen Tiap Hari di Tanah Ronggolawe

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Belimbing itu berasal dari 15 ha lahan milik 35 pekebun di Desa Tasikmadu. Lahan itu dikelola Yasin Muhammad Djais dan Yahya Wartadji dengan sistem bagi hasil. Hasil panen dari kebun diangkut ke rumah Yasin. Di sana buah dikemas dalam karton berkapasitas 40 – 100 buah. Pedagang buah dari sekitar Tuban maupun luar kota datang langsung ke rumah Yasin untuk membeli belimbing yang sudah dikemas. ‘Saat musim panen raya pada Mei – Juli dipanen 1 – 2 ton belimbing per hari. Semua ludes oleh mereka,’ kata Yasin.

Sepanjang tahun

Menurut Yasin 60% hasil panen terserap pasar Lamongan dan Tuban. Sisanya masuk gerai-gerai toko buah dan swalayan di Surabaya dan Gresik. Meski panen raya jatuh pada Mei – Juli, pasokan belimbing dari desa itu nyaris sepanjang tahun. ‘Di luar panen raya, volume produksi sebanyak 0,5 – 1 ton per hari,’ tutur Yasin. Panen di luar musim raya itu berlangsung setiap hari selama 1 – 2 minggu setiap bulan. Panen sepanjang tahun itu berkat kepiawaian Yasin dan Yahya mengatur Averrhoa carambola berbuah.

Memang bukan setiap pohon bisa dipanen terus-menerus. ‘Pergiliran waktu panen antarblok kuncinya,’ kata Yahya. Dari total populasi 3.000 tanaman Yahya membagi menjadi 4 blok, masing-masing 750 tanaman. Itu lantaran belimbing perlu waktu 4 bulan dari muncul bunga hingga panen. Artinya jika pada Mei blok pertama berbunga, maka blok ke-2 baru dibungakan sebulan berselang. Berikutnya blok ke-3, lalu blok ke-4. Dari skema itu blok pertama panen Agustus, blok ke-2 September, dan begitu seterusnya.

Lantaran belimbing tergolong tanaman gampang berbunga, Yasin dan Yahya lebih sering melakukan perontokan bunga daripada perangsangan untuk mengatur pembuahan. ‘Semua bunga yang muncul di luar jadwal, harus dirontokkan,’ kata Yahya. Menurut Ir Baswarsiati, peneliti di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, asal air dan hara tercukupi belimbing terpacu untuk berbunga.

Untuk menjamin kecukupan hara, Yasin rutin menaburkan 30 – 40 kg pupuk kandang dan 0,5 – 1 kg pupuk NPK berimbang untuk setiap pohon. Pemupukan itu dilakukan berulang, 3 kali setahun. Kebutuhan air di musim kemarau dicukupi dengan penyiraman sistem leb 2 kali seminggu. Pemangkasan rutin sehabis panen juga dilakukan.

Belimbing madu

Toh, sesekali bunga sulit muncul. ‘Terutama saat pascamusim hujan,’ ujar Yahya. Yahya mengakali perangsangan dengan stres air. Tanaman tak disiram selama 2 – 4 minggu. Begitu muncul bunga, disemprotkan zat perangsang tumbuh seminggu 2 kali selama 3 minggu. Penyiraman pun kembali dilakukan.

Teknik serupa dilakukan sebagian pekebun belimbing di Sawangan, Depok, Jawa Barat, dan di Welehan, Jepara, Jawa Tengah. ‘Dari total 3.000 pekebun di Depok, 1/3 pekebun rutin memasok 2 – 4 ton per hari ke koperasi. Mereka itulah yang diatur kelompok tani,’ kara Ir Heru Prabotowo, manajer pemasaran Pusat Koperasi Pemasaran Belimbing Depok.

Di sentra belimbing Jepara pun selalu ada panen belimbing setiap hari. Di sana ada 33.000 tanaman belimbing berumur puluhan tahun yang tersebar di pekarangan dan kebun warga dengan total luasan 72 ha. Lantaran umur pohon mayoritas tua, kelompok tani pun mengatur penjadwalan topworking agar pasokan tak terganggu. Topworking dilakukan secara berkala pada tanaman yang berumur lebih dari 12 tahun yang rentan serangan penggerek batang. ‘Jika tidak diremajakan, produksi akan anjlok,’ kata Mahfud, ketua Kelompok Tani Puji Lestari, Desa Welehan, Kecamatan Welehan, Jepara.

Pasokan kontinu bukan satu-satunya daya tarik belimbing di Desa Tasikmadu. Kualitas belimbing tasikmadu pun layak diacungi jempol. Warna buah menarik kuning jingga mengkilap dan merata. Rasa buah manis tanpa serat. ‘Benar-benat lembut di lidah dan semanis madu,’ kata Ir Gaguk Sudarmo, penyuluh dari Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPPKP), Kabupaten Tuban.

Buah berlingir lima itu dilepas sebagai varietas unggul nasional oleh Departemen Pertanian pada 2007. Dengan kadar kemanisan 11 – 12o briks, belimbing tasikmadu digolongkan sebagai belimbing madu bersanding dengan belimbing karangsari dari Blitar.

Sentra baru

Pamor Tuban sebagai sentra belimbing tak pernah terbayang sebelumnya. ‘Tuban dulu sama sekali tak dikenal sebagai sentra belimbing. Satu-satunya sentra belimbing di Jawa Timur adalah Blitar,’ kata Yasin. Dulu Desa Tasikmadu tak berbeda dengan desa lain di Tuban yang mayoritas warganya menanam kacang tanah. Kacang tanah asal Tuban – termasuk Desa Tasikmadu – dikenal lebih enak dan gurih ketimbang kacang tanah dari luar Tuban.

Menurut Prof Dr Ir Astanto Kasno – peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Kacangkacangan dan Umbi-umbian, Malang – kacang tuban lebih berkualitas karena tanah di sana berjenis latosol yang gembur. Kini tak hanya kacang yang jadi maskot Tuban, tapi juga belimbing. Itu semua berawal dari biji-biji belimbing yang disemai Yasin di belakang rumah pada 1986. (baca: Trubus Edisi Maret 2003, Blitar dan Tasikmadu Semanis Madu).

Sebanyak 50 hasil semaian tumbuh baik di belakang rumahnya di Tasikmadu. Yang luar biasa, baru umur 2,5 tahun tanaman asal biji sudah belajar berbuah. Pada umur 4 tahun, produksi setiap pohon 30 – 50 kg per tahun. Sukses Yasin itu membuat tetangga mengekor. Bibit tak lagi dari biji, tapi dari okulasi. Agar mudah pengaturannya, pekebun lain menyerahkan pengelolaan tanaman kepada Yasin dengan sistem bagi hasil. Pemilik lahan mendapat bagian 25%, sedangkan pengelola mendapat 75% dengan konsekuensi menanggung biaya produksi termasuk bibit.

Setelah Desa Tasikmadu menjadi sentra, desa tetangga yaitu Panyuran pun tertarik mengikuti. ‘Di sana ada 10 ha belimbing tasikmadu,’ kata Ir Supriyono dari BPPKP, Kabupaten Tuban. Kini kabupaten yang pernah dipimpin adipati Raden Haryo Ronggolawe pada masa Majapahit itu menjadi gudang buah bintang semanis madu. (Nesia Artdiyasa/Peliput: Lastioro Anmi Tambunan dan Imam Wiguna)

Belimbing tasikmadu semanis madu dengan kadar kemanisan 11 – 12o briks

Pengepul datang langsung ke Tasikmadu demi buah bintang

Yasin Muhammmad Djais pelopori penanaman belimbing di Desa Tasikmadu sejak 1986

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img