Monday, November 28, 2022

Pangan Organik untuk Autisme

Rekomendasi

 

Sandra Wibowo kembali ke Indonesia pada 2000 saat usia Ananta 8 bulan. Anak pertamanya itu lahir di Sydney, 10 Oktober 1999. Ananta senang mengkonsumsi mi instan, makaroni, dan susu formula. ‘Ia kecanduan makanan itu. Kalau tidak diberi, ia seperti sakau,’ kata Sandra. Setiap hari Ananta mengkonsumsi 8 botol susu formula. Karena Ananta kerap sakit, Sandra akhirnya memutuskan berhenti bekerja.

Tiga dokter spesialis anak rumahsakit ternama di Jakarta didatangi. Mereka hanya menyatakan, Ananta keracunan ASI. Bahkan seorang dokter mendiagnosis penyebabnya lantaran penyesuaian dengan kondisi baru di Indonesia. Pada 27 Februari 2002, ia menemui dr Melly Budhiman, SpKJ. ‘Ada gangguan perkembangan. Ia menderita pervasive development disorder (PDD),’ ujar Sandra mengulangi ucapan dokter. PDD adalah salah satu bentuk gangguan perkembangan, dikenal juga sebagai autism spectrum disorder (ASD).

Asyik sendiri

Autisme berasal dari bahasa Yunani yaitu autos yang berarti sendiri. Pengidap autisme cenderung asyik dengan diri sendiri. Gangguan perkembangan itu kerap terjadi pada anak-anak. Sayang, gejala autisme tidak dapat dideteksi saat kehamilan. Umumnya gejala autisme terdeteksi ketika anak berusia 2 tahun. Namun, jika orangtua cermat, sebelum anak berusia 2 tahun, gejala autisme dapat dideteksi. Bayi 10 minggu yang tidak pernah tersenyum dapat dijadikan penanda gejala autisme.

Gejala autisme pada anak sangat individual. Artinya, tidak ada yang sama persis satu sama lain. Untuk masalah pencernaan protein misalnya, ada yang tidak toleran sama sekali, ada pula memiliki toleransi. Ibu hamil yang stres atau kekurangan oksigen, imunisasi, terlalu banyak minum susu kemasan, hanya faktor risiko semata, bukan penyebab.

Drg Sri Utami Soedarsono, MSi, direktur Pelita Hati, Pusat Pendidikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus berujar, faktor genetik penyebab autisme masih kontroversi. Dalam satu keluarga, bisa jadi 3 anak menderita autisme. Pada banyak kasus, autisme bersifat idiopatik, tidak diketahui penyebabnya.

Menurut dr Widodo Judarwanto, SpA, walau genetik masih kontroversi, lingkungan tetap hanya pemicu autisme, bukan penyebab utama. Ada tidaknya pemicu, autisme muncul jika secara genetik sudah ada. ‘Lingkungan bukan penyebab utama, penyebabnya genetik. Jadi artinya sudah ada sejak lahir, bukan keturunan,’ papar dokter yang bertugas di RS Bunda, Jakarta, itu.

Diagnonis dr Melly, Ananta alergi susu formula yang mengandung zat kasein dan tidak dapat dicerna. Ananta disarankan menghindari konsumsi makanan berbahan tepung terigu yang mengandung gluten. Tubuh Ananta tak dapat memproduksi enzim pencerna gluten.

Gluten dan kasein itulah yang menyebabkan Ananta diare berkepanjangan lantaran tidak tercerna. Atas anjuran dr Melly, Sandra mengubah pola makan Ananta. Semua produk berbahan susu sapi dan tepung terigu dihindari. Pun zat pewarna dan penyedap masakan seperti monosodium glutamat (MSG).

Anak autisme umumnya mengalami kelainan pencernaan. Populasi cendawan dan bakteri merugikan berlebih sehingga menimbulkan lubang pada usus. Akibatnya, asam amino yang berasal dari protein tidak bisa dipecah menjadi asam amino rantai panjang. Asam amino rantai pendek itu pun tidak terbuang melalui feses melainkan masuk dalam peredaran darah. Ketika masuk ke otak, asam amino itu diubah menjadi bentuk yang memiliki efek sejenis opium. Protein yang berasal dari tepung gluten menjadi glidein, sedangkan dari susu kasein menjadi kasonofin. Imbasnya, anak sering mengalami stimulasi, menyukai kesendirian seakan berkhayal.

Semua makanan yang dulu disukai Ananta tidak diberikan lagi. Akibatnya Ananta terlihat menderita. Ia lemas karena menolak makanan lain. Untuk mengecek kesehatan anaknya, Sandra membawa feses, rambut, dan darah Ananta ke laboratorium ternama di Amerika Serikat. Hasil analisis menunjukkan, kandungan logam berat cukup tinggi sehingga memicu autisme. Kandungan timbel pada rambut mendekati 97%. Itu belum termasuk logam berat lain.

Makanan organik

Sandra akhirnya beralih pada sayuran organik. ‘Karena keracunan logam berat berarti harus makan makanan yang bebas zat kimia dan pestisida,’ katanya. Sandra mulai mengubah pola dan menu makan anaknya. Ia rutin memberi air tajin beras organik merah dan beras mentik. Beragam sayuran organik seperti bayam, kangkung, wortel, dan sawi menjadi menu wajib.

Buah yang disantap pun organik. Ketangguhan pola makan organik terbukti. Setelah melakukan diet ketat, satu setengah tahun kemudian sistem pencernaan Ananta membaik. Ia tidak lagi diare. Gerakan berlebihan pun berkurang. Konsentrasi dan pengertian terhadap tutur bahasa mulai meningkat. ‘Ia sudah mengerti kata-kata,’ kata Sandra. Perubahan yang drastis itu membuat Sandra mengurungkan niat untuk tes laboratorium ke Amerika Serikat.

Perubahan membaik itu juga dialami oleh sekitar 10 anak autisme lain di Tebet, Jakarta Selatan. Para orangtua mereka memberikan bahan pangan organik. Makanan berperan penting untuk mengurangi gejala autisme. Hampir 90% anak autis mengalami masalah dalam hal makanan. Makanan organik dapat meminimalkan gejala autisme. Itu pun harus dibarengi diet makanan lainnya sesuai kondisi anak seperti diet gluten dan kasein. Makanan organik kecenderungannya tidak memperbaiki, tetapi tidak memperberat.

Dengan kondisi usus tidak normal, asupan makanan organik tentu mengurangi asupan logam berat atau zat berbahaya lainnya. Menurut dr Widodo Judarwanto, SpA, untuk mengatasi masalah pencernaan itu intinya bukan obat. Karena terjadi kebocoran usus, makanan anak autisme perlu dikendalikan. Seiring waktu pencernaan akan membaik. Populasi cendawan dan bakteri di usus pun normal kembali. Pencernaan membaik sehingga gangguan pada otak pun menurun. (Kiki Rizkika/Peliput: Sardi Duryatmo, Evy Syariefa, Rahmansyah Dermawan)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img