Friday, August 12, 2022

Panjang Jalan Memburu Pandan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Tiga lembar tikar pandan itu diserahkan mempelai perempuan sebelum pernikahan. Itu simbolisme kesediaan perempuan terhadap pinangan si pria. Hingga kini tradisi itu masih lestari meski banyak juga yang meninggalkannya. Itu terungkap setelah tim Pusat Penelitian Biologi LIPI mengeksplorasi pandan di pulau seluas 17.780 km2 itu pada Mei-Juni 2007. Eksplorasi serupa juga dilakukan di Yapen dan Rajaampat, Provinsi Papua Barat, Kebumen (Jawa Tengah), Lamongan (Jawa Timur), dan Bolaangmongondow dan Tomohon, (Sulawesi Utara), masing-masing selama 21-30 hari. Daerah-daerah itu merupakan sentra pandan.

Yang disebut pandan adalah tanaman anggota famili Pandanaceae. Terdapat 4 genus yakni Freycinetia, Pandanus, Sararanga, dan Martellidendron bernaung di bawah famili pandan-pandanan.

Tiga genus yang disebut pertama hidup di Indonesia, terutama wilayah timur seperti Papua dan Maluku. Genus yang disebut terakhir hanya ditemukan di Madagaskar dan Seychelles.

Genus Pandanus mempunyai keanekaragaman jenis tertinggi, yakni kira-kira 700 spesies. Dari jumlah itu, lebih dari 100 spesies ditemukan di Papua; 60 spesies di Kalimantan, 20 spesies di Maluku. Itulah sebabnya kedudukan Indonesia istimewa karena tingginya biodiversitas pandan sekaligus ditengarai sebagai daerah asal beberapa spesies. Beberapa jenis yang diduga asli Indonesia adalah pandan wangi Pandanus amaryllifolius dan buah merah Pandanus conoideus yang pertama kali ditemukan oleh Georgius Everhardus Rumphius saat usianya 16 tahun pada 1743.

Sementara genus Freycinetia merupakan pandan merambat dan terdiri atas 200 spesies. Papua menyimpan 60 spesies; Kalimantan, 30 spesies, dan Maluku, 10 jenis. Bandingkan dengan sebaran di Malaysia yang cuma 10 jenis dan Filipina 24 spesies. Pemanfaatan tanaman anggota genus itu masih minim. Melihat sosoknya yang amat elok, freycinetia berpotensi menjadi tanaman hias.

Sararanga pertama kali diperkenalkan oleh peneliti Inggris bernama William Botting Hemsley. Pria kelahiran Sussex, Inggris, 29 Desember 1843 itu menemukan Sararanga sinuosa di Kepulauan Solomon. Spesies lain, Sararanga philipinesis hidup di Filipina. Genus Sararanga memang hanya terdiri atas 2 spesies. Genus Martellidendron terdiri atas 7 spesies seperti Martellidendron androcephalantos dan Martellidendron karaka.

Dari ke-4 genus itu total jenderal tanaman anggota famili Pandanaceae terdiri atas 909 spesies yang multimanfaat. Kegunaan pandan antara lain sebagai bahan pangan, penyedap masakan, bahan kerajinan, ritual, dan obat tradisional. Oleh karena itu pandan mempunyai nilai penting bagi sebagian masyarakat Indonesia. Ironisnya kajian pandan sangat minim. Bayangkan risalah lengkap soal pandan pertama kali ditulis oleh Otto Heinrich Warburg pada 1900 ketika usianya belia, 17 tahun.

Sejak penerbitan monograf itu praktis tak ada risalah tentang pandan. Itulah sebabnya Pusat Penelitian Biologi LIPI mengeksplorasi pandan di 5 provinsi dalam 2 tahun terakhir. Dalam eksplorasi itu tim menemukan jenis-jenis baru yang kini tengah diidentifikasi dan rekaman baru-jenis lama yang sebelumnya tak pernah ada laporan ditemukan di suatu lokasi (baca: Firdaus Bagi Kerajaan Pandan, halaman 106).

Di berbagai daerah itu pandan tak dapat terpisahkan dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Masyarakat Halmahera, Kebumen, dan Lamongan memanfaatkan daun pandan sebagai bahan baku tikar dan kerajinan lain seperti topi dan tas. Tentu tak semua pandan cocok untuk bahan baku tikar. Jenis yang paling pas adalah Pandanus tectorius, Pandanus dubius, dan Pandanus papuanus. Meski sepanjang tepian daun ketiga spesies itu berduri, tetapi bertekstur lentur, tak mudah patah.

Itu berarti pandan mempunyai nilai sosial dan ekonomi yang tinggi. Nilai sosial tampak pada adat masyarakat Galela yang memanfaatkan tikar sebagai pelengkap ritual pernikahan. Sementara nilai ekonomi tinggi karena harga sebuah tikar pandan berukuran 2 m x 1,5 m mencapai Rp500.000. Malahan di Kebumen, Jawa Tengah, tikar pandan menjadi komoditas ekspor ke beberapa negara di Eropa.

Dalam berbagai acara ritual, daun pandan juga disertakan. Masyarakat Galela menggunakan daun pandan besar Pandanus papuanus yang dianyam untuk membungkus jenazah. Jika mereka mempertahankan tradisi itu, secara tak langsung mereka juga melakukan konservasi terhadap pandan besar. Sebab, mereka akan berupaya keras untuk menjaga keberadaan tanaman itu.

Penduduk Tidore lazim menggunakan pandan lamo Pandanus amaryllifolius untuk ziarah kubur. Mereka memotong-motong daun pandan beraroma harum sepanjang 40-80 cm. Lalu setiap malam Jumat mereka menziarahi kubur sembari menabur irisan daun pandan di atas pusara. Karena ritual itu, semua pekarangan rumah masyarakat setempat ditanami pandan lamo alias padan wangi yang dulu bernama ilmiah Pandanus latifolius.

Tanaman itu juga dimanfaatkan untuk ritual penyambutan tamu. Daun pandan lamo dibuat bentuk segiempat untuk meletakkan sirih dan buah pinang. Pandan wangi sejatinya dapat berbunga, tongkol bunga dapat dikonsumsi. Namun, lantaran daunnya terus dipetik, tanaman itu tak sempat berbunga. Selain untuk pelengkap ritual, daun pandan wangi juga berkhasiat obat. Irisan daun yang diseduh minyak kelapa lazim untuk mengatasi rematik dengan cara menggosok bagian tubuh yang sakit.

Pandan wangi bukan satu-satunya spesies pandan berkhasiat obat. Dua tahun lalu keluarga Pandanaceae sempat sohor sebagai obat beragam penyakit. Namanya buah merah Pandanus conoideus yang mempunyai variasi bentuk hingga 36. Di antara anggota famili Pandanaceae boleh jadi buah merahlah yang paling banyak diteliti dalam aspek farmakologi. Buah merah terbukti mengandung antioksidan tinggi.

Jenis lain yang biasa dimanfaatkan sebagai penawar sakit adalah buro-buro koya alias Pandanus dubius dan kulewe kokoa Pandanus papuanus. Masyarakat Tidore memanfaatkan umbut atau titik tumbuh kedua pandan itu sebagai penawar racun ular, serangga, serta berbagai ikan seperti bulubabi dan pari. Umbut pandan itu dihancurkan dan diborehkan di atas luka sengatan serangga atau gigitan ular.

Akar yang menopang pohon Pandanus dubius dan P. papuanus itu oleh masyarakat Papua dimanfaatkan sebagai bahan serat yang mengkilap dan kuat. Pengambilan akar tak akan mengganggu pertumbuhan pohon. Masyarakat Tabati dan Engros di Teluk Humboldt, Papua, mengolah serat asal akar pandan itu sebagai bahan jala dan tali pancing. Meski acap terendam dalam air laut, jala itu mampu bertahan 3 tahun.

Faedah lain pandan sebagai pewarna makanan, penyedap, dan aroma makanan. Spesies yang mengemban peran itu pada umumnya adalah pandan wangi dan pandan bambu. Di Minahasa dan Bolaangmongondow daun pandan juga digunakan untuk membungkus beragam camilan.

Ada pula pandan-pandan yang lazim sebagai bahan pangan. Selain buah merah, spesies yang kerap dimanfaatkan untuk bahan makanan adalah pandan kelapa Pandanus brosimos, pandan Pandanus julianetti, dan Pandanus iwen. Buah pandan-pandan itu dibakar dan dinikmati seperti kacang. Pada masa silam, pemetikan pandan kelapa kerap menimbulkan konflik antarkelompok bila pemanenannya tak sesuai dengan daerah kekuasaan sebuah kelompok.

Kayari Sararanga sinuosa dan raintui Pandanus krauelianus juga beberapa jenis pandan yang buahnya dapat dikonsumsi. Daging buah pandan Pandanus tectorius bagi masyarakat Halmahera ibarat kacang kenari yang lezat. Mereka menikmatinya saat berkumpul di tepi pantai. Karena penampilannya elok, pandan juga layak sebagai tanaman hias. Spesies anggota genus Freycenetia yang merambat dengan buah merah merona pas menghias teras.

Eksplorasi pandan ke berbagai pelosok itu tentu menambah koleksi spesimen pandan Herbarium Bogoriense. Untuk urusan pandan, lembaga itu kini boleh mengklaim sebagai kolektor terlengkap di dunia. Namun, yang lebih penting membuka mata kita, betapa pandan yang kita remehkan itu ternyata multimanfaat. (Dr Y Purwanto, peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img