Saturday, August 13, 2022

Papua Nugini Nomor Satu

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Menurut Dr Tukirin Partomiharjo dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi LIPI di Bogor, sebetulnya Papua tidak kalah soal keragaman jenis dibanding Papua Nugini. ?Mereka itu satu daratan. Namun, Papua Nugini lebih terkenal karena semua eksplorasi sarang semut di sana terdata lengkap,? ujar kurator anggota famili Rubiaceae itu.

Pulau Siberut

Selain Indonesia dan Papua Nugini, negara-negara lain seperti Australia, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Kepulauan Solomon, merupakan habitat beberapa jenis myrmecodia. Negara-negara itu umumnya beriklim tropis. Australia misalnya terkenal memiliki jenis endemik M. beccarii. Jenis itu hanya ditemukan di utara Australia seperti daerah Cooktown, Endeavour, dan East of Ingham. Demikian pula Kepulauan Fiji yang menjadi habitat endemik jenis squamellaria.

Menurut J. Moog dari Department of Zoology Goethe University di Frankfurt, Jerman, Cagar Alam Pasoh di Negeri Sembilan, Malaysia, juga surga lain myrmecodia dan hydnophytum. Bahkan dibandingkan Papua, keragaman jenis yang terdata di sana lebih banyak, mencapai 19 jenis. Mereka dijumpai tersebar mulai dari rawa-rawa hingga hutan tropis dataran rendah di ketinggian 2.400 m dpl.

Di tanahair, di luar Papua, M. tuberosa mudah ditemukan di berbagai tempat. Pulau Siberut, Pulau Batu, dan Pulau Pageh di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, menjadi tempat hidup nyaman bagi M. tuberosa varietas siberutensis. ?Di sana sarang semut mudah dijumpai di hutan hingga pinggir-pinggir jalan,? ujar Tukirin yang akhir April 2006 melakukan eksplorasi di Pulau Siberut itu.

Varietas lain tuberosa juga tersebar mulai dari Sulawesi Utara (varietas menandensis), Kalimantan (apoensis), hingga Flores (rumphii). Uniknya Jawa juga disebut-disebut sebagai habitat varietas armata. Plant Resources of South-East Asia menyebutkan penduduk menamainya urek-urek polo. Anehnya dalam penelusuran literatur oleh Trubus nama itu lebih cenderung menunjukkan panggilan bagi rumput mutiara Hedyotis corymbosa . Kerancuan itu juga terjadi di negeri serumpun, Malaysia. Di sana sarang semut disebut periuk hantu. Padahal nama itu tak lain sebutan nepenthes.

Publikasi lain oleh tim dari Department of Plant Sciences Oxford University di Inggris dan Christensen Research Institute di Papua Nugini, memperkuat dugaan jika Jawa Barat merupakan rumah utama varietas armata. Di sana diungkapkan varietas armata tersebar di Bogor seperti di Leuwiliang, Gunung Pancar, dan Gunung Salak. ?Mungkin dahulu ada saat hutannya di sana masih alami. Tapi kondisi sekarang lain, belum ada pengecekan lagi,? ujar Tukirin.

(Dian Adijaya S)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img