Tuesday, November 29, 2022

Para Jawara di Hari Raja

Rekomendasi

Tiga jam kemudian juri menancapkan tanda grand champion pada aglaonema merah di pot 144. Di tempat yang sama berlangsung pula kontes adenium dan euphorbia memperebutkan piala Princess Songkla Nakarin. Semuanya berlangsung semarak.

Khusus aglaonema , dilombakan 17 Kelas yang dibedakan berdasarkan warna daun. Ada aglaonema khosin x chaw wang; khan khaw x chaw wang; khosin x khan khaw; dan baling thong. Jawara di kelas silangan khosin x chaw wang majemuk itu akhirnya menyandang gelar the best of the best.

“Ia tampil prima. Daun mulus, kompak, batang pendek, simetris, dan tersusun rapi melebar,” ujar Kaseem, juri asal Thailand. Warna daun kontras, bercak hijau tua menebar merata di atas merah tua. Tak heran keenam juri sepakat mengganjar pride of sumatera di pot 144 itu sebagai jawara. Ia berhasil mengalahkan 16 pesaingnya dari berbagai kelas di fi nal.

Pertarungan sengit harus dilalui aglaonema milik Phairot Thianchay terutama pada babak ke-2. Maklum semua jawara aglaonema di 17 kelas itu layak diacungi jempol. Anggota famili Aracheae di pot 69 misalnya, juara kelas khosin x chaw wang berdaun tunggal. “Penampilannya tak kalah cantik. Ukuran daun besar, kompak, mulus, dan simetris. Sayang, warnanya tidak maksimal,” papar Kaseem.

HUT Raja

Persaingan aglaonema di kelas daun berwarna hijau juga tak kalah seru. Lihat saja juaranya, silangan khan khaw x chomp phu. Sosok aglaonema di pot 81 itu tampak anggun. “Perpaduan hijau bercak putih sangat serasi. Batang tegak, lebat, dan anakan tidak merunduk,” ujar Kaseem kepada Trubus. Saingannya di pot 82, batang agak merunduk dan warna daun pucat.

Kontes tahunan di lapangan Suan Luang, Bangkok, itu diselenggarakan untuk memeriahkan ulang tahun ke- 75 Raja Bhumibol Adulyadej. Lebih 250 tanaman dari beberapa negara ikut berlomba. Tuan rumah mendominasi jumlah peserta dengan 175 tanaman, sisanya dari Singapura dan Malaysia.

Marak bunga

Kontes adenium juga menyedot perhatian pengunjung. Chuan chom—julukan populer adenium di Thailand—mempertandingkan 5 kelas yaitu batang lebih dari 50 cm, lebih dari 1 m, bonggol, batang tunggal raksasa, dan imagine. Total jenderal ada 200 tanaman bersaing memperebutkan piala Princess Songkla Nakarin.

Penghuni pot 56 yang semarak dengan bunga berwarna merah tampil sebagai jawara di kelas batang lebih dari 1 m. Ia berhasil mengalahkan 3 rivalnya dan berhak menyandang gelar grand champion. “Penampilan batang setinggi lebih dari 1 m itu luar biasa. Batang besar, tajuk kompak berselimut bunga,” ujar Vichai, panitia kontes adenium. Tak heran jika ia juga menjadi favorit pilihan pengunjung.

Penilaian kontes adenium di Thailand berbeda dengan di tanah air. Di negeri Gajah Putih itu penampilan tajuk mendapat poin lebih besar. Menurut Chandra Gunawan, pengusaha adenium di Depok, Jawa Barat, yang ikut menyaksikan kontes, justru juara di kelas umbi lebih layak jadi grand champion. Bonggol besar, kokoh, dan artistik menyerupai bonsai. Sayang bunga kamboja jepang di pot 35 itu sedikit.

Ramai

Sementara pertarungan di kontes euphorbia tak kalah ramai meski jumlah peserta minim hanya 82 tanaman. Ada 4 kelas yang dipertandingkan jenis baru, 8 bunga besar, 16 bunga besar, dan fancy—dalam 1 tanaman lebih dari 1 jenis.

Pada kontes itu nilai terbesar di penampilan bunga, mencapai 50%. Wajar saja jika jawara di kelas 16 bunga besar menduduki takhta tertinggi kontes. “Tanaman berselimut bunga berwarna merah. Bunga muncul merata memutari tanaman,” ujar Vichai. Penampilannya sangat mencolok di antara rival-rivalnya. (Bertha Hapsari)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img