Friday, August 12, 2022

Para Pencium Legendaris

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Ini sebuah kejutan, karena Aldo, jenis fox terrier itu, bukanlah pelacak narkoba sejati seperti labrador, german shepherd, dan golden retriever. Dalam tim, anjing berumur 7 tahun itu lebih sering bertugas melacak tempat yang tak mungkin dijamah tubuh besar labrador. Aldo pernah mengukir prestasi dengan membongkar sindikat penyelundupan 98 kg ganja kering pada 2002. Saat itu bak truk yang tinggi sulit dinaiki labrador. Namun dengan bobot ringan sekitar 15 kg, Aldo mudah menyusup masuk setelah dilempar sang pawang ke atas bak truk.

Menurut Brigadir Polisi Dua Ketut Kusir, sang pawang, anjing asal Inggris itu memiliki sifat berani, keras, tapi ramah. ‘Anjing ini sangat pintar,’ katanya. Saat latihan rutin melacak narkoba di depan kantor Subdit Satwa itu tampak Aldo mudah sekali menemukan narkoba yang tersembunyi di sela-sela trotoar. Keistimewaan itu membuatnya menjadi superstar di kalangan pawang pelacak narkoba.

Carla Von Cracia Raya tak kalah piawai melacak narkoba. Labrador retriever berumur 6 tahun andalan Unit Satwa Polda Lampung itu sudah berulang-ulang menggagalkan penyelundupan narkoba. Tengok saja saat ia mengendus kehadiran 40,3 kg ganja kering dalam kardus yang disembunyikan di bagasi bus lintas Sumatera. Bahkan dalam penggerebekan di satu diskotik di daerah Panjang, Lampung, pada 2006, Carla dapat menangkap tangan si pengedar ekstasi.

Meski sejatinya direkomendasi sebagai anjing pelacak umum, SAR, dan dalmas, karena cerdas dan pemberani, jenis german shepherd jago juga mengendus kehadiran narkoba. Boleh jadi Kassey yang dibina selama 6 tahun di Unit Satwa Subdit Polri Kelapadua, Depok, adalah bintangnya. Sejumlah operasi pencarian ladang ganja hutan belantara Nanggroe Aceh Darussalam sukses dilakoni. Bahkan itu berlangsung hingga 3 kali operasi. Kasus penemuan 5 kg ganja kering di Jambi pada 2002 juga melambungkan nama Kassey.

Tak hanya narkoba, prestasi besar juga ditoreh anjing pelacak lain yang berkecimpung di bidang pelacakan umum dan SAR. Gravin Von Kinder Klender Haus, doberman jantan berumur 3 tahun, misalnya, pada Oktober 2006 mampu membantu mengungkap kasus pencurian di perusahaan tambang emas di Lampung Selatan, yang menimbulkan kerugian Rp300-juta. Bahkan penganiayaan yang membuat korban mengalami luka tembak, berhasil ditangkap pelakunya karena kepiawaian Gravin.

Menurut Komisaris Polisi Sutrisno, Kasat Cakkal Subdit Satwa Dit. Samapta Polri Kelapadua, Quak dan Zaka, jenis german shepherd dan labrador, pernah diberi Bintang Sidik Sakti. Itulah bentuk penghargaan tertinggi yang pernah diberikan pada anjing-anjing pelacak di Indonesia. ‘Keduanya berhasil membantu menemukan pelaku pembunuhan disertai mutilasi di Sukabumi pada 1989,’ katanya. Hebatnya, kedua anjing itu tetap mampu mengendus jejak pelaku meski baru tiba di lokasi TKP seminggu setelah kejadian.

Sejarah pelacakan di tanahair pun mencatat nama Asko sebagai salah satu anjing terbaik. Trah herder itu pernah mengikuti pelacakan hingga 1.000 kali selama 10 tahun umur hidupnya. Karena prestasi itu Asko dikuburkan di Kelapadua dengan upacara militer diiringi tembakan salvo di udara. Itulah salah bentuk penghormatan lain untuk anjing pelacak berprestasi. (Dian Adijaya S)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img