Thursday, December 8, 2022

Parfum Kemenyan

Rekomendasi

Parfum eksklusif itu beraroma kemenyan.

Banyak orang mengolok-olok kemenyan identik dengan mbah dukun atau sesuatu yang mistis. Namun, rumah produksi kelas dunia House of Prada di Milan, Italia, meluncurkan parfum dengan nama No 11 Cuir Styrax. Produsen itu dengan bangga menuliskan kata Styrax di label. Styrax nama genus tanaman kemenyan. Beberapa spesies kemenyan adalah kemenyan durame Styrax benzoin dan kemenyan toba S. paralleloneurus.

Keberanian memasarkan parfum kemenyan menjadi berkah lantaran parfum No 11 Cuir Styrax kini lebih mudah tercium di kulit para perempuan sosialita di Italia. Budayawan dan sastrawan dari Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta, Iman Budhi Santosa, menuturkan sejak dahulu bangsawan di Jawa memanfaatkan kemenyan. Tengok sudut-sudut ruangan di setiap keraton selalu terdapat anglo untuk membakar kemenyan sebagai pengharum ruangan.

Kebiasaan membakar kemenyan juga berlaku di tempat-tempat keramat sebagai wujud penghormatan kepada arwah leluhur. “Maksudnya supaya arwah leluhur senang,”  kata Iman.  Sejatinya kemenyan sama sekali jauh dari aroma mistis. Sebaliknya, getah pohon anggota famili Styracaceae itu berefek menenangkan dan meningkatkan konsentrasi tak ubahnya terapi aroma.

“Ketenangan dan konsentrasi itu yang dicari saat berdoa,” tutur Andria Agusta PhD, periset kimia bahan alam di Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cibinong, Kabupaten Bogor. Kandungan benzoat dan sinamat dalam kemenyan merangsang sistem endokrin tubuh memproduksi serotonin-hormon perangsang rasa nyaman, tenang, dan bahagia. Andria menjelaskan benzoat dan sinamat beragam dan seluruhnya beraroma. Keduanya tergolong zat aromatik alias beraroma.

Kandungan sinamat dari kemenyan punya peran penting. Turunan asam sinamat yang terikat gugus salisilat itu mampu menahan radiasi sinar ultraviolet. Kemampuan itu mendasari pemanfaatan turunan sinamat itu dalam industri kosmetik sebagai tabir surya. Produk tabir surya yang beredar saat ini didominasi bahan dasar oksida seng dan oksida titanium. Kedua bahan itu bisa memantulkan sinar ultraviolet A dan B penyebab kulit terbakar.

Belakangan Food and Drugs Administration-lembaga pengawas obat dan makanan Amerika Serikat-menyebutkan bahwa penggunaan oksida seng dan oksida titanium dalam jangka panjang memicu peradangan kulit yang berujung kanker kulit. Oleh karena itu tabir surya dari bahan alam seperti getah pohon kemenyan pas sebagai pengganti. Apalagi, “Kandungan gugus salisilatnya mampu menghambat pertumbuhan cendawan dan bakteri di permukaan kulit,” ungkap Andria Agusta.

Namun, tidak semua benzoat atau sinamat berefek menenangkan. Contoh benzoat dari keluarga buah beri dan anggur yang berefek meningkatkan cita rasa. Apalagi benzoat sintetis buatan pabrik dengan tingkat kemurnian mendekati 100% yang justru membahayakan kesehatan. “Menghirup benzoat murni bisa merusak sistem saraf indra penciuman,” kata kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, 43 tahun lalu itu.

Jadi sesungguhnya efek menenangkan kemenyan itu muncul lantaran perpaduan dan komposisi bahan-bahan kimia dalam kemenyan tepat, berbeda dengan sintetis. Selain benzoat dan sinamat, getah pohon itu mengandung beragam senyawa aktif seperti vanilin, pinoresinol, stirasin, dan salisilat. Dengan beragam senyawa dan khasiat, wajar jika masyarakat memanfaatkan kemenyan untuk menjaga kesehatan.

Sebetulnya khasiat kemenyan sudah mendunia. Pakar kedokteran pada masa kekhalifahan Dinasti Samaniah di Iran, Ibnu Sina alias Avicenna, mencantumkan pemanfaatan kemenyan di buku Qanun fi Thib alias Kitab Pengobatan. Ibnu Sina menulis khasiat aroma kemenyan untuk mengatasi gangguan pernapasan. Itu sebabnya orang-orang tua di Jawa biasa mencampurkan serbuk kemenyan saat melinting tembakau. Mereka yakin kemenyan mengurangi dampak buruk nikotin dari tembakau. Beberapa pabrik rokok skala kecil di Jawa Tengah dan Jawa Timur hingga kini masih memproduksi rokok kemenyan.

Dengan beragam potensi itu, kemenyan komoditas potensial yang layak dikebunkan. Namun, di sentra  Kabupaten Pakpakbharat, Provinsi Sumatera Utara, banyak pekebun membiarkan pohon-pohon  hidup seadanya, tanpa perawatan berarti. Almen Berutu, pemilik pohon, misalnya berdalih dengan merawat seadanya sudah bisa memanen getah kemenyan.

Ir Sentot Adi Sasmuko, periset di Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menjelaskan bila kemenyan dirawat intensif bisa memberikan penghasilan  seumur hidup. Itu wajar lantaran umur produktif pohon kemenyan mencapai 30 tahun. Bila kaum hawa sosialita di Italia saja sudah mau memakai parfum  kemenyan, jaminan apalagi yang harus ditunggu?  (Argohartono Arie Raharjo/peliput: Syah Angkasa)

 

 

FOTO-FOTO:

1. Parfum kelas dunia menjadikan kemenyan sebagai salah satu bahan aktif

2. Kemenyan dan gambir, sama-sama tanpa perawatan

3. Aroma kemenyan Sumatera Utara menguar sampai Eropa

4. “Dulu kemenyan menjadi konsumsi kaum ningrat,” kata Iman Budhi Santosa

Previous articleSosok Ideal dari Solok
Next articleGetah Magis Andalas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Pemanfaatan Limbah Ceker Ayam sebagai Obat

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan collagen tripeptide yang dihasilkan dari limbah ceker ayam sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis.  Fitria Yuliana,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img