Sunday, November 27, 2022

Pasar Cari Jabon

Rekomendasi

 

Padahal, Sukandar berani membeli kayu jabon lebih mahal ketimbang sengon. Sebagai gambaran saat ini harga kayu sengon di tingkat pekebun mencapai Rp700.000/m3. Dengan populasi 1.100 pohon per ha, pekebun jabon memanen 400 m3 kayu dari pohon berumur 7 tahun. Dengan harga setara sengon saja, pekebun jabon bakal memperoleh omzet Rp280-juta.

Dua tahun terakhir semakin banyak pekebun yang membudidayakan jabon Anthocephalus cadamba. Harap maklum, jabon memiliki beberapa keunggulan. Pohon anggota famili Rubiaceae itu bersifat absisi alias menggugurkan daun bagian bawah. Daun menempel di batang utama. Dengan menggugurkan daun, batang jabon tampak lurus meninggi tanpa percabangan.

Bentuk batang lurus dengan bagian bebas cabang mencapai 70-80%. Artinya, jika total tinggi pohon 30 m, maka bagian batang utama yang lurus tanpa cabang mencapai 21-24 m. Jabon juga relatif tahan serangan karat tumor yang mengganas. Asing dengan nama jabon? Mafhum saja, jabon memang belum begitu sohor, setidaknya dibandingkan sengon atau meranti.

Menurut Dr Ir Irdika Mansur, MForSc, ahli budidaya tanaman dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, jabon berasal dari daerah beriklim muson tropika. Contohnya, Malaysia, Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Di Indonesia daerah sebaran alaminya meliputi seluruh Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, seluruh Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, dan Papua. Sebagaimana ciri khas pohon pionir, seperti sengon, jabon pun tumbuh bongsor.

Lahan tidur

Dalam pertumbuhannya jabon membutuhkan cahaya yang cukup. Kerabat mengkudu itu toleran pada suhu 3-43oC dengan curah hujan berkisar 1.500-5.000 mm per tahun. Jabon tumbuh baik di tanah liat, tanah lempung, atau tanah berbatu yang tidak porous di ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut.

Hingga berumur 8 tahun, pertumbuhan jabon mencapai 3 m per tahun. Sedangkan penambahan diameter batang 7 cm per tahun. Setelah itu, pertumbuhan tinggi pohon dan diameter batang relatif lambat, hanya 2 meter dan 3 cm per tahun. Jabon berumur 10,5 tahun mampu mencapai tinggi 22 m dan berdiameter 40,5 cm. Menurut Dr Ir Eko Bhakti Hardianto dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, untuk meminimalkan serangan hama dan penyakit sebaiknya jabon ditanam polikultur. Sengon bisa dijadikan alternatif pendamping jabon.

Prof Dr Ir Surdiding Ruhendi MSc, periset di Departemen Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, mengatakan jabon tergolong pada kelas kayu kuat III-IV. Bobot jenisnya 0,42 dengan kekuatan lengkung 516-691 kg/cm2 dan modulus elastisitas 42.900-68.000 kg/m2. Keawetan tergolong kelas V dan keterawetan tergolong sedang.

Keawetan kayu adalah daya tahan kayu terhadap serangan faktor perusak kayu dari golongan biologis. Keawetan kayu ditentukan oleh zat bersifat racun dalam kayu terhadap organisme perusak misal cendawan, nematoda, atau serangga. Sementara keterawetan kayu adalah kemampuan kayu untuk ditembus bahan pengawet sampai mencapai retensi dan penetrasi tertentu untuk mencegah faktor perusak kayu.

Menurut Ruhendi, kayu jabon mudah dibuat vinir dengan sudut kupas 920 ketebalan 1,5 mm. Selain vinir selama ini jabon dimanfaatkan sebagai korek api, peti buah, cetakan beton, bahan baku pulp, dan bahan mainan anak-anak. Tak heran, selain individu kini banyak perusahaan yang menawarkan kemitraan dalam budidaya jabon. Sebut saja PT Serayu Makmur Kayuindo di Cirebon, Jawa Barat dan Banjarnegara, Jawa Tengah, serta PT Kupajala Wanantara Kalyana di Jakarta. Menurut Agus Hendarto, direktur Kupajala, jabon potensial dikembangkan di lahan tidur dan membuka kesempatan masyarakat yang ingin bermitra dengan pola bagi hasil.

Perempuan kaisar

Selain jabon, kini para pekebun marak menanam pohon bongsor lainnya, paulownia. Sebut saja Rudy Krisbiantoro di Semarang, Jawa Tengah, yang mulai mengembangkan Paulownia elongata di lahan seluas 1 ha. Paulownia sebetulnya nama genus dengan beraneka ragam spesies. Sebut saja, P. tomentosa, P. elongata, P. kawakami, P. taiwaniana, P. catalpifolia, P. albiphloea, P. australis, P. fortunei, dan P. fargesii. Australia dan Amerika Serikat serius mengembangkan secara besar-besaran paulownia karena pohon tumbuh bongsor.

Paulownia di Indonesia bukanlah barang baru. Pada 1976 di Bukitnenas, Riau, telah ditanam paulownia jenis kawakimii seluas 30 ha. Namun, sayangnya tanaman terkena penyakit kanker akar. Daun tanaman yang terserang tumbuh berkeriput dari ujung. Kemudian daun berwarna hitam keabuan seperti tersiram air panas yang berakibat seluruh daun layu dan rontok. Hasil penelitian Mieke Suharti dari Pusat Penelitan dan Pengembangan Hutan Tanaman, Bogor, menunjukkan bakteri dan nematoda menjadi penyebab penyakit kanker akar yang mewabah.

Paulownia memiliki daun berbentuk hati seperti waru. Ukuran garis tengah daun berkisar 15-40 cm dengan letak berseberangan pada batang. Bunga berbentuk terompet sepanjang 10-30 cm berwarna ungu. Di negera asalnya pada pergantian musim gugur ke musim semi hampir keseluruhan tajuk pohonnya dipenuhi bunga berwarna ungu.

Menurut Ir Nina Mindawati MSi, periset di Pusat Peneltian dan Pengembangan Hutan Tanaman, Bogor, paulownia merupakan jenis pohon berkayu yang berasal dari China dan Jepang. Paulownia bersifat deciduous alias gugur daun dengan bentuk daun yang lebar. Bentuk batang lurus. Perempuan kaisar-sebutan paulownia di Jepang-dapat mencapai ketinggian 12-16 meter. Pohon anggota keluarga Scrophulariaceae itu punya perakaran dalam mencapai 12 m.

Di China disebut phoenix tree karena tunas tumbuh cepat baik pada tanah datar atau pun berbukit sampai ketinggian 2.000 meter. Paulownia menghendaki suhu 10-400C, dengan curah hujan rata-rata tahunan 500-3.000 mm. Pada umur 7 tahun, diameter paulownia 14,5 cm dan pada umur 10 tahun, 30-40 cm, dengan volume 0,3-0,5 m3 per pohon.

Dengan bobot jenis 0,23-0,30, lebih ringan daripada balsa, kayu kiri-sebutan paulownia di Jepang-banyak digunakan untuk bahan bangunan dan alat rumahtangga.Jabon dan paulownia 2 komoditas perkebunan yang prospektif. Pertumbuhan cepat, resistan karat tumor, dan pasar terbuka lebar. (Faiz Yajri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img