Wednesday, August 10, 2022

Pelangi dari Ujung Nusantara

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

1.	Wartawan Trubus, Karjono (tengah) berbubur durian pelangi di Papua BaratKabar menggembirakan itu datang ketika para wartawan Anda sedang rapat redaksi. “Duriannya sedang berbuah. Kalau mau motret harus segera datang,” begitu kira-kira laporan yang terlontar. Kabar itu menggembirakan sekaligus merepotkan. Menggembirakan lantaran sudah sejak tahun lalu buah itu ditunggu kemunculannya. Merepotkan karena kabar tiba bertepatan dengan deadline. Semua sibuk menulis mengejar tenggat, sehingga agak sulit menentukan wartawan yag bisa berangkat.

Pembaca, setahun lalu Dr Mohammad Reza Tirtawinata, pakar buah tropis, menunjukkan sebuah foto di telepon genggamnya kepada awak redaksi. Isinya, daging durian berwarna unik: kuning semburat merah. Reza mengungkapkan foto itu durian yang tumbuh di Papua. Saat itu pula sang pemilik di Papua dihubungi. Sayang, musim berbuahnya sudah usai, sehingga terpaksa info menarik itu kami tunda sampai tahun depan.

April lalu penantian setahun itu akhirnya berujung sukses. Sunarto, pemilik durian mengabarkan, durian pelangi sedang berbuah. Kalau mau memotret harus segera datang. Evy Syariefa Firstantinovi, redaktur pelaksana, langsung mengutak-atik penugasan dan akhirnya memilih Karjono, redaktur senior Anda, untuk berangkat. Dua hari kemudian Karjono langsung terbang ke Manokwari via Manado. Perjalanan jauhnya tidak sia-sia. Di sana ia berhasil mengumpulkan sejumlah informasi dan foto-foto durian pelangi yang spektakuler.

Semua kerepotan langsung sirna setelah memperoleh kabar awal dari Karjono. “Warna daging  buahnya luar biasa, sampai sayang untuk dimakan’” tulisnya di BBM. Rasanya? Menyaingi musangking dan kanyao! Masing-masing durian paling top di Malaysia dan Thailand. Keunggulan lain, buah berbobot 1,2 – 2,5 kg itu berkulit tipis sehingga mudah dibelah. Namun, daya tahannya lama. Empat hari dibiarkan tergeletak di kamar penginapan, kulit buah tidak pecah, padahal durian itu sudah matang. Ia memang layak dikembangkan untuk usaha maupun sekadar hobi. Meskipun durian pelangi tumbuh nun jauh di ujung timur Nusantara, tetapi bibit hasil sambung pucuknya sudah ada di seputaran Jakarta dalam jumlah terbatas.

Pembaca yang terhormat, penelusuran kami di Papua menemukan durian unggulan lain yang layak ditulis. Semua kami laporkan sebagai topik utama edisi ini. Selamat membaca.

 

Salam,

 

Onny Untung

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img