Saturday, December 3, 2022

Peluang Besar Pasar Jamur Tiram

Rekomendasi

Trubus.id — Pasokan jamur tiram belum memenuhi pasar. Olahan baru dan peluang ekspor menjadikan bisnis jamur tiram tergolong potensial, baik segar maupun olahan. Keduanya sama-sama memiliki prospek bisnis yang sangat bagus.

Ali Mustofa, petani jamur tiram dari Desa Ngembes, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memilih mengeringkan 2.000 kg jamur tiram segar hasil panen dari kumbungnya di bawah terik matahari.

Jamur anggota famili Tricholomataceae yang semula berkadar air 25 persen turun menjadi 14 persen. Petani jamur sejak 2010 itu lantas mengolah menjadi 200 kg tepung untuk memasok eksportir di Jakarta. Volume pasokan 100–200 kg per pekan atau maksimal 800 kg serbuk jamur tiram per bulan.

“Permintaan rutin 500 kg per pekan,” kata Ali.

Ali memperoleh harga Rp200.000 per kg serbuk. Harga itu menguntungkan dibanding menjual tiram segar. Pengolahan jamur tiram berendemen 10 persen. Sekilogram tepung berasal dari 10 kg jamur segar berkadar air 25 persen. Harga jamur tiram segar di tingkat petani kini Rp12.000 per kg.

Menurut Ali, tepung jamur tiram untuk memasok pasar Tiongkok. Memasok pasar ekspor sebetulnya menguntungkan. Sayangnya, pengiriman terhenti karena pembeli menghendaki pasokan lebih besar.

Selain tepung, ada juga permintaan baglog rutin dari Korea Selatan. Namun, Ali belum memenuhi permintaan karena masih proses penjajakan. Hal ini karena Ali memfokuskan pasokan untuk 50 petani mitra yang memerlukan 300.000 baglog per bulan.

Kini, Ali memasarkan 1.000 kg jamur segar per pekan ke Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Harga jual Rp12.000 per kg sehingga beromzet Rp48 juta per bulan. Sebetulnya, permintaan jamur tiram lebih besar. Namun, Ali belum sanggup memenuhinya.

Elsa Damayanti, S.P., pekebun lain di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengatakan, serapan pasar segar tiram dalam negeri juga sangat potensial. Kapasitas produksi Elsa hingga 400 kg per hari belum mencukupi permintaan pasar.

“Andai produksi hingga 1 ton per hari pun masih bisa terserap,” kata pekebun sejak 2021 itu.

Oleh karena itu, pekebun dengan 19 kumbung berkapasitas rata-rata 20.000 baglog per kumbung itu berencana menambah kapasitas produksi hingga 25 kumbung.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img