Wednesday, September 28, 2022

Peluang Besar Pasar Pepaya

Rekomendasi

Trubus.id — Peluang bisnis pepaya 2022 begitu besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, produksi pepaya terus mengalami peningkatan pada periode 2019–2021. Pada 2019 produksi pepaya tercatat 986.991 ton, meningkat menjadi 1.016.388 ton pada 2020 dan 1.222.046 ton pada 2021.

Tanaman pepaya menyebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Sayangnya, hanya provinsi  seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Barat, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat yang tergolong sentra dan menyumbang hampir 50% dari produksi pepaya nasional. Itu menandakan masih terdapat peluang besar untuk menggarap bisnis pepaya ini.

Salah satu pepaya yang sekarang digemari oleh konsumen adalah pepaya hawai arum. Selain menjadi pilihan konsumen, pepaya itu kini juga mulai digemari oleh para petani.

Taufik Sarwono , S.P., Agronomis Area Manager, Jawa Timur, PT Tunas Agro Persada, mengatakan, potensi hasil panen pepaya hawai arum sangat tinggi. Petani bisa memanen pepaya mencapai 80–100 kilogram per tanaman per periode tanam.

Ia mencontohkan, jika harga jual pepaya Rp4.000 di tingkat petani, potensi omzet akan mencapai Rp240.000 sampai Rp400.000 per tanaman. Artinya, jika per hektare, petani bisa mendapatkan omzet dari penjualan pepaya arum berkisar Rp240 juta–Rp400 juta per periode tanam.

Menurut Taufik, anggota famili Caricaceae itu berbuah perdana pada 7–8 bulan setelah tanam. Setelah berbuah perdana, pekebun kembali panen selang 4–7 hari, potensi terus panen tanpa putus hingga tanaman berumur 3 tahun.

Di pasar swalayan dan pasar buah modern, harga jual pepaya premium mencapai Rp20.000–Rp30.000 per kilogram. Meskipun harga beli mahal, konsumen tetap mencarinya. Bisa dibilang pepaya eksklusif sukses menarik hati konsumen.

Lya Indhah D. pengepul pepaya di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menyampaikan, permintaan pepaya sangat tinggi. Ia mencontohkan dari Jakarta saja permintaan pepaya mencapai 10 ton pepaya premium per pekan. Adapun permintaan pasar Bali dan Surabaya masing-masing 1 ton per pekan.

Sebagai pengepul, Lya membanderol pepaya dengan harga Rp5.000 per kg. Namun, dari keseluruhan permintaan pasar, Lya belum mampu memenuhi seluruh permintaan tersebut.

Melihat potensi pepaya yang sangat besar itu, Majalah Trubus Edisi 634 September 2022 mengupas tuntas bisnis pepaya. Mulai dari pembahasan terkait potensi pasar pepaya, laba besar bisnis pepaya, kiat hasilkan pepaya bermutu prima, pepaya yang dibutuhkan pasar, kunci sukses mengatasi tantangan budidaya pepaya seperti cegah hama dan penyakit, hingga cara agar pepaya bisa tetap segar dalam 12 hari.

Segera dapatkan Majalah Trubus Edisi 634 September 2022 di Trubus Online Shop atau hubungi WhatsApp admin pemasaran Majalah Trubus.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Cara Menghasilkan Silangan Palem yang Cantik

Trubus.id — Greg Hambali sangat hobi menyilangkan palem. Saking hobinya menyilangkan tanaman palem, Greg mendapatkan hasil silangan terbaru yang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img