Saturday, April 11, 2026

Pemakaian Mulsa Lebih Hemat Biaya

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Penggunaan mulsa plastik hitam perak dapat menekan biaya pestisida. Salah satunya karena pemakaian mulsa bisa digunakan hingga tiga periode tanam.

Sidiq Pranoto, pekebun di Desa Wonorejo, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, konsisten menggunakan mulsa di lahan cabai karena merasakan manfaat. Pantulan warna perak efektif mengusir hama tanaman cabai. Oleh karena itu, petani mampu menekan penggunaan insektisida.

Selama periode budidaya, Sidiq hanya menghabiskan Rp20 juta untuk biaya insektisida. Bandingkan dengan sebelum menggunakan mulsa, ia mengeluarkan biaya Rp40 juta untuk biaya insektisida.

Penghematan insektisida mencapai Rp20 juta atau 50%. Selain itu, anggaran biaya herbisida juga nihil sejak menggunakan mulsa plastik. Hal ini karena mulsa menghambat pertumbuhan gulma.

Biasanya, ia menghabiskan Rp5 juta untuk mengendalikan gulma. Namun, sejak menggunakan mulsa, ia tidak mengeluarkan biaya pembelian herbisida.

Sidiq membutuhkan tiga gulung (rol) mulsa untuk menutup lahan cabai seluas 2.500 m2. Harga satu rol Rp730.000. Namun, ia bisa menggunakannya hingga tiga periode tanam.

“Mulsa plastik merek Bell tergolong awet,” kata Sidiq.

 Sidiq mencuci mulsa plastik setelah panen terakhir agar tetap awet. Pencucian itu bermanfaat untuk membersihkan mulsa dari cendawan agar masa tanam berikutnya tanah tidak terkontaminasi.

Yulianto, Manajer Pemasaran PT Hidup Baru Plasindo, mengatakan, mulsa Bell terbuat dari 100% bijih plastik murni, bukan menggunakan bahan plastik daur ulang.

Menurut Yulianto, ketebalan mulsa terbagi menjadi dua, yaitu 27,5 mikron atau Bell orange dan 35 mikron atau Bell hijau. Sementara itu, ukuran mulsa bervariasi 40 cm, 50 cm, 60 cm, dan 80 cm.

Kemasan mulsa plastik dilipat sehingga lebar masing-masing ukuran adalah dua kali ukuran yang tertera dalam kemasan. Perusahaan itu berpengalaman memproduksi mulsa plastik sejak 1990.

Begitu juga PT Tunas Agro Persada yang mendistribusikannya. Menurut Cipto Legowo, Direktur Marketing PT Tunas Agro Persada, pemilihan warna hitam dan perak pun bukan tanpa alasan.

Menurut Cipto, warna perak di bagian atas berfungsi memantulkan sinar matahari. Selain bermanfaat mengusir hama, warna perak juga membantu fotosintesis pada daun. Ketika daun tanaman banyak, mulsa membantu daun berfotosintesis melalui pantulan warna perak.

Warna hitam di bagian dalam mulsa membuat efek gelap pada permukaan tanah sehingga sinar matahari tidak dapat menembus tanah dan mampu menekan pertumbuhan gulma.

Selain itu, kedua ukuran ketebalan mulsa plastik merek Bell membuat plastik lebih elastis dan tidak mudah robek.

Pemasangan mulsa terbaik dilakukan ketika cuaca cerah sehingga ketika ditarik dan dipasang dapat menutup sempurna di bedengan atau guludan.

Permukaan tanah yang tertutup mulsa juga harus halus agar tidak menusuk mulsa yang dapat mengakibatkan celah robekan dan berpotensi gulma tumbuh.


Artikel Terbaru

IPB University dan UM Kuningan Jajaki Pengembangan Obat Herbal di Gunung Ciremai

IPB University menjalin kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah (UM) Kuningan untuk menggali potensi obat herbal di kawasan Taman Nasional...

More Articles Like This