Tuesday, November 29, 2022

Pemangsa Dalam Kaca

Rekomendasi

Tanaman pemangsa tampil cantik dalam kotak dan bola kaca.

Seorang pengunjung Monkey Cup Garden di Penang Hill, Penang, Malyasia, Casey Hoo, menghentikan langkah saat melewati kotak kaca berukuran 60 cm x 100 cm x 60 cm. Kedua matanya mengamati Nepenthes ampullaria yang tumbuh dalam kotak kaca itu. “Ternyata nepenthes cantik juga kalau ditanam dalam kotak kaca seperti akuarium. Ini bisa menjadi pajangan di ruang tamu,” ujar Hoo kepada Trubus.

Ampullaria yang tumbuh di dalam kotak kaca itu terlihat cantik karena Eric Leong, pemilik Monkey Cup Garden, menata sedemikian rupa menjadi sebuah miniatur habitat aslinya di alam. Dalam kotak kaca itu Eric menanam satu tanaman ampullaria berkantong atas di permukaan media tanam yang dibuat gundukan. Media tanam berupa campuran pasir dan sphagnum moss dengan perbandingan 30% : 70%.

Air menggenang

Hamparan kantong bawah ampullaria tumbuh di bagian lereng gundukan. Rumpun kantong bawah ampullaria juga tumbuh di permukaan gundukan lain yang lebih kecil. Untuk memberi kesan lahan yang berbukit-bukit, Eric menempatkan batu di bagian pojok kanan. Eric juga menanam paku Pteris vittata untuk memperkuat kesan habitat aslinya di alam. Di hutan hujan tropis, ketakung kerap tumbuh di bawah naungan pakis. “Paku tanah itu menjadi miniatur pakis di habitatnya,” kata pria paruh baya itu. Kesan alami juga terlihat berkat kehadiran lumut yang menyelimuti seluruh permukaan media tanam.

Eric menggenangi dasar kotak kaca dengan air. “Itu untuk menggambarkan habitat rawa, sekaligus untuk menjaga kelembapan di kotak kaca,” katanya. Ia rajin mengganti air dengan cara menyedot atau mengisapnya menggunakan spon, lalu menambahkan air baru. Pasalnya, jumlah oksigen terlarut air yang tergenang semakin lama terus berkurang sehingga tanaman tidak dapat memanfaatkannya. “Untuk mempertahankan jumlah oksigen terlarut dalam air bisa juga dengan memasang aerator,” ujarnya.

Penggemar tanaman pemangsa itu membiarkan terarium terbuka. Tujuannya agar, “Serangga masih bisa hinggap dan menjadi sumber makanan nepenthes dalam terarium. Sirkulasi udara juga menjadi lebih lancar,” katanya. Sirkulasi udara yang baik mencegah terarium mengembun sehingga keelokannya tetap terjaga. Itulah sebabnya ia menyimpan terarium di ruangan bersirkulasi bagus. Jika sebaliknya, gunakan kipas di dinding terarium.

Lampu

Terarium nepenthes itu tanpa lampu karena Eric meletakkannya di selasar, bukan di ruangan tertutup. Pada pagi hari terarium itu terpapar matahari sehingga proses fotosintesis tetap berlangsung. Menurut penangkar tanaman karnivora di Bogor, Jawa Barat, Muhammad Apriza Suska, terarium di ruangan tertutup seperti di ruang tamu atau kamar tidur, perlu tambahan lampu neon.

Lampu bisa dipasang pada palang yang diletakkan melintang sehingga ditopang dinding kaca terarium. Cara lain menggunakan lampu sorot yang dipasang di sudut tertentu agar menyorot ke bagian terarium. Menurut ahli nutrisi di Jakarta, Yos Sutiyoso, agar fotosintesis tetap berlangsung dalam ruangan tertutup, sebaiknya gunakan lampu yang memancarkan sinar biru dengan panjang gelombang 400-450 nanometer dan merah (panjang gelombang 650-700 anometer). “Beberapa produsen ada yang memproduksi lampu khusus untuk tanaman,” katanya.

Selain terarium dalam kotak kaca, Eric juga membuat terarium dalam wadah kaca berbentuk oval dan tabung. Yang menarik ada juga terarium mini berupa bola kaca seukuran bola tenis yang diberi lubang pada bagian samping. Pada bagian atas bola kaca terdapat cincin mungil untuk tali. “Untuk memajangnya dengan cara digantung,” kata Eric. Karena berukuran kecil, maka yang ditanam dalam bola kaca itu adalah tanaman pemangsa yang berukuran mungil seperti drosera.

Menurut Eric, perawatan terarium gampang-gampang susah. Ia menghindari pemberian pupuk sebagai sumber nutrisi. “Makanan diberikan dengan memasukan serangga seperti lalat atau ulat ke dalam kantong sebulan sekali,” katanya. Penyiraman cukup menggunakan semprotan dua kali sehari pada pagi dan sore saat kemarau hingga seluruh tanaman benar-benar basah. Bila musim hujan cukup sekali sehari. Dengan begitu sang pemangsa tetap tampil prima meski dalam kaca. (Imam Wiguna)

Keterangan Foto :

  1. Berbagai bentuk dan ukuran terarium buatan Eric Leong di Monkey Cup Garden, Penang, Malaysia
  2. Terarium dalam kotak kaca buatan Eric Leong menyerupai habitat aslinya di alam
  3. Terarium mini dalam bola kaca seukuran bola tenis. Tampil cantik dengan cara digantung
  4. Eric Leong hadirkan habitat nepenthes dalam kotak dan bola kaca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img