Saturday, August 13, 2022

Pembuktian Bolero’s Kelani

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Sebulan sebelum 11 & 12th ICA-FIFe International Cat Show di Ciloto, Bandung, Kelani kawin. Sebab itu bulu betina berumur 2 tahun itu rontok. Memang saat kontes sebagian bulu rontok telah tumbuh, tapi masih pendek dan kasar saat disentuh. Sebagian bulu tersisa terlihat gimbal lantaran jarang disisir. ‘Kalau disisir malah takut rontok,’ kenang Betty Setiawati, sang pemilik dari Bandung.

Setelah masa rontok lewat, bulu Kelani rajin disisir dan tak lupa dimandikan 2 kali seminggu. Agar bulunya kuat, Kelani pun rutin diberi vitamin E. Upaya itu berbuah manis. Pada kelas open, di atas umur 10 bulan, Kelani tampak paling menonjol dibanding 8 kontestan lain. ‘Wonderful undercoat (bulu dalamnya bagus, red),’ ujar Laura Burani, juri dari Norwegia yang menunjuknya sebagai best in show (BIS) female.

Lincah

Di babak selanjutnya Kelani beradu dengan Ch LTCH Jianni of Stupa-pemenang BIS male. Jianni, klangenan Sugeng di Jakarta Selatan, punya mata bulat berwarna jingga yang menawan. ‘Mata yang fantastis,’ kata Laura. Kedua telinganya pun mungil dengan jarak berjauhan, sehingga kepalanya terlihat bulat.

Sayang, saat penilaian Jianni seperti lemas, kerap mengabaikan lambaian tangan Laura. ‘Padahal sebelum penjurian banyak bergerak. Mungkin stres karena ramai dan mendengar suara bising,’ ucap Sugeng. Jianni pun meraih best in opposite sex.

Langkah Kelani tak terbendung di babak puncak. Homelynx Fairy Boy-pemenang category II-tak kuasa bersaing. Padahal Kot-panggilan akrab-milik Prijasamba di Jakarta Timur itu selalu berusaha meraih mainan yang disodorkan juri. ‘Ia mencerminkan maine coon sejati: gemar main,’ ucap Laura. Sayang, modal itu tak cukup mematahkan pesona Kelani.

Nasib serupa dialami Aphrodite, pemenang category III. Sphinx kepunyaan Ave Lineke asal Bandung itu aktif saat juri mengayunkan mainan di hadapannya. Namun, kelincahan itu belum cukup menandingi Kelani. ‘Kelani lebih berhak juara karena ia sudah menghadapi banyak lawan. Selain itu Kelani mendekati standar persia,’ tambah Laura.

Juri internasional

Persaingan ketat terjadi juga di kategori house cat-kucing tanpa sertifikat pedigree yang diikuti 7 kucing. Robson klangenan V. Hanni Kalapaking tampil sebagai juara. Robson memiliki kombinasi warna bulu kontras hitam dan putih. Pola warna unik membuat juri mengganjar gelar best shorthair. Saat perebutan best house cat, Kenzie, jawara longhair, tampak sulit menandingi Robson. Stamina kucing berumur 3 bulan itu kendor saat penentuan juara.

Kontes yang diikuti lebih dari 100 kontestan itu menjadi ajang unjuk gigi kucing ternakan lokal. Terbukti Canina Miokuru Tanoshii sukses mengalahkan kucing-kucing impor di kelas yunior. ‘Kualitas kucing lokal semakin meningkat,’ kata Herry Marwanto, juri nasional. Selain itu kontes yang diselenggarakan di ITC Permata Hijau, Jakarta Selatan, membuka jalan bagi 4 juri nasional: Russy Erwin, Herry Marwanto, Ratih, dan Bayu, untuk mendapat pengakuan sebagai juri internasional. Pengakuan itu didapat setelah mendampingi juri internasional untuk menjuri 380 kucing kategori I. (Lastioro Anmi Tambunan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img