Friday, December 2, 2022

Penakluk Kanker Ovarium

Rekomendasi
Sambiloto sebagai antikanker telah teruji di laboratorium
Sambiloto sebagai antikanker telah teruji di laboratorium

Kombinasi sambiloto, keladi tikus, dan temuputih menghalau kanker ovarium.

Sejak pertama kali haid ketika SMP, menstruasi Siti Julaeha di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, tidak teratur. “Menstruasi tujuh bulan sekali, bahkan setahun sekali,” ujar perempuan yang kini berusia 27 tahun itu. Ia pun memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan. Dokter hanya mendiagnosis Siti dengan gangguan hormonal. Untuk itu dokter memberikan obat untuk memperbaiki hormon. Obat itu menjadikan menstruasi Siti teratur. Sayang, ketika obat habis, siklus bulanan Siti kembali terganggu.

Pada 2005, ketika berada di kampus, ia merasakan sakit perut tak tertahan setelah mengonsumsi makanan pedas. Ia kembali ke dokter di sebuah rumahsakit. Di sana dokter mendiagnosisnya radang usus buntu dan merekomendasikan pembedahan. Ketika pembedahan, dokter menemukan sel kanker di indung telur sebelah kanan. Tidak ada pilihan lain, Siti langsung menjalani 2 operasi dalam sekali bedah: pemotongan usus buntu sekaligus pengangkatan sel kanker.

Pascapembedahan, derita Siti belum berakhir. Dokter menyarankan Siti menjalani kemoterapi untuk mencegah sel kanker kembali tumbuh. Pasalnya, Siti mengidap kanker yang sifatnya mendekati ganas. “Jika tumbuh lagi, kanker langsung mencapai stadium 2 atau 3,” ujar Siti menirukan ucapan dokter.

Kanker ovarium

Kanker ovarium alias indung telur tergolong kanker ganas yang kerap mendera organ reproduksi perempuan. Jumlah penderita kanker itu menempati urutan kedua terbanyak setelah kanker serviks alias leher rahim. Setiap perempuan memiliki sepasang indung telur yang terletak di kanan dan kiri rahim. Fungsinya menghasilkan sel telur (ovum) serta memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Keduanya hormon vital yang mengatur sifat kewanitaan.

Menurut dr Kerry Ramlan Kartosen SpOG, ginekolog di rumahsakit Islam Siti Hajar, Sidoarjo, Jawa Timur benjolan yang tumbuh membesar di dalam maupun di luar tubuh disebut tumor. “Tanpa penanganan dini, sel tumor akan menjadi kanker yang berkembang pesat dan ganas,” ujarnya.

Siti bersama suami dan putra semata wayangnya
Siti bersama suami dan putra semata wayangnya

Gejala kanker ovarium antara lain menstruasi tidak teratur dan nyeri hebat di perut kanan atau kiri bawah. Siti yang gemar mengonsumsi mi instan dan makanan cepat saji tak begitu saja menuruti saran dokter untuk menjalani kemoterapi. Ia mencari beragam informasi mengenai kemoterapi. Informasi yang ia peroleh, meski telah melakukan kemoterapi sel kanker tetap saja bisa tumbuh. Belum lagi efek kemoterapi yang kerap muncul seperti rambut rontok dan kering di kulit.

Seorang rekan lantas menyarankan Siti menjalani pengobatan herbal. Dengan kondisi yang masih lemah dan tertatih-tatih pascaoperasi, Siti mendatangi Suprijanto, herbalis di Ciledug, Tangerang, Banten. Suprijanto menyarankan perempuan yang berprofesi sebagai guru taman kanak-kanak itu mengonsumsi kombinasi rimpang temuputih, daun keladi tikus, dan daun sambiloto.

Hamil

Siti mengonsumsi masing-masing herbal sebanyak 3 kapsul 3 kali sehari. Total jenderal, setiap hari ia mengonsumsi 27 kapsul. Setelah tiga hari konsumsi, ia mengalami mual hebat. Untuk meredakan mual, ia menurunkan dosis menjadi masing-masing 2 kapsul. Dalam sehari ia hanya mengonsumsi 18 kapsul.

Selang 3 bulan, Siti merasakan perbaikan. “Tubuh lebih bugar dan tidak pernah pusing-pusing,” ujarnya. Yang menggembirakan setahun pascakonsumsi herbal, Siti positif hamil. Padahal sebelumnya ia dinyatakan sulit hamil karena hanya memiliki satu ovarium tersisa akibat pengangkatan sel kanker.

Saat operasi caesar anak pertama, dokter tidak melihat sel kanker yang tumbuh lagi. “Pemeriksaan dokter menyatakan sudah bersih,” ungkapnya. Meski kondisi sudah membaik, Siti masih mengonsumsi herbal 2-3 kali dalam sebulan. Kini putra semata wayangnya berusia 4 tahun.

Sambiloto vs Adenokarsinoma
Sambiloto vs Adenokarsinoma

Menurut Suprijanto, keladi tikus Typhonium flagelliforme berperan menghambat sel kanker dan meningkatkan daya tahan tubuh. Temuputih Curcuma alba memperbaiki kerja jantung. “Sambiloto menghambat pertumbuhan sel kanker, memperlancar sirkulasi darah, dan memperbaiki kerja hati,” ujarnya. Oleh karena itu Suprijanto menyebut sambiloto sebagai fondasi sistem pengobatan. Sebab, organ tubuh yang bekerja dengan baik membuat tubuh menjadi lebih sehat.

Efek antikanker sambiloto telah teruji di cawan laboratorium. Nugrahaningsih WH di Program Pascasarjana Ilmu Biomedik Universitas Diponegoro, Semarang, menguji aktivitas antikanker sambiloto secara praklinis terhadap sel kanker payudara adenokarsinoma. Ia membagi sampel dalam lima kelompok. Kelompok I kontrol negatif, sedangkan kelompok II-V diberi ekstrak air sambiloto dosis 0,1-100 mg/ml. Sehari pascaperlakuan, ia menghitung kematian sel kanker.

Hasilnya, ekstrak sambiloto terbukti membunuh sel kanker. Semakin tinggi dosis, kematian sel kanker semakin banyak. Kematian sel kanker terbanyak pada sambiloto dosis 100 mg/ml, kematian sel rata-rata 230 (lihat tabel). Ia menduga zat aktif dalam sambiloto menyebabkan sel kanker mengalami apoptosis dan nekrosis. (Desi Sayyidati Rahimah)

Berpadu Lawan Kanker Ovarium

537_ 104-1

Kombinasi herbal sambiloto, keladi tikus, dan temuputih menghalau kanker ovarium

  • Sambiloto menghambat pertumbuhan sel kanker, memperlancar sirkulasi darah, dan
  • memperbaiki kerja lever
  • Temuputih memperbaiki kerja jantung
  • Keladi tikus menghambat sel kanker dan meningkatkan daya tahan tubuh
Previous articleKumur Kulit Jeruk
Next articlePegagan Naik Lemak Turun
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img