Thursday, December 8, 2022

Penakluk Penyakit Hati dari Afrika

Rekomendasi

Bukan perihal diferensiasi dan integral limit seperti yang kerap diajarkan di kelas, tetapi menjabarkan berbagai produk kesehatan demi menambah sakunya. Makanya, minimal jam 22.00 ia baru bisa beristirahat di rumah. Esok jam 8 pagi, pria berusia 26 tahun itu sudah harus tiba di kelas untuk mengajar.

Kelamnya malam tak menghentikan kerja keras Yusuf untuk menghasilkan uang tambahan. Demi si jabang bayi, kata suami Yulia Savitri itu. Medio Maret nanti diperkirakan lahir anak pertama yang telah ditunggu sepasang suami istri yang menikah setahun silam itu.

Yusuf berjanji mencukupi segala kebutuhan keluarganya. Makanya, jam 7 pagi ia rela beranjak menempuh perjalanan menuju Universitas Lambungmangkurat, Banjarmasin yang membutuhkan waktu 1 jam dari rumahnya. Sore hari, ia bersama kolega memberikan presentasi produk alat kesehatan. Selesainya? Bisa malam hari atau pagi buta. Keadaan itu berlangsung terus-menerus setiap hari.

Cuaca apa pun tak jua menjadi penghalang. Yusuf yakin badannya cukup kuat melakukan perjalanan di bawah terik matahari maupun derasnya hujan. Ia tak sadar kelelahan menggerogoti tubuhnya, sehingga penyakit mudah berkembang. Apalagi, teman setianya adalah kendaraan beroda dua yang tak mampu menghalangi angin, bakteri, debu, dan polusi masuk ke tubuh.

Hepatitis

Deru motor bersaing dengan suara tumpahan hujan. Awal November 2006, Yusuf terus memacu sepeda motornya menempuh perjalanan ke Banjarmasin saat dingin menerpa tubuhnya. Sebab, saat itu ada pertemuan bisnis besar sehingga ia harus hadir. Selama presentasi, badannya masih tetap fit walau acara berlangsung hingga tengah malam. Namun, keesokan harinya ia lunglai. Kepalanya diikat erat-erat dengan handuk. Kepala serasa mau pecah, kata Yusuf. Pria kelahiran 2 April 1980 itu hanya sanggup berbaring di tempat tidur. Sebab, sedikit saja ia bergerak, pening hebat menerpa otaknya serta mata berkunang-kunang.

Flu dianggap sebagai penyebab. Makanya, dengan beristirahat cukup pasti keadaan tubuh normal kembali. Sayang, bukan kesembuhan yang didapat. Sedari pagi, semua makanan yang dikonsumsi dimuntahkan. Pusing dan mual terus mendera. Ditambah lagi menggigil kedinginan karena perut kosong dan nyeri ulu hati menusuk. Yusuf hanya meringis di kamarnya. Lantaran tak ada makanan yang masuk ke tubuh, tubuhnya berangsur kurus, bobot turun 5 kilogram dari 60 kg menjadi 55 kg.

Seminggu kemudian, kakaknya menjenguk. Ia melihat mata dan badan Yusuf menguning. Yusuf diduga terkena jaundice atau sakit kuning. Hal itu diperkuat dengan warna urine yang berubah kekuningan dan frekuensi buang air kecil berlebihan. Saat itu juga, Yusuf langsung dilarikan ke Rumahsakit Umum Daerah Ulin, Banjarmasin.

Hasil pemeriksaan laboratorium kadar SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic transaminase) Yusuf mencapai 365 U/L. Padahal orang normal hanya 53 U/L. Bilirubin Yusuf 11,5 U/L, kadar normal 5 U/L. Keduanya merupakan parameter fungsi hati dan empedu. Diagnosis dokter, Yusuf mengidap penyakit hepatitis A. Lantaran parah, pria setinggi 165 cm itu dianjurkan menjalani opname selama 10-15 hari.

Yusuf menolak lantaran ada resepsi penikahan sang kakak keesokan hari. Ia takut orangtua dan kerabat sedih dan terbebani selama acara berlangsung. Selain itu, Yusuf juga khawatir ketergantungan terhadap obat-obatan kimia. Sebab, 5 jenis obat dari Puskemas yang diasupnya selama sakit tak berujung kesembuhan. Rencana rawat inap pun dibatalkan. Dokter hanya mengingatkan agar Yusuf rutin mengasup satu jenis obat yang diresepkan dan menjauhi makanan yang digoreng serta berbumbu kunyit.

Setelah habis, obat resep dokter itu tak lagi ditebus lantaran memberi efek mual sehingga bobot tubuhnya kembali turun hingga 3 kilo. Yusuf memilih berkonsultasi dengan teman herbalis. Kayaknya herbal lebih aman, tanpa ada efek samping, kata Yusuf. Herman, temannya itu menyodorkan teh rooibos lantaran mengandung zat yang mampu memperbaiki fungsi hati. Untuk mempercepat kesembuhan, ia rutin mengkonsumsi teh merah asal Afrika itu. Satu teh celup rooibos digunakan untuk 3 kali minum.

Segelas atau setara 200 ml teh asal semak Cedarberg itu diseruputnya pagi, siang, dan sore. Efeknya langsung terasa, tidurnya lebih nyenyak. Dulu sakitnya ulu hati bukan main, jadi mual terus dan sulit tidur, kata Yusuf. Kini badannya lebih bugar dan bertenaga. Ia pun mampu menjalankan kedua aktivitasnya, mengajar dan menjual produk-produk kesehatan.

Sejak didiagnosis hepatitis, Yusuf kembali memeriksakan kondisi tubuhnya. Nilai SGOTnya telah normal kembali: 56 U/L. Sedangkan bilirubinnya turun 5 poin menjadi 6 U/L. Bobot tubuhnya pun kembali normal menjadi 55 Kg.

Kuning

Menurut Prof Dr Nurul Akbar SpPD-KGEH, ahli hepar Universitas Indonesia, warna kuning yang terjadi pada kulit dan bagian putih mata disebabkan oleh tingginya kadar pigmen empedu atau bilirubin di dalam darah. Pembuangan sel darah merah yang sudah tua atau rusak dilakukan empedu. Selama proses tersebut berlangsung, hemoglobin akan dipecah menjadi bilirubin. Lantas, dibawa ke dalam hati dan dibuang ke usus sebagai bagian dari empedu.

Jika proses pembuangan itu terganggu, maka bilirubin yang berlebihan akan masuk ke dalam aliran darah dan akhirnya menyebabkan sakit kuning. Kadar bilirubin tinggi dalam darah terjadi pada peradangan atau adanya kelainan pada hati yang mengganggu proses pembuangan ke empedu, seperti penyumbatan saluran empedu di luar hati oleh batu empedu atau tumor.

Infeksi hepatitis A pada anak-anak tidak menimbulkan gejala, sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning, dan hilangnya nafsu makan. Masa inkubasinya 30 hari. Penyebabnya ditularkan melalui makanan atau minuman terkontaminasi feces pasien, makan buah-buahan, sayur yang tidak dimasak atau makan kerang yang setengah matang atau minum es batu yang prosesnya terkontaminasi.

Rooibos

Keampuhan rooibos mengatasi hepatitis Yusuf lantaran kandungan orientinnya. Senyawa itu menangkap radikal bebas dan mengurangi perubahan pada sel darah manusia akibat radiasi. Ia melindungi tubuh dari oksidasi lemak di hati dan menghambat kerusakan pada sumsum tulang dan sistem pencernaan.

Selain itu juga diperkuat oleh adanya 13 jenis enzim yang terkandung dalam teh itu. Antara lain Aspartate aminotransferase (AAT), acid phosphatase (ACP), cytosol aminopeptidase (CAP-l), glucose-6-phosphate isomerase guanine deaminase (GDA), iIsocitrate dehydrogenase (IDH), dan leucine aminopeptidase (LAP). Tigabelas enzim itu membantu metabolisme zat makanan yang masuk dalam sistem pencernaan. Itulah hasil penelitian yang dilakukan oleh Michelle van Der Bank dari Department of Botany, Rand Afrikaans University, Auckland Park, Afrika Selatan.

Aspalanthus linearis juga kaya vitamin dan mineral. Hal itu dibuktikan oleh Marc S. Micozzi, M.D., Ph.D., director of the Policy Institute for Integrative Medicine in Bethesda, Maryland, Amerika Serikat. Pada 200 ml teh rooibos mengandung 0,07 mg zat besi, 7,12 mg natrium, 6,16 mg yodium, 0,07 g tembaga, 0, 04 mg seng, 1,57 mg magnesium, 0,22 mg flourida, 0,04 mg magnesium. Kesempurnaan zat gizi teh semak itulah yang membantu Yusuf mengembalikan kondisi tubuhnya sehat kembali. (Vina Fitriani)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Pemanfaatan Limbah Ceker Ayam sebagai Obat

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan collagen tripeptide yang dihasilkan dari limbah ceker ayam sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis.  Fitria Yuliana,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img