Thursday, December 8, 2022

Penawar Sakit dari Negeri Atap Langit

Rekomendasi

Sebelumnya atlit-atlit Cina saat kejuaraan atletik di Jerman pada 1993 juga memboyong 9 medali emas. Selain latihan ekstrakeras, rahasia kemenangan mereka lantaran mengkonsumsi ramuan tanaman obat berisi Cordyceps sinensis.

Obat yang rutin dikonsumsi Huang Li Ping dan kawan-kawan adalah He Yuan Tang hasil temuan Li Xiao Ping. Bahan utama dalam suplemen itu adalah Cordyceps sinensis, tumbuhan endemik di Pegunungan Himalaya, Tibet. Tumbuhan yang hanya berproduksi pada Mei—Juni saat temperatur (–) 3—10oC cuma tumbuh di kisaran ketinggian 4.000—4.400 m dpl.

Bahan lain dalam suplemen itu adalah jamur ling zhi Ganoderma lucidum, akar mae thung alias astragali Astragalus membranaceus, sejenis putsa Ziziphus vulgaris, dan buah cerry. Cordyceps berfaedah memperlancar peredaran darah sehingga tubuh lebih bugar dan menekan kolesterol jahat (baca boks: Sehat dengan Ulat Musim Dingin).

Kado

Menurut Li, “Bahan lain dalam suplemen hanya berfungsi untuk mendukung kerja cordyceps,” ujar pria kelahiran 26 November 1949 itu. Dong chong xia cao—sebutan cordyceps di Cina—satu-satunya tumbuhan yang mampu menjangkau saraf ren mai dan tu mai—istilah anatomi dalam pengobatan tradisional cina.

Kedua titik saraf itu dimulai dari ubun-ubun dan berakhir 1 cm dari anus. Ren mai melewati bagian depan tubuh; tu mai, belakang. Alumnus Guangdong University itu mengemas He Yuan Tang dalam botol 30 ml. Sebuah kemasan terdiri atas 6 botol. Sosoknya mirip buku bersampul hardcover yang cantik dan berlapis plastik.

“Obat ini bisa juga dijadikan kado,” kata Li ketika ditemui Trubus di Guangdong, Cina. Di negeri Tirai Bambu setengah lusin botol He Yuan Tang dijual Y108 setara Rp200.000. He Yuan Tang kemudian diberikan kepada Komite Olahraga Cina.

Institusi itulah yang akhirnya merekomendasikan suplemen untuk dikonsumsi rutin oleh para atlit sebelum berlaga. Bulan ini Olimpiade kembali digelar di Athena, Yunani. Boleh jadi He Yuan Tang kembali dikonsumsi para duta olahraga Cina agar mampu mengulang sukses.

13 tahun

Pria 55 tahun itu menganjurkan dosis konsumsi 1 botol per hari. Selain memberi kesegaran, He Yuan Tang ampuh mengatasi berbagai penyakit. Contoh, Huang, warga Guangzhou, bertahun-tahun menderita peradangan empedu. Setelah 1 bulan rutin mengkonsumsi He Yuan Tang akhirnya sembuh. “Fungsi He Yuan Tang adalah mempercepat penyembuhan penyakit,” kata Li.

Penderita diabetes mellitus akut di Vietnam juga merasakan kemujaraban He Yuan Tang. Kadar gula darahnya kembali normal setelah sebulan rutin mengkonsumsinya. “Anehnya kepalanya yang semula botak juga ditumbuhi rambut,” tutur Li. He Yuang Tang menambah vitalitas, imunitas, dan kesegaran tubuh. Faedah lain mencegah anemia, disfungsi ereksi, ginjal, kanker, penuaan dini, hipertensi, insomnia, dan tuberkolosis.

Tumbuhan sepanjang 8—12 cm itu antara lain mengandung antibiotik ophiokordin, asam alkenoik, bio–xanthracenes, cordycepin, cordypiridones, nukleosida, dan polisakarida. Dengan kelebihan itu wajar jika Yuan Tang diminati di berbagai negara. Setidaknya produk itu dapat ditemukan di belasan negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Italia, Jerman, Rusia, Korea Selatan, dan Malaysia. Setiap tahun Li memproduksi 1.200.000 botol Malahan ketika berkongsi dengan rekan lain, ia meraup omzet Y400-juta hasil perniagaan 50-juta botol per tahun.

Sayang, kongsi itu pecah pada November 2002. Setelah itu Li memulai usaha baru dengan produk He Yuan Tang. Maklum, selama 13 tahun ia meriset yertsa gomba—istilah di Tibet—sebelum akhirnya dilepas ke pasaran. Setelah masuk ke Indonesia, jumlah suplemen dan obat cina yang beredar kian bejibun. (Sardi Duryatmo)

Sehat dengan Ulat Musim Dingin

Semangkuk kecil sup ayam menghangatkan pagi di Guangzhou yang basah diguyur hujan. Penganan itu disajikan di Xinhui R&D Base for Tissue Culture of Fruit Plants di Provinsi Guangdong, Cina Selatan. Itu bukan sekadar sup ayam. Di dalamnya dimasukkan tung chong cauw, papar Pan Chun Xiao, pemandu Trubus. Dong chong xia cao alias Cordyceps sinensis itu salah satu obat tradisional cina paling populer.

Ia bersifat sebagai tonik (obat penguat). Berkhasiat meningkatkan aliran darah sehingga tubuh lebih segar serta menurunkan kolesterol jahat dan gula darah . Ia juga cocok untuk mengobati nyeri punggung, kaki sering terasa dingin, tidur tak nyenyak, susah buang air, pikun, rambut rontok, dan membangkitkan selera makan. Setelah mengkonsumsinya wajah seseorang kelihatan merah berseri. Pada zaman dinasti Ming ia hanya boleh digunakan sebagai obat untuk keluarga kerajaan.

Gunung salju

Tanaman yang namanya berarti tumbuhan ulat musim dingin (dong = dingin, chong = ulat, xia cao = rumput) itu hanya tumbuh di pegunungan bersalju. Sekitar 1.500 tahun silam gembala di Pegunungan Himalaya, Tibet, kerap terkejut melihat ternak mereka bertambah kuat setiap kali usai memakan sejenis rumput. Rumput itu sebenarnya tunas yang keluar dari tubuh ulat yang mati karena diserang sejenis jamur parasit. Jamur tersebut menggerogoti nutrisi dalam tubuh ulat hingga mati pada musim dingin. Saat musim panas tiba keluarlah tunas siap petik.

Lantaran hanya diperoleh saat musim tertentu dari pegunungan tinggi bersalju harganya meroket. Apalagi di Cina Selatan yang tidak memiliki dataran tinggi. Oleh karena itu dilakukan rekayasa genetik untuk menghasilkan tung chong cauw secara massal. Salah satu produsennya adalah Guangdong Xinhui Xinkang Cordyceps Manufactured Products Factory.

Di sana cordyceps dihasilkan dengan menaruh jamur parasit di dalam media tertentu. Setelah 90 hari, tunas dong chong xia cao sudah bisa diambil. Tunas itu lantas diolah menjadi bubuk yang dikemas dalam paket-paket kecil. Satu paket berisi 6 bungkus dilabeli harga 190 yuan setara Rp380.000. Sebungkus bubuk direbus di dalam 6—8 mangkuk air. Masak selama 3 jam di atas api kecil. Agar lezat masukkan seekor ayam. Jadilah sup pembangkit energi yang siap disajikan untuk 4 porsi. (Evy Syariefa Firstantinovi)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Pemanfaatan Limbah Ceker Ayam sebagai Obat

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan collagen tripeptide yang dihasilkan dari limbah ceker ayam sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis.  Fitria Yuliana,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img