Thursday, July 25, 2024

Peneliti Sebut Limbah Tebu Berpotensi sebagai Sumber Biomassa

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Limbah tebu seringkali hanya dibakar karena dianggap tidak berharga. Padahal, faktanya limbah tebu berpotensi sebagai sumber biomassa. Itu diungkapkan oleh Euis Hermiati, peneliti dari Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk (PRBB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Euis mengatakan, melalui proses tertentu, limbah tebu dapat diolah menjadi berbagai bioproduk. Biorefinery adalah pengolahan berkelanjutan dari biomassa menjadi spektrum produk dan energi yang dapat dipasarkan.

Sebelumnya, komponen yang diminati hanya sebatas selulosa untuk pembuatan bioetanol. Namun, saat ini komponen utama lainnya (lignin dan hemiselulosa) dapat memaksimalkan hasil keseluruhan dari senyawa berharga tersebut.

Lebih lanjut, Euis menjelaskan, banyaknya limbah tebu yang dihasilkan bergantung pada varietas tanaman, umur tanaman saat panen dan tanah, serta kondisi cuaca. Berdasarkan komposisi kimianya, limbah tebu mengandung 35,54 glukosa yang dapat diubah menjadi hemiselulosa. 

“Tak hanya itu, limbah tebu pun merupakan sumber xylose dan XOS (xylooligosakarida) sekitar 35% yang dapat diolah menjadi pemanis buatan untuk makanan, produk kesehatan dan industri farmasi. Sisanya sekitar 30% mengandung lignin dan abu,” terang Euis dikutip dari laman Badan Riset dan Inovasi Nasional

Euis menambahkan, saat ini Indonesia melalui BRIN telah berkolaborasi melakukan penelitian Proyek Biorefinery E-Asia Terpadu Limbah Tebu yang telah dilakukan sejak 2019 hingga 2023 bersama Thailand, Jepang, dan Laos. Euis bersama dengan peneliti PRBB lainnya yakni Widya Fitriasari, ikut terlibat di dalamnya. 

Proyek terpadu tersebut meliputi pretreatment dan fraksinasi, desain dan konstruksi pabrik sel ragi CBP, evolusi adaptif dari penghasil xylitol, produksi biosurfaktan dari lignin, serta analisis sosial ekonomi dari integrasi prosesnya.

Euis menyatakan, pretreatment dan fraksinasi limbah tebu yang tepat sangat penting untuk memanfaatkan masing-masing komponen biomassa (selulosa, hemiselulosa, dan lignin) dalam menghasilkan produk bernilai. 

“Dalam penelitian ini kami merekayasa ragi Pichia pastoris untuk menghasilkan isobutanol, biofuel lanjutan secara langsung dari glukosa. Ragi Pichia pastoris secara alami tidak dapat memetabolisme xilosa untuk menghasilkan biofuel isobutanol langsung dari limbah tebu hidrolisat,” jelasnya. 

Oleh karena itu, lanjut Euis, ragi yang direkayasa dapat meningkatkan fermentasi hidrolisat biomassa untuk menghasilkan bioetanol dan isobutanol. Adaptasi ragi dapat meningkatkan produksi xylitol dari hidrolisat hemiselulosa.

Menurutnya, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk memilih pola terbaik biorefineri limbah tebu, baik layak secara ekonomi maupun memiliki dampak sosial dan ekonomi yang menguntungkan bagi masyarakat.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kembangkan Kelapa Genjah Merah Bali, Pekebun Panen Lebih Cepat

Trubus.id—Gede Sukrasuarnaya kesengsem penampilan kelapa genjah merah bali. “Warnanya cantik jingga kemerahan. Buahnya lebih banyak dan lebih besar dibandingkan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img