Tuesday, November 29, 2022

Pengantar Nilam

Rekomendasi

Februari 2012, Trubus memaparkan topik “Teknik Baru Suling Nilam: Rendeman Lima Kali Lipat.“ Ini sungguh sebuah temuan luar biasa karena biasanya rendeman nilam hanya berkisar pada angka 2% saja. Kadang-kadang terbetik kabar ada yang bisa menyuling minyak nilam dengan rendeman 3%. Belum pernah ada penyuling yang sanggup memperoleh nilam dengan hasil 10% atau lebih.

Informasi itu tentu saja memenuhi segala macam syarat daya tarik sebagaimana yang selalu diterapkan dalam pemilihan sebuah berita. Wawancara dengan pemilik teknologi itu, Herdi Waluyo, pun segera dilakukan. Sejumlah narasumber yang kompeten di dunia nilam kami hubungi. Ada sejumlah narasumber yang meragukan. Untuk memenuhi unsur keseimbangan pemberitaan, wawancara dengan narasumber yang meragukan kebenaran informasi itu disajikan dalam tulisan terpisah dengan judul “Menjulang Bikin Bimbang” agar lebih mudah terlihat oleh pembaca.

Hasil wawancara kami muat dalam topik edisi Februari 2012. Sambutan pembaca memang cukup hangat. Pelatihan untuk menerapkan teknologi itupun kami gelar. Sebagaimana biasa, hubungan antara kami dan pembicara pelatihan adalah hubungan bisnis biasa, yakni pembicara dibayar dengan jumlah tertentu untuk setiap kali pelatihan yang diselenggarakan.

Dalam perkembangan selanjutnya, ada peserta yang melakukan transaksi jual beli alat dengan pembicara pelatihan, yakni Herdi Waluyo. Pada tahap ini kami sama sekali tidak ikut campur. Bahkan terjadinya transaksi pun tidak kami ketahui. Tak ada hubungan sedikit pun antara kami dengan Herdi Waluyo dalam jual beli alat penyulingan.

Setelah beberapa waktu terdengar kabar tidak menggembirakan: hasil penyulingan sama sekali tidak sesuai dengan yang dilontarkan dalam pelatihan. Bahkan dibandingkan cara penyulingan konvensional, hasil yang diperoleh dari alat suling yang dibeli dari Herdi Waluyo itu jauh lebih kecil. Kegagalan demi kegagalan muncul dari para pembeli alat penyulingan nilam ala Herdi Waluyo. Padahal, beberapa penyulingan dipandu sendiri oleh Herdi Waluyo beserta timnya, yakni Agus Purnama. Alasan yang terlontar dari kegagalan itu ialah mutu daun nilamnya yang jelek.

Sebagai tindak lanjut dari pemberitaan yang pernah kami tulis di edisi Februari 2012, pada edisi ini kami secara khusus menampilkan tulisan tentang berbagai kegagalan yang terjadi. Semoga tulisan ini dapat mencegah munculnya kegagalan-kegagalan baru penyulingan nilam dengan memakai alat yang diperoleh dari Herdi Waluyo. (Onny Untung)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mencetak Petani Milenial, untuk Mengimbangi Perkembangan Pertanian Modern

Trubus.id — Perkembangan pertanian modern di Indonesia harus diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Dalam hal ini...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img