Monday, November 28, 2022

Penyakit Gurami

Rekomendasi

Pepen Effendi

  1. Ada beberapa penyebab kematian gurami. Yang pertama faktor bibit. Bibit tidak sehat atau luka saat proses penangkapan dan pengangkutan menyebabkan gurami mudah mati. Kedua, pencemaran air. Ini terjadi jika kolam dekat dengan sumber pencemaran, seperti sawah yang menggunakan pestisida dan tempat pencucian mobil. Ketiga, padat tebar terlalu tinggi. Idealnya, untuk bibit berukuran di atas 6 cm padat tebar 20 ekor/m2. Keempat, faktor penyakit.
  2. Gurami rentan terserang parasit dan bakteri. Salah satu yang paling mematikan yaitu tuberkulosis (TBC) gurami. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian hingga 70%. Penyebabnya, infeksi bakteri Mycobacterium fortuitum. Serangan mematikan terjadi saat kondisi ikan lemah dan stres, misalnya akibat perubahan suhu yang drastis dan penurunan kualitas air. Gejala awal serangan, nafsu makan ikan terlihat menurun. Selanjutnya, sisik mengelupas dan muncul bercak-bercak merah disertai benjolan-benjolan kecil di sekujur tubuh. Pencegahan dilakukan dengan perawatan intensif menyeluruh. Setelah panen, bersihkan dan keringkan kolam selama seminggu. Lumpur dan kotoran yang mengendap di dasar kolam dibuang. Lapisan tanah dibalik dan ditambahkan kapur tohor sebanyak 100-150 g/m2 atau 200 g/m2 untuk tanah asam. Berikan imunostimulan seperti vitamin C dosis 150-500 mg/kg bobot tubuh saat bibit seukuran korek api selama 7-10 hari. Cara lain, rendam burayak gurami dengan larutan kalium permanganat (KMnO4) dosis 15 g/m3 selama 30 menit. Selama perendaman kombinasikan dengan pemakaian aerator agar ikan tidak mati kekurangan oksigen terlarut.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Jambu Mete, Komoditas Kelas Premium di Pasar Global

Trubus.id — Jambu mete menjadi salah satu komoditas kelas premium di pasar global. Bahkan, jambu mete merupakan produk kacang-kacangan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img