Thursday, December 8, 2022

Perangkap Dipasang, Grayak Tertangkap

Rekomendasi

grayakNaluri berketurunan membuat ulat grayak alias armyworm Spodoptera exigua berkembangbiak dan menggasak pertanaman bawang merah Allium cepa. Itu dimanfaatkan Dr I Made Samudra Msc dari Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik (BB Biogen) Bogor untuk mendesain perangkap. Perangkap feromon buatan Made menuntun ngengat—fase dewasa ulat grayak—menemui ajal.

Efektivitas perangkap itu teruji di Taiwan. Dalam 2 minggu, populasi grayak anjlok 97%. Percobaan Made menunjukkan, sebuah perangkap mampu menjebak dan menghabisi 110.000 ngengat jantan per periode tanam. Artinya, pejantan sebanyak itu gagal kawin dan berketurunan sehingga mencegah kelahiran 110-juta ulat. Maklum, 2—3 hari pascapembuahan, muncul ulat muda. “Bayi” super rakus itu menggasak daun bawang dari dalam sehingga sulit dibasmi dengan racun kontak.

Penggunaan perangkap, selain menyelamatkan bawang, juga menghemat pemakaian pestisida. Maklum, sebelumnya petani mesti menyemprotkan pestisida 2—3 kali seminggu untuk mencegah ulat berkembang-biak. Meski demikian, hasilnya juga tak terlalu memuaskan. Tanaman bawang yang rusak bakal ambruk sehingga tidak bakal bisa panen. Perangkap menjadi jalan keluar cerdas untuk mengatasi armyworm.***

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Pemanfaatan Limbah Ceker Ayam sebagai Obat

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan collagen tripeptide yang dihasilkan dari limbah ceker ayam sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis.  Fitria Yuliana,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img