Perawatan Intensif Dongkrak Pertumbuhan Domba Ekor Gemuk

Rekomendasi

Belasan domba ekor gemuk (DEG) di sebuah peternakan di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, tampak sehat dan seragam. Rata-rata bobot jantan umur 1,5 tahun mencapai 25–30 kg. Bahkan ada yang menyentuh 80 kg. Capaian itu diraih dalam masa pembesaran 14 bulan. Dimulai saat bakalan berumur 4 bulan dengan bobot sekitar 20 kg. Laju pertambahan bobot hariannya pun tergolong tinggi yakni 150–200 gram per hari. Biasanya pertambahan bobot harian DEG kurang dari 100 gram/hari.

Kunci pertumbuhan tersebut terletak pada perawatan intensif, pola pakan yang terjaga, serta penggunaan bibit unggul hasil seleksi. Bakalan dipilih dari individu paling besar di antara yang seumuran sehingga potensi genetiknya lebih baik sejak awal. Seleksi ketat itu menjadi fondasi performa pertumbuhan berikutnya.

Dari sisi pakan, ternak hanya mendapat hijauan tanpa konsentrat sebagai ransum utama. Hijauan diberikan bervariasi agar kebutuhan nutrisi terpenuhi secara alami. Untuk menjamin pasokan, tersedia 21 jenis hijauan yang ditanam di lahan 10 hektare. Jarak kebun pakan sekitar 500 meter dari kandang sehingga hijauan yang diberikan tetap segar. Sumber karbohidrat mengandalkan rumput odot, sedangkan protein dipasok dari rumput raja.

Pakan diberikan dua kali sehari pada pagi dan sore hari dengan jumlah 10–15% dari bobot tubuh. Artinya, domba berbobot 30 kg mengonsumsi sekitar 3–4,5 kg hijauan per hari. Selain itu tersedia pakan penguat berupa sumber serat nonrumput seperti bungkil kelapa sawit sebanyak 2–3% dari bobot badan.

Pakan penguat diberikan sebelum hijauan untuk meningkatkan kadar protein sesuai kebutuhan ternak. Untuk pejantan, tersedia suplemen racikan yang bertujuan meningkatkan kualitas semen dan performa sehingga diharapkan menjadi pejantan unggul.

Manajemen kandang juga mendukung pertumbuhan optimal. Tersedia lima jenis kandang dengan fungsi berbeda.Kelima kandang itu yakni kandang panggung sebagai hunian utama, umbaran, kawin, baterai, dan karantina. Kandang panggung dirancang agak miring sehingga kotoran padat dan cair langsung turun ke penampungan.

Kebersihan yang terjaga membantu menekan kadar amoniak sehingga ternak lebih sehat. Dua kali sepekan pejantan dilepas ke kandang umbaran agar bebas bergerak dan kualitas karkas tetap baik. Ternak sakit dipisahkan di kandang karantina untuk mencegah penularan.

Pemeliharaan intensif dengan pakan dasar dan tambahan sesuai kebutuhan membuat ternak dapat menghemat energi karena lebih banyak berada di kandang. Energi yang tersimpan itu kemudian dimanfaatkan untuk pertumbuhan daging. Kombinasi seleksi bibit, kecukupan nutrisi, dan manajemen kandang yang disiplin itulah yang mendorong pertambahan bobot domba ekor gemuk lebih tinggi dibandingkan pemeliharaan pada umumnya.

Artikel Terbaru

Penangkar Tanaman Perkebunan 3 Dekade Asal Jawa Timur

Tidak banyak penangkar yang konsisten mengembangkan usaha perbenihan selama puluhan tahun. Salah satunya Abdul Kholiq, penangkar asal Kabupaten Pasuruan,...

More Articles Like This