Thursday, December 8, 2022

Perburuan Buah Terpendam

Rekomendasi

Hasil eksplorasi itu memang menggembirakan. Semua berawal dari perencanaan yang matang. Rencana itu disusun 2 bulan sebelumnya dan kembali dibahas di sudut Pontianak menjelang senja. Di bawah rindang sawo durian, peta tua seluas meja makan itu digelar. Baharudin, penangkar bibit di Pontianak, Kalimantan Barat, menjelaskan rencana penjelajahan ke pedalaman. Pagi keesokan harinya, 24 Desember 2006, kami memulai eksplorasi setelah meneguk secangkir kopi hangat di Jalan Hijas, Pontianak.

Pesawat terbang, mobil, kapal cepat, dan ojek digunakan. Trans Kalimantan, jalan baru yang menghubungkan berbagai kota di Provinsi Kalimantan Barat dilalui. Delapan dari 13 daerah tingkat 2 di Kalimantan Barat dijejaki. Dari Pontianak, Landak, Sanggau, Sintang, Sekadau, hingga Melawi. Hanya Singkawang, Ketapang, dan Putussibau yang tak dijejaki.Di tepian hutan hampir sepanjang Sungai Melawi, tampak pohon-pohon durian sarat buah. Begitu juga lengkuis atau sejenis lengkeng lokal, urik, dan sibau sejenis rambutan hutan.

Jangan memvonis buah-buah itu tak ada gunanya, ujar Baharudin, pria 75 tahun yang turut mengeksplorasi keanekaragaman hayati. Hingga saat ini potensi besar itu belum termanfaatkan sebagaimana disampaikan Gubernur Kalimantan Barat Usman Jafar kepada Trubus, Memang banyak potensi yang belum mampu kita kembangkan. Jika dimanfaatkan optimal, kelaparan tak semestinya terjadi di Indonesia.(Sardi Duryatmo)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Pemanfaatan Limbah Ceker Ayam sebagai Obat

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan collagen tripeptide yang dihasilkan dari limbah ceker ayam sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis.  Fitria Yuliana,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img