Sunday, August 14, 2022

Perfect, Superstar Kemayoran

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Sejak awal Perfect memang tampil gemilang. Di kelas jantan dewasa, bermodalkan kombinasi bulu cokelathitam solid dan tebal, klangenan Acun dari Bandung itu menyingkirkan 3 pesaing. Bahkan 2 di antaranya menyandang gelar Thailand Champion. Perfect unggul lagi saat menghadapi Ina Ch Star Pom’s Nubby- rival terdekat-pada perebutan best of breed (BOB).

Di babak best of group (BOG) 5, Perfect harus menghadapi 7 fi nalis, antara lain dari trah chow-chow, keeshond, siberian husky, dan kintamani. Bermodalkan temperamen tenang sehingga tampak bersahabat dan jinak, Perfect pun meraih gelar BOG. Prestasi itu membuat pomeranian berumur 2 tahun itu melaju ke final.

Di sana Perfect sangat prima. ‘Langkahnya ringan dan teratur, seperti sedang melihat superstar berlari,’ ujar Peddie. Otot kaki dan punggung yang kuat membuat Perfect tampak apik saat stand-berdiri. Pantas Peddie tanpa perlu berpikir 2 kali langsung menunjuknya sebagai pemenang.

Ketat

Lawan Perfect di final, Expana’s Exclusive Revision of Silk tak kalah cantik. Dengan campuran bulu hitam dan perak, Yorkshire milik Lily Marcelina dari Semarang itu berkilau saat ditimpa cahaya lampu. Gerakan kakinya pun lincah. Namun modal itu belum cukup mengalahkan Perfect. ‘Perfect lebih mendekati standar trahnya: tubuh padat dan bulu luar kasar serta mengembang,’ ucap Peddie. Meski begitu Expana’s tidak pulang dengan tangan kosong. Trah yorkshire berumur 15 bulan itu dinobatkan sebagai reserve best in show (RBIS).

Nasib serupa dialami Conan Van Contra. Dengan kaki ramping trah anjing gembala jerman (AGJ) itu terlihat ringan melangkah. ‘Kakinya ramping karena Conan sering berlatih renang 2 kali seminggu,’ kata Willy, sang pemilik dari Bandung. Itu pun masih ditunjang dengan latihan berlari di daerah berbukit, 3 kali seminggu selama 1,5 jam. Pantas, saat stand otot-otot Conan tampak sempurna. Meski akhirnya tak merebut gelar tertinggi, Conan dianugerahi gelar BOG pada grup 1.

Kintamani

Lomba di lapangan Springhill Golf Residence, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 23 Agustus 2008 itu, semakin seru dengan kontes anjing kintamani. Mewakili champion jantan, Archo tampil memukau. Tubuhnya diselimuti bulu putih tebal. Penampilannya semakin gagah dengan otot baja yang menopang kaki jenjangnya. Pantas Luis Pinto Teixeira. juri dari Portugal, jatuh hati dan menganugerahinya BOB. ‘Struktur tulangnya bagus,’ ujar Luis.

Archo melaju ke babak perebutan BOG pada grup 5. Di babak itu Archo takluk pada Perfect. Penyebabnya, ‘Temperamen masih agak liar,’ tutur juri berpengalaman 32 tahun itu, yang kesulitan menyentuh Archo saat penilaian. Klangenan Sentot Sardjono dari Surabaya itu merebut reserve BOG lokal.

Prestasi Archo memang membanggakan trah kintamani. Harap mafh um, kintamani juara sedikit. ‘Kintamani tidak kalah dengan ras lain,’ kata Drs Soentono, MM, ketua umum Perkin. Kini Perkin bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Peternakan pada penghujung 2008 akan mengajukan pengakuan kintamani sebagai ras asli Indonesia ke Asean Kennel Union di Jepang. ‘Syaratnya harus ada 500 kintamani berstambum,’ ucap Soentono. (Lastioro Anmi Tambunan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img