Sunday, August 14, 2022

Periuk Monyet Klinik Kawinnya di Bangkok

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Jagoan dari Papua, Kutai, Palangkaraya, Pontianak, Padang, Jambi, Pekanbaru, dan Batam berkumpul di sudut Chatuchak, Bangkok, Thailand. Di bawah naungan jaring hitam semua berlomba menangkap serangga yang berani mendekat. Mereka yang berkantong besar dan cantik berhak unjuk gigi di pameran Rama Sembilan yang digelar setahun sekali di King Rama Garden, Bangkok. Di tempat itulah, pemburu dari segala penjuru dunia—termasuk Indonesia—berdatangan memboyong para unggulan dari nusantara.

Jagoan yang berkumpul di Th ailand itu bukan pendekar silat. Mereka puluhan kantong semar yang dikoleksi Chanrit Sinhabaedya, hobiis nephentes tergila di negeri Gajah Putih. Ia kerap bolak-balik ke Singapura, Malaysia, dan Srilangka mencari tanaman pemakan serangga terbaik. “Mereka sebetulnya dari Indonesia. Namun, telah diseleksi peneliti dan nurseri yang berada di ketiga negara itu,” kata Chanrit, sambil menunjukkan buku terbitan Malaysia yang membahas nephentes asal tanah Andalas dan Borneo.

Total jenderal koleksi nephentes Chanrit mencapai 300—400 buah. Dua puluh lima di antaranya tergolong nephentes spesies dan sisanya hibrida. Jumlah itu melonjak dibanding setahun silam yang hanya 55 jenis. Musababnya, Chanrit mulai menyilangkan sendiri. “Saya ingin seperti orang Singapura dan Malaysia,” katanya. Karena itu ia mengawinkan nephentes dataran tinggi yang cantik tapi sulit dirawat dengan jenis dataran rendah yang mudah dirawat.

Setiap hari mahasiswa Universitas Tanasart, Bangkok, itu merawat langsung koleksinya di lahan seluas 200 m2. “Turunan terbaik dari Indonesia saya karantina. Nantinya, setiap akhir tahun dipamerkan,” katanya. Berikut nephentes spesies dan hibrida—yang nenek moyangnya asal Indonesia—andalan Chanrit:

Spesies:

N. mirabilis var. echinostoma

Dialah mirabilis tercantik dan terlangka di dunia. “Coba lihat ini, semburat merah menyelimuti kantongnya,” kata Chanrit sambil menunjuk nephentes asal Borneo itu. Lazimnya, kantong mirabilis berwarna hijau. Beberapa di antaranya memang ada yang mempunyai semburat merah, tapi terbatas pada bagian atas, seperti N. mirabilis asal Bangka. Echinostoma kian menawan karena bibir dan leher kantong tebal. Biasanya bibir itu membulat.

N. ra. esiana

“Lihat, cantik bukan?” kata Chanrit sambil membopong pot persegi berwarna cokelat. Rafl esiana koleksi Chanrit memang unik. Bercak hijau terlihat seperti corak batik pada kain cokelat kemerahan. Di habitat aslinya, penampilan rafl esiana bisa beragam. Sebagian dominan hijau, sebagian lain cokelat. Ia semakin cantik karena tangkai bunga sangat panjang. Terakhir, Anda jangan kecele dengan rafl esiana. Ia tak ada hubungannya sama sekali dengan Raffl esia arnoldi yang sangat terkenal itu.

N. truncata

Truncata disebut nephentes cinta karena daun berbentuk hati. Posisi kantong pun tak seperti nephentes lain. “Unik bukan, kantong yang mungil itu seperti dijepit daun,” kata Chanrit. Di habitat asli, kantong truncata panjangnya bisa melebihi panjang majalah yang sedang Anda baca. Lebar daunnya dapat melebihi monitor komputer.

N. billii

Dialah zhu long cao—julukan nephentes di Cina—termungil. Ukuran kantong hanya sebesar ibu jari orang dewasa. Ia terlihat cantik karena tendril alias tangkai bunga panjang. Itu sebanding dengan ukuran daun yang lebarnya hanya 1,5 cm dan batang tanaman yang hanya sebesar pensil.

N. bicalcarata

Bicalcarata tergolong unik. “Dia punya taring, kontras dengan warnanya yang lembut,” kata Chanrit. Ia juga dikenal sebagai nephentes terbesar di dunia. Di alam bebas, di hutan Kalimantan, tingginya bisa mencapai 20 m. Panjang daun bisa 1 m.

Hibrida:

N. thorelii x N. ampularia

Bentuk keranjang babi—sebutan nephentes di Cina—itu unik. Dia hasil perbaikan dari kedua induknya. “Kantongnya cantik, bulat seperti bola. Ia juga mudah dirawat,” kata Chanrit. Maklum, kantong ampularia bulat dengan bukaan mulut lebar. Warnanya juga kurang ngejreng. Ia disokong oleh sifat baik thorelii yang warnanya cemerlang dan mudah dirawat.

N. truncata x N. stynophyla

Dia silangan cantik yang cocok di dataran rendah dan dataran tinggi. N. truncata terkenal sebagai kantong semar dataran rendah yang mudah dirawat. N. stynophyla berasal dari dataran tinggi yang sulit dirawat, tapi berbunga indah. Kantongnya juga cantik agak berbulu.Hasilnya, nephentes aduhai yang bandel.

N. alata x N. maxima

Siapa yang tak mengenal kecantikan N. maxima. Sayang, kantong semar asal Sulawesi itu sulit dirawat karena berasal dari dataran menengah sampai tinggi. “Hanya hobiis tertentu yang dapat membungakan maxima,” kata Chanrit. Setelah disilangkan dengan alata dari Filipina yang berasal dari dataran rendah, silangan itu menjadi tahan banting.

N (hookeriana x spectabilis)

Sepintas silangan ini biasa-biasa saja. Namun, coba perhatikan secara seksama. “Bibir dan kantong belang-belang,” kata Chanrit. Dia juga unggul karena mewarisi darah indukan terbaik. Maklum, hookeriana hasil silangan ampularia yang mudah dirawat dan raffl esiana

yang sangat cantik. (Destika Cahyana)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img