Friday, December 2, 2022

Perjalanan si Kuning

Rekomendasi

Jumlah ekspor bisa lebih besar kalau saja momok selama ini bisa diatasi. Sayang penelitian getah kuning masih sangat terbatas. Belum ada hasil penelitian yang merekomendasikan cara tepat untuk mencegahnya. Sampai 2003, semua masih bersifat hipotesis, ujar M Jawal Anwarudin Syah, peneliti dari Balitbu, Solok.

Maklum, perkara penyebabnya pun masih kontroversi. Padahal, banyak pelaku agribisnis manggis menunggu hasil rekomendasi itu.

Kronologis riset getah kuning di Indonesia:

1998-1999
Balitbu Solok menyimpulkan getah kuning pada kulit bagian luar dan kulit bagian dalam tidak berhubungan. Penyebab keduanya berbeda.

2000-2002
Fakultas Pertanian UGM menemukan penyebab penyakit getah kuning ialah Fusarium oxyforum. Cendawan itu menyerang buah sangat muda. Ia menginfeksi dengan bantuan kutu buah.

2005
Amelia Kahanjak Binti, pekebun manggis di Bogor, merekomendasikan penggunaan kapur dan belerang pada batang manggis untuk mencegah getah kuning. Belum ada tindak lanjut penelitian mengenai hal itu.

2007
Balitbu Solok menyarankan penggunaan irigasi tetes untuk menekan getah kuning pada kulit bagian dalam. (Destika Cahyana)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img