Wednesday, May 13, 2026

Perkuat Konservasi Hiu dan Pari KKP bersama FMIPA UI Gelar Simposium

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Sebanyak 28 kawasan dari 118 kawasan konservasi yang ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  merupakan kawasan konservasi hiu dan pari sebagai ikan target konservasi.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut Victor Gustaf Manoppo pada kegiatan Simposium Nasional Hiu dan Pari Ke-4 di Universitas Indonesia, Depok, Provinsi Jawa Barat.

Luas kawasan konservasi ikan hiu dan pari itu mencapai 5,75 juta hektare (ha). Kegiatan itu sejalan dengan salah satu program ekonomi biru KKP, yakni memperluas kawasan konservasi laut.

Menurut Victor konservasi hiu dan pari strategis untuk menjaga kelestarian ekosistem. Mengingat tingkat pemanfaatan baik sebagai perikanan target maupun tangkapan samping juga tinggi.

“Untuk itu, upaya konservasinya mencakup perlindungan habitat maupun pengaturan pemanfaatannya,” tutur Victor.

Victor menegaskan komitmen Indonesia untuk melindungi dan melestarikan hiu dan pari melalui berbagai kebijakan dan inisiatif. Kebijakan-kebijakan itu antara lain penetapan kawasan konservasi, penetapan status perlindungan, dan pengaturan perdagangannya melalui konvensi internasional untuk perdagangan spesies terancam punah (CITES).

Ia berharap hasil-hasil penelitian dan pendataan habitat kritis hiu dan pari yang terkumpul selama simposium dapat direkomendasikan sebagai wilayah-wilayah target perluasan kawasan konservasi laut.

Dekan Fakultas MIPA Universitas Indonesia Dede Djuhana menuturkan  tantangan saat ini yakni keterbatasan data terkait habitat kritis, minimnya pakar taksonomi hiu dan pari, serta upaya integrasi dimensi manusia.

Ia menuturkan FMIPA UI melalui Prodi Magister Ilmu Kelautan Departemen Biologi, Pusat Studi Kelautan serta prodi dan pusat riset terkait lainnya, mendorong minat mahasiswa dan staf pengajar untuk mengembangkan berbagai kajian hiu dan pari.

“Berupaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait pentingnya peran hiu dan pari dalam ekosistem laut sebagai bagian dari pengabdian masyarakat,” ujar Dede pada siaran pers.

Sejalan dengan hal itu, Direktur Program Kelautan dan Perikanan WWF-Indonesia Imam Musthofa Zainudin menuturkan bahwa hasil simposium hiu dan pari itu akan menjadi acuan untuk WWF-Indonesia dalam mendukung ekonomi biru terkait mengurangi ancaman dan melindungi habitat kritis hiu pari.

“USAID berkomitmen untuk terus mendukung Indonesia dalam menjaga keanekaragaman hayati laut serta memastikan bahwa ekosistem laut dilindungi dan dikelola dengan baik untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia,” tutur  Wakil Direktur Misi USAID Indonesia Erin Nicholson.


Artikel Terbaru

Pameran Tanaman Hias Internasional Terbesar FLOII Expo 2026 Resmi Diluncurkan

Kabar gembira bagi Anda para pencinta flora tanah air. Pameran tanaman berskala internasional, Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2026,...

More Articles Like This