Monday, November 28, 2022

Perlu Alarm Rumah? Pelihara Anjing Kecil!

Rekomendasi

Pemandangan itu membuat warga di Ruko Villa Bukit Mas, Surabaya, ketakutan. Sang istri pun ikut-ikutan panik. Mengandalkan 3 cocker spanielnya untuk mengusir tamu tak diundang itu jelas tidak mungkin. Dengan spontan ayah 1 anak itu bergegas menuruni tangga, lalu keluar lewat garasi. “Tolong….! Ada maling,” teriaknya sekuat tenaga meminta bantuan warga sekitar. Spontan 5 pencuri itu kabur mengendarai 3 motor.

Beruntung Arifi n memelihara cocker spaniel yang memang bawel jika melihat orang tidak dikenal. Andaikata ia tidak memelihara “alarm” hidup itu, niscaya isi tokonya ludes digondol pencuri. Nasib malang itulah yang dialami tetangganya. Selang 4 hari setelah kejadian di rumah penggemar anjing sejak kecil itu, rumah tetangganya yang kosong diobrakabrik pencuri.

Arifi n tidak menyangka 3 klangenannya menjadi dewa penyelamat. Semula ia memilih cocker spaniel karena sosoknya yang glamour dengan bulu panjang, ikal, dan lembut. Sebagai anjing peliharaan di rumah, ia mudah akrab. Ternyata selain sosoknya menawan, ia memiliki kelebihan lain. “Karakternya bagus, lincah, dan sensitif sehingga bisa diandalkan sebagai alarm dog,” kata pria berusia 45 tahun itu.

Teman setia

Cocker spaniel hanya salah satu dari 20 jenis anjing kecil yang populer di Indonesia. Perkumpulan Kinologi Indonesia (Perkin) menggolongkan anjing pada trah kecil jika bobotnya tidak lebih dari 10 kg. Sosoknya mungil dan sangat cocok untuk menjadi teman bermain keluarga.

Kelebihan lain, tak perlu ruangan luas untuk memelihara si kecil. Itulah sebabnya ia disukai karena dapat dipelihara di perumahan sederhana, rumah susun, atau apartemen. Meski mungil, beberapa jenis di antaranya memiliki nyali cukup besar ketika menghadapi bahaya besar. Contohnya, pomeranian, fox terrier, westi, dan mini pinscher.

Salah satu penggemar fanatik mini pinscher adalah Stefanus Ariyanto. Puluhan min pin—panggilan mini pinscher—dipelihara di rumahnya di Gran Marina, Semarang, Jawa Tengah. “Gagah dan macho. Gaya berjalannya seperti kuda,” kata pengusaha kontraktor itu. Alasan lain, si min pin tidak perlu ruangan luas. Bandingkan jika ia memelihara doberman. Selain repot karena sosoknya yang besar, juga perlu ruang gerak luas.

Anjing asal Jerman itu cerewet dan bawel. Itulah yang disukai Stefanus. Apalagi the king of toys itu sensitif terhadap tamu asing. Meski mungil, nyalinya sangat besar. Setiap tamu yang datang ke rumah langsung disambut salakan yang nyaring melengking. Karena itulah ia memanfaatkannya sebagai bell dog sekaligus penyelamat rumah (alarm dog). “Jadi, kalau sudah mempunyai anjing kecil tak perlu lagi bel di rumah. Mereka akan ribut bila melihat kehadiran tamu di pagar,” kata pemilik Victorius Kennel itu.

Makin disuka

Trah kecil seperti cocker spaniel dan mini pinscher memang sedang digandrungi hobiis. Buktinya, di beberapa kontes kelas itu mulai dibanjiri peserta. “Jumlah hobiis mini pinscher semakin bertambah setiap tahun,” kata Stefanus. Meski tidak menyebutkan angka pasti, Stefanus yang membiakkan mini pinscher sejak 2002 menggambarkan, permintaan anjing itu terus meningkat. Indikasi lain, muncul klub-klub trah anjing kecil yang mendongkrak popularitasnya. Contohnya, Klub Minipinscher Indonesia, Klub Pomeranian Indonesia, dan Klub Dachshund Indonesia. Tak hanya di tanahair, jumlah penggemar anjing kecil di luar negeri pun meningkat. Martin Riady, hobiis di Tangerang yang sering ikut kontes anjing di Bangkok, Th ailand, pun melihat adanya peningkatan peserta di kelas trah kecil.

Yang jelas anjing kecil disukai karena sosoknya mungil, tampang imut, dan karakter bersahabat sehingga menjadi teman bermain terbaik untuk anakanak. Bahkan anjing kecil juga pintar dalam berbagai keterampilan bila dididik dengan baik. Pudel bisa dilatih berjalan tegak dengan bertumpu pada 2 kaki belakang atau depan. Kelihaian berakrobat dapat disaksikan di acara gelar satwa di Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Bogor. “Anjing itu sukses sebagai anjing sirkus,” kata Heru Maryadi, pelatih di TSI.

Di luar negeri, ajang keterampilan anjing digelar dalam lomba ketangkasan. Dalam permainan itu anjing masuk terowongan terbuat dari drum, berjalan di papan jungkit, meloncat papan halang rintang, hingga naik ke tangga. “Pemenang kebanyakan direbut anjing kecil yang lebih lincah dibanding anjing trah besar,” ujar Martin.

Karena kepintarannya itu, banyak anjing kecil yang sukses di dunia layar. Ingat fi lm Garfi eld? Di sana ditampilkan seekor anjing yang lihai berjoget di suatu pameran. Karena kepintaran itu, anjing berjenis jack russel itu diculik untuk mendongkrak popularitas seseorang di dunia pertelevisian. Masih banyak fi lm layar lebar lain yang memanfaatkan anjing-anjing kecil sebagai bintang.

Marak

Begitu maraknya anjing kecil sehingga banyak diburu hobiis. Tak heran bila mereka banyak dijual di pet shop. Trubus memantau pet shop di sekitar Jakarta sebagian besar menjual anjing kecil dibanding trah besar. “Anjing kecil lebih gampang dijual. Lagi pula anak-anak menyukainya,” kata Jully Cheung, pemilik Beethoven Pet Shop di Mega Mall, Pluit, Jakarta Utara.

Jenis anjing yang dijual di pet shop memang kurang beragam, hanya trah tertentu, seperti pomeranian, mini pinscher, dan pug. “Jenis lain biasanya dijual di pembiak. Kalau ada pembeli yang tertarik baru dicarikan atau datang saja ke kennel,” kata Jully. Selain pomeranian, Jully juga membiakkan maltese, pekingese, welsh corgi pembroke, dan beagle. Kebanyakan anjing yang dijual berumur 3—6 bulan dengan harga Rp1-juta—Rp2-juta, itu tergantung kualitas.

Menurut Martin tren anjing kecil selalu naik turun. “Itu sangat tergantung cara pembiak dan organisasi penggemarnya meningkatkan pamor anjing itu,” kata pemilik Lambrou Chihuahuas. Contohnya, chihuahua yang menjadi tren ketika Gigdet—nama anjing chihuhua menjadi maskot salah satu waralaba ternama di Amerika Serikat. Dengan embel-embel anjing terkecil di dunia dan masuk ke kantong, anjing asal Meksiko itu pun naik daun.

Mudah dirawat

Karena terpesona pada tampang chihuahua yang innocent, Suryawati Santoso, hobiis di Temanggung, Jawa Tengah, pun akhirnya memelihara 5 ekor di rumahnya. Itulah Pon pon, Lili, Pet, Dayak, dan Timy—nama chihuahua yang selalu menemaninya dengan setia. Bahkan, ketika tidur ia berbagi ranjang dengan mereka. Ke mana pun ia pergi ke luar kota, si mungil asal negeri Sambrero itu pasti turut serta. “Di antara jenis anjing, ia paling indah di dunia,” ujar juragan tembakau itu.

Anjing tah kecil dipilih karena mudah akrab dan teman bermain yang menyenangkan. Saking dekatnya, anjing sudah menjadi bagian anggota keluarga yang sulit dipisahkan. Itulah yang terjadi pada Tjoe Siu Fung, hobiis di Jakarta Pusat. Ia gandrung sekali dengan dachshund. Di rumahnya bersama puluhan rottweiler, ia memelihara 9 tekel—sebutan dachshund.

Jumlah sosis berjalan—sebutan lain dachshund—milik istri Tjandra Tjuntoro itu relatif sedikit dibandingkan koleksi Enny Sukmana. Enny Sukmana di Bandung yang merawat 60 anjing dari 20 jenis di ruangan seluas 50 m2. “Anjing kecil tak perlu halaman luas, cukup di dalam rumah sehingga tidak mengganggu tetangga,” ujar Enny yang memiliki westi, pomeranian, chihuahua, maltese, miniature schnauzer, miniature pinscher, dan sky terrier.

Anjing kecil memang limpahan kasih sayang. Kerepotan meng-grooming bulu, membeli asesoris, shampo, dan dogfood bukanlah hambatan untuk memelihara sang klangenan. Apalagi terbukti, si mungil menggemaskan itu bisa jadi alarm hidup pengaman rumah. (Nyuwan SB/ Peliput: Dian AS)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Bisa Jadi Pilihan Petani, Ini Kelebihan Varietas Cabai Jacko 99

Trubus.id — Pilihan varietas cabai menjadi salah satu penentu hasil panen yang akan didapatkan. Oleh karena itu, petani harus...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img