Trubus.id — Profesi penangkar kenari terbilang menjanjikan. Itulah yang dirasakan oleh Hendi Kurniawan, penangkar di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Hendi menangkarkan kenari yorkshire asal Eropa.
Hendi menangkarkan yorkshire di ruangan 15 m2 dengan 80 sangkar. Tiap sangkar memiliki ukuran beragam. Dari kandang itu, Hendi mampu meraup omzet setidaknya Rp4,5 miliar.
Hendi mengisahkan perjalanannya bisa terjun dan sukses menangkarkan kenari. Pada 2013, ia mengawali penangkaran kenari lokal dengan tujuh pasang induk. Saat itu kenari menghasilkan 10 anakan per bulan.
Sembari menjalankan penangkaran kenari lokal, Hendi belajar kenari jenis yorkshire di Kota Bandung, Jawa Barat. Selama 14 hari ia cuti dari pekerjaannya di sebuah bank untuk belajar penangkaran yorkshire, termasuk cara memilih pejantan dan umur perkawinan.
Hendi jadi mengetahui, jika umur pejantan kurang dari setahun, kerap kali induk betina menghasilkan telur infertil. Hal ini karena pembuahan telur tidak optimal. Ia juga belajar perut membesar pertanda pejantan siap kawin. Demikian pula susunan bulu lebih rapat pada jantan dan betina. Pengetahuan itu meyakinkan Hendi untuk menangkarkan kenari asal Eropa itu.
Menurut Hendi, penangkaran kenari yorkshire dan lokal relatif sama. Menangkarkan kenari yorkshire banyak kendala. Hendi Kurniawan juga pernah mengalami kerugian besar. Saat itu pada 2018 sebanyak 30 yorkshire yang baru diimpor dari Eropa mati. Penyebabnya, penangkar di Eropa belum memvaksinasi burung. Total kerugian Rp90 juta.
“Jika saya gagal terus berhenti, saya tidak akan sampai di titik ini,” kata Hendi.
Hanya itu? Hendi juga tertipu Rp16 juta saat pertama membeli yorkshire. Kegagalan lain terjadi pada 2011 ketika Hendi membeli yorkshire asal Inggris dari importir di Kota Yogyakarta. Ketika itu, Hendi belum paham ciri burung sehat. Sampai di rumah, ia baru menyadari burung itu buta.
Hendi sangat kecewa. Hal ini karena uang untuk membeli burung anggota famili Fringillidae itu merupakan pinjaman dari bank. Beragam kendala itu justru menjadi tantangan bagi Hendi. Lika-liku perjuangan itu akhirnya membuat Hendi bisa memetik hasilnya.
