Wednesday, September 28, 2022

Pertanian itu Masa Depan

Rekomendasi
Mendongkrak kualitas produk pertanian lokal seperti buah naga agar berdaya saing internasional merupakan impian terbesar yang bakal diwujudkan oleh Ipuk Fiestiandani.

TRUBUS — Regenerasi petani menjadi salah satu modal utama perkembangan pertanian Indonesia. Sayangnya, jumlah petani muda berumur kurang dari 35 tahun hanya 12% berdasarkan data Sensus Pertanian Nasional. Sementara petani berusia lebih dari 45 tahun mencapai 61,8%. Oleh karena itu, peningkatan jumlah petani milenial diperlukan untuk membangun ketahanan pangan nasional. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, salah satu pihak yang getol mendorong pemuda untuk menekuni dunia pertanian.

Jagoan Tani merupakan program unggulan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan misi menjaring pemuda terbaik Banyuwangi dalam menginisiasi inovasi pertanian. Pemenang Jagoan Tani memperoleh pendampingan dan modal pengembangan kewirausahaan sosial berbasis digital. Berikut wawancara wartawan Trubus, Riefza Vebriansyah, dengan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, tentang upaya meningkatkan minat pemuda terhadap sektor pertanian dan perkembangan pertanian di Banyuwangi.

Seberapa besar peran pemuda Banyuwangi untuk perkembangan dunia pertanian di masa mendatang?

Peran pemuda di dunia pertanian sangat penting. Pada tahap perencanaan pemuda berperan memberikan masukan dan gagasan dalam penyusunan kebijakan di sektor pertanian. Pada tahap implementasi, pemuda dapat mengerahkan kemampuannya dalam bentuk pengawalan agar kebijakan atau program yang telah disusun terealisasi sesuai dengan sasaran dan target. Adapun pada tahap pemantauan dan evaluasi, pemuda diharapkan memberikan umpan balik demi perbaikan implementasi kebijakan pembangunan di sektor pertanian melalui pendampingan dan pemberdayaan petani.

Jagoan Tani berlangsung tiga kali. Bagaimana dampak program itu bagi kemajuan dunia pertanian?

Agribusiness Startup Competition (ASC) sebagai cikal-bakal Jagoan Tani berlangsung sejak 2018. Program itu memberikan dampak nyata berupa munculnya startup baru bidang pertanian yang mengaplikasikan teknologi budidaya pertanian dengan internet of things (IoT). Maraknya pemasaran produk pertanian segar dan olahan berbasis platform digital bukti lain dampak konkret adanya ASC. Selain itu, peningkatan jumlah partisipan secara siginifikan dari tahun ke tahun juga menjadi salah satu indikator makin tingginya minat generasi muda pada sektor pertanian.

Apakah ada program lain yang bertujuan menarik minat generasi muda terjun di dunia pertanian?

Peningkatan jumlah petani muda diperlukan untuk membangun ketahanan pangan nasional.

Selain Jagoan Tani, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memiliki serangkaian program dan kegiatan untuk menarik minat generasi muda di bidang pertanian. Salah satunya pemberdayaan kaum milenial pada pameran potensi produk pertanian daerah melalui penyelenggaraan acara promosi yang bersinergi dengan destinasi wisata. Misal Pro Agro Wisata Tamansuruh, Festival Kopi, Festival Cokelat, Festival Padi, Horticulture Carnival, Lomba Fotografi Produk Pertanian, dan Pelatihan Barista Kopi.

Apa harapan Anda dengan program Jagoan Tani?

Saya berharap para pemuda benar-benar tergugah untuk menekuni dunia pertanian. Bukan hanya tertarik dengan hadiah yang diberikan oleh program Jagoan Tani. Kesuksesan pembangunan pertanian di Kabupaten Banyuwangi berada di tangan generasi muda. Keberlanjutan sektor pertanian merupakan masa depan bangsa. Saya juga berharap pemuda jagoan tani menjadi agen pembaharu (agent of change) serta menjadi inspirasi agar semakin banyak pemuda yang mengerahkan kemampuannya demi kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Banyuwangi.

Apa target Anda di bidang pertanian?

Impian terbesar saya adalah mendongkrak kualitas produk pertanian lokal agar berdaya saing internasional. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus meningkatkan kualitas produk sebagai syarat ekspor serta mendorong promosi potensi komoditas pertanian lokal di kancah global.

Pandemi korona mendorong masyarakat untuk mengonsumsi makanan sehat yang alami dan organik. Permintaan itu bisa menjadi peluang bisnis. Bagaimana tren perkembangan pertanian organik di Banyuwangi?

Tren pertanian organik cenderung berkembang setiap tahun. Bahkan sebelum masa pandemi, Kabupaten Banyuwangi menjadikan pertanian organik sebagai bagian penting dalam upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan. Kabupaten Banyuwangi memiliki berbagai produk pertanian bersertifikasi organik seperti beras, buah naga, dan sayuran. Perkembangan menggembirakan pertanian organik didorong potensi pasar yang menjanjikan dengan animo masyarakat yang tinggi terhadap produk pertanian sehat. Selain meningkatkan kesehatan masyarakat, perkembangan pertanian organik juga menjadi peluang peningkatan pendapatan petani organik serta menjadi upaya mewujudkan kelestarian lingkungan.***

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Permintaan Produk Organik Kian Meningkat

Trubus.id — Permintaan produk organik mengalami peningkatan. Peningkatan permintaan produk organik di Indonesia terjadi karena munculnya kesadaran menjaga kesehatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img