Monday, August 8, 2022

Pesaing Tuan Serdadu

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Ubi madu tinggi produksi. Menggantikan jenis warisan kompeni di Cilembu.

 

Tiga tahun silam, Muhammad Irsyad Muhibin hanya memperoleh 8 kuintal ubijalar madu per musim tanam dari lahan 980 m2 miliknya di Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Sejak menanam ubijalar baru, ia mampu mendulang 15 kuintal dari luasan lahan sama dengan waktu panen dua bulan lebih cepat.

Irsyad semula menanam jenis neerkom. Jenis itu ditanam petani di Cilembu sejak masa kolonial. Tekstur umbi empuk, cita rasanya manis legit dengan “cairan” seperti madu kental yang keluar ketika umbi dipanggang. Pantas ubijalar Ipomoea batatas itu menjadi kegemaran orang-orang Belanda. Dari situ muncullah julukan neerkom-akronim dari menir kompeni alias tuan serdadu. Ubi cilembu kini kian terkenal. Setidaknya itu tergambar dari permintaan pasokan ubi cilembu yang masuk pada CV Techtar Farm and Food, pengepul dan pedagang besar. Saat ini setiap minggu perusahaan itu butuh 10 ton untuk memasok pelanggan di Bandung, Provinsi Jawa Barat, Jakarta, Tegal (Jawa Tengah), Pontianak (Kalimantan Barat), bahkan ekspor ke Hongkong dan Singapura.

Bibit baru

Sayang neerkom butuh waktu budidaya lama hingga umbi siap panen, yaitu mencapai enam bulan pascatanam. Berdasarkan data hasil penelitian laboratorium Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, produktivitas optimal neerkom mencapai 7-12 ton per ha. Saat ini produktivitas rata-rata di tingkat pekebun di bawah 5 ton per ha.

Penyebab penurunan itu antara lain karena pekebun menanam tanaman anggota keluarga Convolvulaceae itu dengan bibit setekan dari tanaman tua. Menurut Budi Waluyo SP MP, pemulia ubijalar dari Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, penggunaan bibit setek dari batang tua menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak seragam. Ada yang cepat, ada juga yang lambat. Selain itu imunitas tanaman pun berkurang sehingga mudah terserang penyakit. “Gunakan bibit dari setek tunas umbi yang sengaja ditanam sebagai sumber bibit,” kata Budi Waluyo. Caranya, tanam umbi dan biarkan bertunas. Selang 2 bulan, setiap umbi menghasilkan 12 tunas siap tanam.

Produktivitas rendah juga terjadi karena pekebun kerap menanam kerabat kangkung Ipomoea aquatica di lahan sama secara berturut-turut. Pengalaman Irsyad produktivitas neerkom turun hingga 50% pada panen berikutnya. Idealnya pekebun menggilir penanaman ubijalar dengan padi. Menurut Budi penurunan produksi karena ketersediaan unsur hara pada penanaman kedua berkurang. “Dengan pergiliran tanaman dengan padi, penanaman ubi berikutnya mendapat nutrisi dari ‘sisa’ pemupukan padi,” kata Budi Pucuk dicinta ulam pun tiba. Pada 2010 datang bibit Ipomoea batatas dari Jawa Timur ke Cilembu. Ubijalar yang juga masuk ke Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, itu dengan cepat digandrungi pekebun. Hui pendatang itu dipanen lebih cepat 2 bulan daripada neerkom. Produktivitas bisa mencapai 2 kali lipat ubi warisan kompeni. Pekebun menjuluki ubijalar dengan daun menjari dan runcing itu hui rancing-seperti bentuk daunnya. Rancing juga berasal dari kata rancingeus-bahasa Sunda, yang berarti gesit karena cepat panen.

Sudah produktif dan genjah, penampilan umbi rancing pun menawan: bentuk bulat memanjang simetris dengan kulit berwarna cerah. Bandingkan dengan neerkom yang sepintas terlihat penyok di sana-sini. Pantas kini penanaman rancing mencapai hampir 95% dari luas total penanaman ubijalar di Cilembu. Sisanya ditanami jawer, odos, dan rancung jenis lokal lain. Neerkom ditanam hanya sebagai koleksi.

Lebih untung

Irsyad sudah 6 kali menanam rancing. Dalam setahun ia menanam 3 kali. Dengan produktivitas 15 kuintal per panen, dalam setahun Irsyad menuai 45 kuintal ubi rancing. Harga rancing saat ini Rp3.000 per kg sehingga pria 49 tahun itu mengantongi Rp13,5-juta per tahun. Jika ia menanam neerkom, musim tanam hanya 2 kali dengan total panen 12 kuintal. Harga jual Rp4.000 per kg, lebih tinggi Rp1.000 daripada rancing, sehingga ia menangguk omzet Rp4,8-juta per tahun. “Dengan cara budidaya dan biaya produksi sama, menanam rancing lebih menguntungkan,” tutur Irsyad.

CV Techtar Farm And Food yang mengelola 7.500 m2 lahan memperoleh 15 ton per panen. Pekerja menyortir hasil panen untuk mendapatkan umbi berbentuk oval, kulit mulus tanpa bercak, dan memiliki bobot antara 200-400 g. “Dengan menanam runcing sebanyak 70-80% umbi lolos seleksi,” kata Haris Maulana SP, bagian produksi. Ketika menanam neerkom, dari produktivitas 9 ton per panen per luasan sama hanya 30-50% lolos sortir.

“Harga neerkom memang lebih tinggi, tapi mengusahakan rancing lebih menguntungkan lantaran lebih produktif,” tutur alumnus Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran itu.

Rancing toleran terhadap scab-penyakit kudis akibat cendawan Elsinoe batatas. Serangan patogen itu dapat menyebabkan penurunan hasil sampai 30%. Batang tanaman terserang berbintik-bintik cokelat seperti berkarat, ada benjolan di tangkai dan urat daun, juga kerutan seperti kerupuk di daun. Pertumbuhan terhambat sehingga tanaman menjadi kerdil.

Budi Waluyo meriset daya tahan rancing dan neerkom terhadap scab. Pada Desember 2011, Budi menanam 10 baris ubijalar neerkom dengan jarak antartanaman 20 cm dalam guludan selebar 70 cm dan panjang 10 m. Dalam 5 bulan semua tanaman habis terserang scab. Sementara 40 baris tanaman rancing 100% lolos serangan. Menurut dosen yang tengah menjalani studi program doktoral di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran itu, secara genetik rancing mampu melawan infeksi cendawan scab. Adapun neerkom tidak mempunyai gen sejenis sehingga rentan serangan cendawan.

Hasil penelusuran Trubus kepada Dr M Jusuf, periset di Balai Penelitian Tanaman Kacang dan Umbi-Umbian (Balitkabi) di Malang, Provinsi Jawa Timur, menyebutkan tidak mengenal ubijalar rancing itu. “Balitkabi lebih memfokuskan penelitian pada ubijalar ungu,” tutur Jusuf.

Perbaikan neerkom

Meski rancing genjah dan produktif, soal rasa neerkom tetap unggul. Cita rasa madu neerkom lebih tajam. Lagipula, kulit tipis rancing mudah tergores sehingga memaksa petani ekstra hati-hati dalam penanganan pascapanen. Itu sebabnya penggemar fanatik ubijalar cilembu “asli” rela bersusah payah mencari neerkom. Untuk itu, Haris mesti menjelajah sampai ke Arjasari dan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, masing-masing berjarak 45 km dan 26 km dari Desa Cilembu.

Fakta itu membuktikan ubi cilembu juga bisa ditanam di luar Desa Cilembu. Menurut Dr M Jusuf, pemulia ubi jalar di Balikabi, cita rasa ditentukan oleh faktor genetik. “Bila varietas ubi jalar memiliki gen yang mampu mengekspresikan karakter manis, ditanam di mana pun tetap manis,” kata Jusuf. Tentu saja itu disertai teknik budidaya tepat. Namun di Malang, ubijalar cilembu tidak tumbuh baik. Jusuf menduga cilembu lebih cocok dengan tanah di Jawa Barat.

Oleh karena itu neerkom tidak sepenuhnya ditinggalkan. Periset di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Dr Ir Agung Karuniawan MSc Agr tengah menguji klon turunan neerkom. “Bentuk dan cita rasa umbi klon itu sangat mirip neerkom,” tutur Agung. Kelebihannya, klon itu genjah-dipanen pada umur 3,5-4 bulan dengan potensi produksi sampai 24 ton per ha. Sampai generasi ketiga, belum ada indikasi serangan hama penyakit pada klon itu. “Jika berhasil, nantinya klon ini dapat menjadi varietas baru yang bisa dimanfaatkan oleh petani,” tutur doktor bidang Pemuliaan Tanaman dari Universitas Gottingen, Jerman, itu. (Muhamad Khais Prayoga)


Keterangan foto :

  1. Rancing berasal dari kata rancingeus, yang berarti gesit karena cepat panen
  2. Dari 980 m2 diperoleh ubi jalar rancing sebanyak 15 kuintal
  3. “Dengan sistem dan biaya produksi yang sama, jelas lebih menguntungkan menanan rancing”, tutur Irsyad
  4. Penampilan rancing (kiri) lebih cerah di banding neerkom (kanan)
Previous articleDaun Pelezat Cita Rasa
Next articleMerah Lagi Besar
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img