Saturday, June 22, 2024

Pesona Duo Nanas Manis

Rekomendasi
- Advertisement -

Penampilan Ananas comosus teranyar itu mirip smooth cayenne—tanpa duri—lain. Hanya saja ukuran lebih kecil, cuma 1,5—2 kg—umumnya lebih dari 2,5 kg—dan berbentuk silindris. Panjang buah mencapai 20 cm dengan diameter 12 cm. Begitu dibelah, terlihat gradasi warna kuning-putih pada daging buah. Wangi khas nanas menguar kuat mengundang selera.

Pantas ia dinamai delika—dari kata delicious (lezat, red). “Siapapun yang melihat, pasti tak tahan untuk mencicipinya,” ujar Sobir PhD, kepala Pusat Kajian Buahbuahan Tropika (PKBT) Institut Pertanian Bogor. Teksturnya lembut dengan kadar air 85%. Selain itu ia memiliki empulur yang sangat lunak sehingga bisa dimakan.

Produktivitas tinggi

Nanas buah karya PKBT IPB itu bisa dipanen saat berumur 147 hari setelah bunga mekar. Produktivitasnya mencapai 80 ton/ha. Kini si lezat masih sulit ditemukan. “Saat ini delika subang belum resmi dilepas,jadi belum ada yang mengebunkannya,” ujar ayah 3 anak itu.

PKBT juga mengeluarkan mahkota bogor. Sama seperti delika subang, Ananas comosus itu berdaging sangat renyah. Ia pun tak kalah manis, 18o briks. Saking manisnya, tulang daging yang renyah terasa manis. Daging buah nyaris tanpa serat dan tidak menimbulkan gatal. Itu karena co-oksalat yang dikandungnya cuma 640 ppm.

Sosok nanas tipe queen berbentuk kerucut itu lebih besar dibandingkan sesamanya, seperti kapas dan gati. Bobot buah 1.100 g, bandingkan dengan kapas yang hanya berbobot 800 g. Panjangnya 12—14 cm dengan diameter 8—10 cm. Itu ukuran standar yang diinginkan pasar ekspor. Warna kulit dan daging buah kuning merata serta beraroma sangat tajam. “Dari jarak 2 m wanginya sudah tercium,” kata Sobir.

Umur panen lebih singkat dibanding delika subang, 137 hari setelah bunga mekar. Produktivitas cukup tinggi, 50—55 ton/ha. Mahkota bogor bisa tahan 3—4 minggu pada suhu kamar. Itu karena ia berkadar air sangat rendah, 80%. Selain itu buah anggota famili Bromeliaceae itu memiliki kulit yang cukup tebal sehingga tahan benturan.

Mahkota bogor diperoleh dari hasil seleksi nanas-nanas unggul seperti kapas, gati, dan kiara. Penyeleksian dilakukan di Desa Tajurhalang, Sukaharja, Citelang, dan Sukaluyu, Bogor. Dari sekian jenis, ternyata kapas memiliki kualitas yang lebih unggul baik rasa maupun sosok. Selanjutnya, dicari lagi nanas kapas yang kualitasnya paling prima. Nah, dari hasil seleksi itu didapatlah mahkota bogor yang sangat manis.

Untuk mendapatkan delika subang pun tak jauh beda. Penelusuran dilakukan dengan memilih nanas si madu yang paling baik di Kumpay, Bunihayu, Curugrendeng, dan Cimanglid, Subang. Melalui seleksi super ketat akhirnya si nanas lezat pun diperoleh.

Meskipun belum dirilis, tetapi kedua nanas unggul itu kini telah diperbanyak melalui teknik kultur jaringan. “Itu untuk mengantisipasi permintaan yang diperkirakan banyak,” kata Sobir. (Hawari Hamiduddin)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Berbisnis Olahan Bayam, Anak Muda Asal Tasikmalaya Raup Omzet Puluhan Juta

Trubus.id—Bayam tidak hanya menjadi sumber zat besi, tetapi juga bisa menjadi sumber cuan bagi  Filsya Khoirina Fildzah, S.Kep., Ners...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img