Sunday, August 14, 2022

Pesona Ikan Kahyangan di Taman Air

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Pertanyaan itu lazim terlontar di kalangan penggemar arwana di tanahair. Melihat ikan kahyangan itu meliuk di antara tanaman air menjadi impian. Pentas Aquarama ke-9 di gedung Singapore Expo, Singapura, pada penghujung Mei 2005 menjawabnya. Empat superred dan platinum berukuran 40 cm meliuk-liuk di antara hijaunya gigantea, tanduk rusa, dan kadaka dalam 4 akuarium besar.

Sejatinya, aquascaping arwana sudah sejak 2 tahun silam dipamerkan di perhelatan tahunan yang menjadi salah satu barometer perkembangan ikan hias dunia. Sayang, perpaduan arwana dengan taman akuarium itu tak kunjung populer di tanahair. “Di Indonesia, hobiis arwana dan aquascaping berbeda komunitas,” kata Kissah Widjaja, pecinta arwana di Ancol, Jakarta Utara. Penggemar arwana lazimnya menikmati ikan kahyangan itu di akuarium soliter yang steril dari hiasan apapun. Sebaliknya, penikmat tanaman air kerap memasukkan ikan-ikan kecil seperti tetra, neon, dan guppy untuk memperindah tanaman air.

Belakangan hobiis arwana mulai jenuh melulu memelototi ikan dewa tanpa ornamen apapun. “Gersang, lama-lama bosan karena tak ada tantangan lagi,” kata Yuchi, hobiis di Jakarta. Namun, membentuk taman akuarium dengan warna-warni tanaman air dan kombinasi arwana bukan perkara gampang. Misal, agar tanaman tumbuh subur dibutuhkan pengetahuan pemupukan dan pemanfaatan cahaya. Belum lagi proses mengadaptasikan arwana ke lingkungan baru yang “ramai”.

Kuasai sekaligus

Oleh karena itu, pemahaman karakter arwana sekaligus tanaman air menjadi hal mutlak. “Yang mau coba harus menekuni 2 hobi itu sekaligus,” kata Djaka S Tjahjakartana, direktur PT Buana Biru, perusahaan dekorasi air itu.

Di kalangan pecinta aquascaping dikenal beberapa tahapan hobiis. Pemula ialah mereka yang baru mulai mengenal media, pupuk, dan tanaman air. Hobiis menengah sudah mampu menyelaraskan kecocokan tanaman air dengan jenis ikan. Sementara mereka yang sudah mahir mampu menguasai teknik pencahayaan agar fotosintesis tanaman optimal. Untuk memadukan arwana dengan konsep aquascaping, minimal ada pemahaman sampai tahap kedua.

Itu pun siluk dan tanaman air tak bisa langsung disatukan. Bila gegabah melakukannya bisa berakibat fatal. Dua tahun lalu 4 hobiis di Bandung mencoba membuat aquascaping arwana. “Lantaran salah memilih jenis tanaman, sisik arwana rusak,” kata Evertagoli, aquascaper.

Latar akuarium

Menurut Evertagoli, tanaman air pada aquascaping arwana berperan sebagai latar. Untuk mengakomodasi gerakan ikan kahyangan maka mesti menggunakan aquarium berukuran besar. “Kalau kecil ngga bagus, gerak ikan terbatas. Kompetisi antara tanaman dan ikan pun terjadi,” kata pria bertato itu. Minimal, akuarium berukuran 3 m x 2 m x 1 m untuk arwana soliter. Bahkan, Apin dari Laksana Akuarium di Bandung, menggunakan akuarium berukuran 5 m x 2 m x 1 m.

Setelah prinsip itu dipegang, tinggal memilih tanaman air yang sesuai dengan arwana. Menurut Apin, yang cocok antara lain Anubias sp, A. gigantae, kadaka, dan tanduk rusa. Walau tanaman itu tumbuh di atas kayu, peletakan kayu di akuarium harus minimal. “Kalau terlalu banyak, kualitas air menurun. Ikan tak suka yang seperti itu,” kata Apin.

Penataan tanaman air dilakukan terlebih dahulu sebelum digabungkan dengan arwana. Taman dirawat tanpa ikan selama 2 minggu sampai kondisi air dan tanaman air tumbuh prima. Saat memasukkan ikan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Arwana membutuhkan suhu optimal 28—300C. Sebaliknya, tanaman air menyukai air dingin, suhu 22—240C. “Butuh strategi untuk mengatasi itu,” kata Apin.

Apin menggunakan sistem pancing. Pada saat arwana hendak dicemplungkan, suhu air diatur 280C. Kondisi itu dipertahankan selama sebulan, lalu diturunkan sedikit menjadi 260C. Dua minggu kemudian diturunkan lagi 240C. Maklum, pada suhu di atas 240C dengan kurun waktu lama, tanaman air mudah rusak. “Kita utamakan tanaman air. Bila ia sehat, kondisi air dengan sendirinya terjaga,” katanya. Dengan pancingan itu pula, lambat laun arwana dapat beradaptasi di suhu 240C.

Lebih berkualitas

Menurut Apin, bila teknik menggabungkan arwana dengan tanaman air sudah dikuasai, banyak keuntungan yang diperoleh. “Kualitas arwana meningkat, pH air lebih stabil,” katanya. Ia mencontohkan, warna arwana lebih keluar, sosok sempurna, dan mata tidak turun. Itu karena kondisi akuarium menyerupai habitat aslinya di alam.

Kotoran arwana dan sisa pakan yang menghasilkan amoniak dan nitrat diserap oleh tanaman air sebagai asupan nutrisi. Sebaliknya, tanaman memberikan O2 yang dibutuhkan arwana. Hati-hati, jumlah nitrat berlebihan merugikan arwana. Ikan kahyangan itu akan keracunan jika kandungan nitrat melebihi 20 ppm. Namun, jangan kurang pula dari 10 ppm karena tanaman akan merana.

Bila Anda masih ragu untuk mencoba sendiri tak perlu khawatir. Di kota-kota besar telah tersedia perusahaan yang menyediakan jasa perawatan tanaman air dan ikan. Setiap minggu mereka siap merawat tanaman dan penghuninya. Maka, nikmatilah arwana dalam taman akuarium di rumah Anda. (Destika Cahyana/Peliput: Lastioro Anmi Tambunan)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img