Tuesday, November 29, 2022

Pesona Keladi Negeri Siam

Rekomendasi

Wajar bila penampilan keladi di salah satu stan pameran di Taman Kerajaan itu tampak menarik. Sosok pendek, kompak, dan warnanya mencolok, rata-rata berwarna merah. Itu sangat kontras dengan hijaunya aneka kaktus dan sukulen yang terletak di stan sebelah kiri. Sementara stan samping kanan menampilkan sansevieria, anggrek variegata, dan tanaman hias daun lain dengan warna mayoritas hijau.

Sebut saja keladi dengan daun mirip hati. Tekstur daun tebal dan mengkilap seperti plastik di posisi depan. Sementara di tengah depan dan pojok kanan stan tampak anggota famili Araceae berpenampilan unik. Tepi daun menggulung ke atas bagian tengah sehingga bentuknya mirip makanan khas Jepang. Sushi, begitulah ia disapa.

Pendek

Keindahan kerabat aglaonema itu juga mendorong Trubus untuk menempuh jarak 100 km dari Bangkok ke arah timur. Tujuannya adalah sebuah pameran hortikultura di Provinsi Chachaongsao. Perjalanan ditempuh dalam waktu 2 jam berkendaraan mobil. Keladi yang dijumpai ada yang mirip di pameran Suan Luang, merah pekat mengkilap seperti daun plastik. Yang lain, si putih berdaun mungil sebesar telor bebek. Penampilan kerabat alokasia itu menarik karena rata-rata bersosok pendek dan rimbun. Itu karena ia dikurung dalam rumah plastik berhawa panas.

Itulah yang Trubus saksikan di kediaman Saiyut Noi Cha Roen di Banpoo, Chachaongsao. Dalam 20 rumah plastik berukuran 1 m x 2 m setinggi 1 m itu terisi ribuan keladi bernuansa merah, hijau kekuningan, kombinasi hijau merah, hingga kecokelatan dengan totol merah muda. Sungguh menarik!

Kemolekan keladi juga menarik minat Pichai Manichote, hobiis di Bangkok. Anggota famili Araceae itu diperoleh dari hasil perburuannya ke penyilang dan pedagang. Di Sentul, Bogor, ada Gunawan Widjaja yang juga kepincut keindahan keladi saat berkunjung ke Chatuchak-pasar tanaman hias di Bangkok. Warnanya seperti lukisan, ujar Gunawan.

Tanpa pikir panjang, kerabat aglaonema itu langsung diboyong ke tanahair. Kerabat alokasia itu diletakkan di atas rak kayu setinggi 1 m di belakang kebun. Kini, pemilik nurseri Wijaya itu dapat menikmati keindahan keladi setiap saat. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Evy Syariefa)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mencetak Petani Milenial, untuk Mengimbangi Perkembangan Pertanian Modern

Trubus.id — Perkembangan pertanian modern di Indonesia harus diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Dalam hal ini...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img