Monday, November 28, 2022

Pesona Lili Kerk Baru

Rekomendasi

Liana: Tinggi tanaman 110-125 cm, produksi bunga 4-5 tangkai, jumlah bunga 3-5 kuntum, vaselife 8-10 hariLiana dan liani sama-sama bakal banyak yang menyukai: putih, wangi, dan tinggi.

Liana dan liani varietas lili kerk terbaru yang dirilis Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), Cipanas, Jawa Barat, pada 2010, untuk pasar bunga potong. Warna bunga keduanya putih bersih, persis keinginan pasar.

“Pasar lili potong warna putih masih dominan, sekitar 65%. Warna merah muda di urutan kedua sekitar 25%, sementara kuning, krem, dan warna lainnya sebesar 10%,” kata Joko Asad, manajer penjualan dan pemasaran PT Ekakarya Grahaflora, importir bibit dalam bentuk umbi dan pekebun lili introduksi dari Belanda. Itu sejalan dengan pemanfaatan lili potong yang lebih banyak untuk dekorasi pada pesta pernikahan. Menurut Wawan Purnama, pedagang bunga potong di pasar bunga Rawabelong, Jakarta Barat, warna putih untuk segmen pasar orangtua, warna merah muda untuk remaja.

Bunga liana beraroma sangat wangi seperti casablanca, lili kerk potong yang selama ini dikenal paling wangi. Sementara liani produktivitasnya tinggi mencapai 6-7 tangkai bunga per tahun. Bandingkan dengan rata-rata produktivitas lili kerk potong secara umum yaitu 3 tangkai bunga per tahun. Produktivitas kembarannya, liana, hanya 4-5 tangkai bunga per tahun.

Candilongi

Lilium longiflorum anyar itu hasil rakitan tim pemulia Balithi yang dimotori oleh Dr Ir Lia Sanjaya, MS. Pemulia lili itu melahirkan candilongi yang berkarakter wangi, bunga putih, dan berbunga tegak yang dirilis pada 2007. Karakter bunga tegak membuat penampilan lili terlihat lebih anggun. “Pasar ingin bunga kerk lili yang tegak dan bertabung pendek,” kata Lia. Selain penampilan lebih anggun, menurut Lia karakter bunga seperti itu menghemat tempat saat mengepak.

Hampir semua lili yang ada saat ini bunganya merunduk, kecuali candilongi yang tegak. Sayang tabung bunga candilongi terlalu panjang sehingga bentuknya kurang proporsional. “Jadi seperti bunga terompet,” kata Lia.

Liani: Tinggi tanaman 150-155 cm, produksi bunga 6-7 tangkai, jumlah bunga 3-5 kuntum, vaselife 7-9 hariPenanaman lili skala komersial di Belanda dilakukan didalam green houseUntuk itu Lia dan tim kembali merakit varietas baru untuk memperbaiki candilongi. Para periset memilih LC-33 L. longiflorum candidum sebagai tetua betina dan casablanca sebagai tetua jantan. LC-33 dipilih sebagai tetua betina karena salah satu koleksi Balithi itu membawa gamet 2N. “Yaitu genom L dari longiflorum dan genom C dari candidum,” tutur Lia. Aksesi itu akan mewariskan karakter unggul seperti warna bunga putih bersih, kelopak tebal, tabung bunga agak pendek, dan beraroma wangi.

LC-33 disilangkan dengan casablanca yang bertipe oriental tanpa tabung untuk menghasilkan tabung bunga pendek. Tepung sari casablanca yang didapat dari sebuah kebun produksi milik swasta diharapkan mewariskan karakter bunga lili dengan aroma lebih wangi pada turunannya.

Persilangan yang dilakukan pada April 2008 itu menghasilkan buah masak fisiologis 2,5-3 bulan kemudian. Persilangan itu menghasilkan 166 biji yang disemai menjadi 146 bibit. Bibit dibumbun hingga siap ditanam di lahan Kebun Percobaan Cipanas dan tumbuh menjadi 139 tanaman dewasa. Pada April 2009 para periset melakukan seleksi dengan metode seleksi positif. “Kami mengisolasi individu terpilih hasil evaluasi sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Lima individu terpilih kemudian diperbanyak secara terbatas,” tutur Lia. Mereka lalu menanam, mengkarakterisasi, dan membandingkan ke lima klon itu dengan varietas candilongi pada Oktober 2009 hingga Agustus 2010.

Renita, tinggi tanaman 88-115 cm, lebar bunga 10-13 cm, jumlah bunga 3-5 kuntum/ tangkai, dan vaselife 6-7 hariPaling unggul

Hasilnya, lima klon terpilih memiliki periode kesegaran bunga di atas 5 hari. “Maka semua klon memenuhi persyaratan untuk dikomersilkan sebagai bunga potong,” kata Lia. Karakter itu diturunkan dari tetua betina. Semua klon memiliki bunga warna putih bersih.

Tinggi tanaman kelima klon lebih dari satu meter, bandingkan dengan candilongi yang hanya 70 cm. Karakter tinggi tanaman diwarisi dari Longiflorum candidum genom L atau longiflorum. Menurut Lia tinggi tanaman akan berpengaruh pada vaselife. Makin tinggi tanaman, kian panjang daya tahan bunga. Dari kelima klon itu 2 klon sangat unggul: klon 1 yang memiliki aroma paling wangi seperti casablanca dan klon 2 dengan produktivitas paling tinggi, 6-7 tangkai bunga per tahun. Klon 1 itulah yang akhirnya mendapat nama liana; klon 2, liani.

Liana dan liani memiliki kelopak bunga yang tebal. “Dengan kelopak tebal, bunga bisa tahan di atas 5 hari,” kata Lia. Liana dan liani adaptif di ketinggian tempat 300-1.200 m di atas permukaan laut.Reniti, produksi bunga 3-4 tangkai, diameter bunga 4 cm, dan vaselife 4-9 hari

Lia memprediksi liana dan liani bakal segera digemari pekebun dan perangkai bunga tanahair. “Karakter bunga yang tegak dan bertabung pendek baru pertama kali ada di tanahair,” tutur doktor dari Institut Pertanian Bogor itu.

Adaptif

Selain liana dan liani, pada 2010 Balithi juga melepas 3 varietas lili baru lainnya yaitu renita, renito, dan reniti. Ketiganya ditujukan untuk pasar bunga potong. Warna ketiganya kuning dan jingga. Selama ini lili berwarna masih asal impor. Hal itulah yang mendorong pemulia lili dari Balithi merakit varietas lili berwarna. “Dengan begitu impor lili berwarna berkurang,” ujar Lia.

Renito, diameter bunga mekar 18-20 cm, jumlah bunga 5-6 kuntum/tangkai, dan vaselife 6-7Menurut Lia, hibrida-hibrida lokal rata-rata memiliki kuntum bunga lebih banyak dibandingkan varietas impor. Lagipula hibrida lokal lebih adaptif dengan iklim tanahair yang tropis dibanding lili introduksi. Hibrida lili dalam negeri juga lebih tahan terhadap Fusarium oxysporum penyebab layu pada lili dibanding varietas introduksi. Pantas jika liana dan liani, juga renita, renito, dan reniti bakal digemari pekebun dan perangkai bunga tanahair. (Bondan Setyawan)

 

Keterangan Foto :

  1. Liana: Tinggi tanaman 110-125 cm, produksi bunga 4-5 tangkai, jumlah bunga 3-5 kuntum, vaselife 8-10 hari
  2. Liani: Tinggi tanaman 150-155 cm, produksi bunga 6-7 tangkai, jumlah bunga 3-5 kuntum, vaselife 7-9 hari
  3. Penanaman lili skala komersial di Belanda dilakukan didalam green house
  4. Renita, tinggi tanaman 88-115 cm, lebar bunga 10-13 cm, jumlah bunga 3-5 kuntum/ tangkai, dan vaselife 6-7 hari
  5. Reniti, produksi bunga 3-4 tangkai, diameter bunga 4 cm, dan vaselife 4-9 hari
  6. Renito, diameter bunga mekar 18-20 cm, jumlah bunga 5-6 kuntum/tangkai, dan vaselife 6-7

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Cara Membangun Rumah Walet agar Walet Mau Bersarang

Trubus.id — Rumah walet tidak bisa dibuat asal-asalan. Perlu riset khusus agar rumah itu nyaman ditempati walet. Mulai dari...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img