Wednesday, August 10, 2022

Pesona Taman dalam Pot

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Potscaping yang Trubus lihat pada pameran Flora dan Fauna 2005 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, itu memang seperti gurun mini. Tinggi tanaman maksimal 25 cm tersusun dari kaktus, haworthia, dan echeveria. Permukaan media ditutupi kerikil putih di bagian depan dan pasir malang di bagian belakang sehingga terkesan kering. Lantaran kecil, taman kering itu pun bisa diletakkan dalam ruangan.

Menghadirkan taman dalam pot memang menjadi pilihan bagi yang tinggal di apartemen atau kota-kota besar. ‘Itu karena harga tanah yang semakin mahal dan keterbatasan lahan untuk taman,’ kata Stanley Shih, pemilik nurseri Ye-Lei di Taipei, Taiwan. Padahal, kehadiran taman dapat mengurangi stres dan rasa lelah sehabis bekerja. Karena itulah Stanley dan Ir Hari Harjanto, perancang taman di Depok, berinisiatif membuat taman di dalam pot.

Dengan potscaping, hobiis dapat menghilangkan rasa bosan terhadap satu jenis tanaman. Selain itu, pemilik bisa berkreasi sendiri lantaran pembuatannya mudah. ‘Sama seperti merangkai bunga,’ kata Hari. Taman gampang dibongkar-pasang sesuai keinginan, biaya murah, dan yang terpenting, perawatan mudah. Cukup dengan pemberian pupuk lambat urai dengan kandungan N tinggi bagi tanaman daun dan P tinggi untuk tanaman berbunga setiap 3-6 bulan, tanaman tampil sehat.

Dua tipe

Dinamakan potscaping lantaran taman disajikan dalam sebuah pot atau tersusun dari elemen-elemen tanaman dalam pot. Taman dalam pot itu terbagi menjadi dua: annual dan perenial. Yang disebut pertama, keindahannya hanya bisa dinikmati selama 3 bulan. Biasanya annual tersusun dari tanaman berbunga seperti petunia, impatien, krisan, pentas, abutilon, dan gerbera. Penyusunan tanaman berbunga tanpa membongkar media, jadi menyertakan pot asal. Tujuannya menghindari tanaman stres yang bisa mengakibatkan bunga gugur setelah disusun.

Tipe perenial umumnya terdiri dari tanaman hias daun seperti aglaonema, kencur, kaktus, haworthia, dan sansevieria. Tak heran bila perenial lebih tahan lama dibandingkan annual. Tak seperti annual, dalam pembuatan tipe perenial, tanaman dibongkar dari media awal.

Ada beberapa syarat dalam memilih jenis tanaman yang dipakai dalam menyusun potscaping. Tanaman harus memiliki agroklimat yang sama agar perawatannya lebih mudah. Tak mungkin menggabungkan kaktus dengan aglaonema. Karena yang satu butuh air banyak dan yang lainnya tidak. Syarat lain, ‘Pertumbuhan tanaman lambat,’ kata Hari. Sehingga penampilan taman tak cepat berubah. Sebaiknya tinggi tanaman pada saat awal penyusunan relatif kecil, maksimal 30 cm.

Sebelum membuat taman dalam pot, tema ditentukan terlebih dahulu, karena terkait dengan jenis tanaman dan media yang digunakan. Untuk tema taman kering, Hari menggunakan sekam bakar, cocopeat, dan pasir malang, masing-masing 1 bagian. Sementara taman basah memakai campuran sekam bakar dan cocopeat dengan perbandingan 3:1.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemilihan pot. Sebaiknya menggunakan wadah ceper sehingga taman terlihat jelas. Atau bisa juga menggunakan wadah yang sifatnya tidak umum. Tujuannya memancing ketertarikan orang meski berukuran kecil. Salah satunya pot gerabah berbentuk ? lingkaran berisi fi tonia, peperomia, palem, dan singonium yang Trubus lihat di Flora Weekend Market di Taipei, Taiwan, awal April lalu. (Rosy Nur Apriyanti)

 

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img