Tuesday, November 29, 2022

Pesta Tugu Bagi Leluhur

Rekomendasi

 

Yang unik, tamu-tamu undangan mulai dari hula-hula (ipar), dongan tubu (semarga), dongan sahuta (sekampung), boru (pihak perempuan), ale-ale (kolega), dan kalangan pemerintah daerah setempat datang membawa sebatang bambu sambil menari tor-tor. Namun, bukan sekadar bambu. Bambu itu telah dihiasi dengan lembaran uang Rp10.000-Rp100.000.

Bahkan ada juga yang membawa piring berisi beras dan uang. ‘Itu sebagai tanda ikut serta membantu pesta,’ kata Parasman. Sebagai imbalan, boru dan hula-hula berhak mendapat potongan daging kerbau.

Pesta tugu itu memang dirancang untuk berbagi kegembiraan. Harap mafhum, keluarga keturunan Raja Baharaja yang selama ini tersebar dari Rengat sampai Papua telah berkumpul. Tujuan utama, tentu saja sebagai penghormatan ompung (kakek) yang telah tiada. Karena itu sehari sebelum pesta, digelar acara mangokal holi-pemindahan tulang-Raja Baharaja Pasaribu dan keturunannya untuk disatukan dalam makam yang sama.

Pemindahan tulang diawali dengan upacara keagamaan yang dipimpin pendeta G. Pasaribu. ‘Hu hokal ma Ho Sian Tanoman mon tu batu napir (Ku pindahkan kau dari kuburan mu ke tempat lebih baik, red),’ ucap pendeta HKBP itu. Tulang pertama yang ditemukan adalah milik Benjamin Pasaribu. Setelah dibersihkan dari tanah, tulang itu dimasukkan dalam ampang (bakul) dan ditutup dengan ulos panampin-ulos penghormatan. Hal serupa dilakukan pada 12 tulang lain.

Horas…horas…horas. Pekik gembira itu menandai ampang siap dibawa ke tugu-kuburan keluarga. Ampang dibawa di atas kepala ibu-ibu dari keturunan masing-masing pemilik tulang itu. Rombongan berjalan ke tugu sejauh 1 km. Setiba di sana setiap ampang dipindahkan ke peti berukuran 60 cm x 50 cm, lalu dimasukkan dalam tugu berdinding keramik seluas 8 m x 6 m. Di sanalah kuburan keluarga Raja Baharaja Pasaribu bersatu. (Lastioro Anmi Tambunan)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img