Petani Buktikan Keunggulan Varietas Cabai Bonita IPB

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Salah satu varietas cabai baru yang bisa menjadi pilihan petani adalah Bonita IPB. Cabai baru itu termasuk jenis varietas unggul. Sebagian petani telah membuktikan kelebihan cabai Bonita IPB.

Pemulia cabai baru itu adalah Prof. Dr. Muhamad Syukur, S.P., M.Si. dari Departemen Agronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor. Produksi buah mencapai 328,9–1147,7 gram per tanaman atau setara 2,64–13,50 ton per hektare. Sementara itu, bobot per 1.000 biji berkisar 7,67–9,07 gram dan bobot per buah 0,80–2,73 gram.

Bonita hasil persilangan dari IPB C295 yang merupakan tetua betina dan IPB C285 atau tetua jantan. “Persilangan keduanya diharapkan menghasilkan cabai rawit berdaya hasil tinggi,” kata Syukur.

Cabai yang rilis pada 2021 itu memiliki tinggi tanaman 51,53–17,05 cm. Bentuk buah moderat triangular berujung meruncing. Buah muda berwarna kuning dan menjadi merah pada buah tua. Rasanya pun tergolong sangat pedas 50.000–75.000 SHU (Scoville Heat Units).

Menurut Syukur, cabai yang rasanya pedas itu sangat populer di Asia Tenggara. Rasa pedas timbul akibat kapsaisin yang terdapat pada plasenta dan biji cabai. Industri saus menginginkan tingkat kepedasan cabai hingga 400 kali pengenceran. Artinya, cabai itu masih terasa pedas walaupun diencerkan hingga 400 ml.

Adaptif dataran rendah

Cabai Bonita IPB dapat beradaptasi di wilayah dataran rendah. Pengujiannya dilakukan di dataran rendah, khususnya di Bogor yang ketinggiannya 250 meter di atas permukaan laut (dpl). “Hasil pekebun lain di ketinggian lebih dari 1.000 m dpl juga bagus ternyata,” tutur Syukur.

Hendi Nur Seto, S.P., petani asal Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, membuktikan keunggulan Bonita. Hendi menanam Bonita pada 2021 di lahan 0,7 hektare. Ia menanam di ketinggian 700–1.000 meter dpl.

Total populasi 14.000 batang berjarak 40 cm × 40 cm. Panen 5,6 ton per musim. “Buahnya lebat dibandingkan daun, kalau dilihat dari jauh seperti buah semua,” tutur Sarjana Agroteknologi alumnus Universitas Jenderal Soedirman itu.

Menurut Hendi, menanam Bonita IPB mengurangi biaya produksi. Lazimnya, Hendi membutuhkan biaya Rp8.000 per tanaman cabai. Adapun biaya untuk Bonita IPB cukup Rp5.000. Keunggulan lain yang diakui Hendi dari cabai Bonita IPB adalah tahan penyakit. Prof. Syukur menuturkan, varietas Bonita IPB tetap berbuah lebat meski terserang virus keriting kuning. Cabai itu agak tahan gemini virus.

Artikel Terbaru

GHEL, Kelapa Cepat Panen dengan Daging Tebal

Kelapa genjah hijau Erabolo Labuanbatu (GHEL) menjadi varietas unggul baru hasil pengembangan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)....

More Articles Like This