Monday, August 8, 2022

Petani, Pangan, dan Masa Depan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Trubus — Acara bincang-bincang Wisma Hijau bertema “No Farmers, No Food, No Future,” terselenggara pada Jumat, 16 Oktober 2020 secara daring langsung di halaman sosial media facebook dan instagram @trubusbinaswadaya. Acara bertepetan dengan peringatan hari pangan sedunia. Menurut salah satu pemateri, Pengamat AEPI dan Komita Pendayagunaan Pertanian, Khudori, pemasok pangan 7,7 miliar warga dunia 70% dipasok oleh jejaring petani konvensional. Sisanya dipasok industri besar. Namun, secara keseluruhan pendapatan petani relatif rendah dibandingkan industri lain. Menurut pemateri lainnya, guru besar Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Dwi Andreas Santosa, M.S., akibat penghasilan rendah itu generasi muda kurang tertarik terjun di pertanian. Solusinya, membuat gerakan agar petani kuat. Jika petani bergabung maka akan memiliki nilai tawar kuat, baik di hadapan investor atau pemangku kebijakan. Pemateri lainnya, guru besar Antropologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Yunita Triwardhani, Winarto, M.Sc., PhD., petani yang memiliki pemahaman iklim dan lingkungan seperti ilmuwan, bisa mengambil keputusan tepat dalam teknis budidya.

Previous articleCara Baru Hidup Sehat
Next articlePanen Ekoenzim
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img