Thursday, August 18, 2022

Petik dan Makan Lengkeng di Airhitam

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Hup…, lengkeng pun masuk mulut. ”Manis sekali,” katanya sembari menunjukkan kepada teman-temannya. Tanpa dikomando, rombongan peserta tur Trubus lainnya langsung ikut menyerbu.

Sambil mengunyah buah, decak kagum terlontar dari mulut mereka. “Luar biasa, lengkeng di dataran rendah bisa selebat ini,” ungkap H Darma Yusuf, pekebun bawang dari Cirebon. Ia penasaran ingin melihat dari dekat keberhasilan mengebunkan lengkeng. Maklum, selama ini lengkeng identik dengan dataran tinggi. Sentranya di Indonesia terbatas di Magelang dan Ambara, di Jawa Tengah serta Tumpang, Malang. Itu pun diusahakan hanya sebagai tanaman pekarangan.

Dua kebun lengkeng di Desa Airhitam dan Sijangkung, Singkawang, Kalimantan Barat, yang dikunjungi pada akhir Agustus itu terletak di ketinggian 10—50 m dpl. Meski tanaman baru berumur 3—3,5 tahun tapi produktivitas sangat tinggi. “Produksi beberapa pohon mencapai lebih dari 1 kuintal,” tutur Ir Hendrik Virgilius MS, pengelola kebun. Wajar jika para peserta tur yang berasal dari seluruh Indonesia itu antusias untuk mengembangkan di daerah masing-masing.

Tak ketinggalan Assa beserta temantemannya dari Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Utara berencana membawa temuan di lapangan itu ke dalam agenda perencanaan tahunan. “Lengkeng kan diminati semua lapisan masyarakat, sehingga pasar tak jadi masalah andai dikembangkan,” ucapnya ringan. Aksi memborong bibit pun dimulai, hingga Mulyono Sutedjo yang kebunnya dijadikan ajang pembuktian lengkeng dataran rendah, kewalahan melayani pesanan.

“Kami puas bisa menyaksikan kebun lengkeng pertama di Indonesia dari dekat. Bahkan mencicipinya sampai kenyang,” ungkap peserta dari Kota Kembang, Bandung. Menurut ibu berjilbab itu kualitas lengkeng dataran rendah cukup baik, ukuran dan rasa tak kalah dengan lengkeng impor. Hanya saja daging buah lunak, kebanyakan air. Meskipun begitu, ini lebih baik karena kita bisa menikmati lengkeng segar dan bebas bahan pengawet.

Selain lengkeng mereka juga diajak menikmati manisnya duku punggur, jeruk madu, putsa, cempedak oranye, rambutan, dan icip-icip es lidah buaya di Aloevera Center. Para mania durian, puas berpesta karena di sana si raja buah sedang musim raya. Inilah aktivitas ke- 48 peserta tur yang terekam dalam rangkaian foto hasil jepretan Onny Untung dan Karjono. ***

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img