Sunday, May 24, 2026

Petualang Rasa di Balik Duri

Rekomendasi
- Advertisement -

Para penggemar durian di tanah air rela mengeluarkan biaya untuk berkeliling ke berbagai daerah hingga mancanegara.

Trubus — Adi Gunadi bersama rombongan terpaksa berganti kendaraan saat hendak mengunjungi sebuah kebun durian musang king di Pahang, Malaysia. Pasalnya, lokasi kebun di perbukitan. Jalan menuju kebun terjal dan menanjak. Ia bersama pemilik kebun menaiki mobil berpenggerak empat roda.

Rasa lelah setelah menempuh perjalanan berat sirna saat tiba di kebun. Di sana menghampar ribuan pohon durian musang king yang tumbuh di lereng bukit. Jarak tanamnya sangat teratur. Umur pohon kemungkinan rata-rata lebih dari 20 tahun.

Terenak

Tony Irawan (paling kiri) kerap mendampingi Adi Gunadi berpetualang mencari durian lezat.

Hamparan kebun itu sebetulnya milik beberapa pekebun. Pekebun-pekebun itu menanam komoditas yang sama di dalam satu kawasan sehingga menjadi sebuah sentra produksi. Saat berkunjung ke kebun itu beberapa pohon tengah berbuah lebat. Sang pemilik lalu menyodorkan buah si raja musang yang sudah jatuh di kebun. Saat dibuka tampak daging buah berwarna kuning terang yang menjadi ciri khas si raja musang. Adi lalu mencoba salah satu pongge. “Daging buahnya terasa lengket dan creamy. Rasa pahitnya kuat, tetapi tetap seimbang dengan rasa manis dan legit. Ini musang king paling enak yang pernah saya cicipi,” ucapnya.

Itu hanya salah satu kebun yang pernah Adi kunjungi di Malaysia. Alumnus University of Southern California, Amerika Serikat, itu pernah mencicip durian musang king di 6 negara bagian di Malaysia. Belum lagi durian asal Malaysia lainnya yang jumlah hingga puluhan jenis yang beredar di pasaran. Setiap kali musim durian di negeri jiran, ia selalu menyempatkan datang, baik bersama keluarga atau kolega. Itulah sebabnya ia kenal baik dengan banyak pekebun durian di Malaysia.

Beberapa pekebun bahkan mengizinkan Adi berkunjung ke kebun yang biasanya tertutup untuk umum. Salah satunya kebun musang king yang ia kunjungi itu. Hubungan baik itu pula yang membuat para peserta tur durian yang diselenggarakan Yayasan Durian Indonesia (YDI) diperbolehkan mengunjungi pohon induk durian ochee alias duri hitam (D200) milik Leow Cheok Kiang.

Belajar

Harryanto Sumitaro berkeliling mencicipi durian hanya untuk memilih varietas yang layak ditanam di kebun.

Selain durian di Malaysia, Adi juga kerap berkunjung ke beberapa kebun di Thailand yang menjadi eksportir durian terbesar di dunia. Seorang penggemar durian asal Tanjungselor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Tony Irawan, kerap menemani Adi berkeliling ke berbagai sentra durian di Malaysia dan Thailand bersama mendiang Dr. Lutfi Bansir, S.P., M.P. Menurut Tony hobi berkeliling untuk berburu durian lezat itu bukan sekadar icip-icip semata, tapi juga untuk belajar tentang pengembangan durian di sana.

Keinginan untuk belajar itu pula yang menjadi alasan Harryanto Sumitaro untuk berkeliling ke beberapa kebun di berbagai daerah di tanah air dan luar negeri. Maklum, pengusaha asal Kota Tangerang, Provinsi Banten, itu tengah mempersiapkan masa pensiun dengan berkebun durian di kawasan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ia berprinsip harus mencicipi langsung buahnya untuk menilai kelayakan varietas dikebunkan. Itulah sebabnya begitu ada berita tentang durian enak, ia langsung memesan buah atau datang langsung ke kebun untuk mencicipinya.

Harryanto juga kerap ikut serta dalam tur durian, seperti tur yang diselenggarakan Yayasan Durian Indonesia (YDI) ke Malaysia. Apalagi pada saat tur berkesempatan berkunjung langsung ke kebun pemilik durian ochee juara dan pohon induk ochee yang tersertifikasi di Kementerian Pertanian Malaysia. Dalam tur itu juga turut serta ahli durian Malaysia, Dr. Abdul Aziz Zakaria. “Ini kesempatan bagus. Saya bisa belajar langsung ke mereka tentang cara merawat kebun,” tuturnya.

Video

Suparta Zoel (kiri), mencicipi durian berbagai daerah dan mengunggah videonya di media sosial.

Hobinya membuat video tentang dunia hortikulltura membuat Suparta Zoel kerap berkeliling ke berbagai daerah dan mancanegara. Durian menjadi salah satu komoditas favorit yang selalu diburu. Dengan berbekal kamera mirrorless dan perangkat pelantang suara, pria asal Semarang, Jawa Tengah, itu mengulas tentang kualitas aneka jenis durian dari berbagai daerah hingga ke Malaysia dan Thailand. Ia lalu mengunggah video buatannya di media sosial. Pengalaman mencicipi durian itu pula yang membuat Suparta pernah didapuk sebagai juri kontes durian.

Menurut Adi para penggemar durian di Indonesia memang luar biasa. Mereka rela merogoh kocek berkunjung ke berbagai daerah hingga mancanegara hanya untuk berpetualang rasa. Beberapa di antaranya berkeliling untuk menimba ilmu sebagai bekal sebelum mulai berkebun. Ada pula yang akhirnya menjalin kerja sama penjualan buah atau bibit. Bahkan, para penggemar durian itu membentuk komunitas yang beranggotakan hingga ribuan orang. Semua demi cerita tentang si raja buah. (Imam Wiguna)


Artikel Terbaru

Mengenal Susunan Filter pada Sistem RAS Budidaya Sidat

Trubus.id-Keberhasilan budidaya sidat dengan sistem recirculating aquaculture system (RAS) sangat bergantung pada kualitas filtrasi air. Sistem filter pada RAS...

More Articles Like This