Tuesday, July 23, 2024

PFI Luncurkan Indonesia Philanthropy Outlook 2024

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id–Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) dan Kementerian PPN/Bappenas Republik Indonesia resmikan Indonesia Philanthropy Outlook 2024 yang dikemas melalui Philanthropy Learning Forum (PLF) ke-63.

Acara yang bertajuk “Indonesia Philanthropy Outlook 2024: Menggali Temuan Kunci dan Rekomendasi untuk Memperkuat Ekosistem Filantropi terhadap Pembangunan Berkelanjutan”, itu pada Selasa, 2 Juli 2024 di Jakarta.

Indonesia Philanthropy Outlook 2024 menyajikan berbagai temuan mengenai perkembangan sektor filantropi di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Bertujuan untuk menunjukkan hasil dan kontribusi filantropi terhadap pembangunan berkelanjutan, area kemajuan, persepsi masyarakat terhadap kegiatan filantropi, serta rekomendasi agenda prioritas.

Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian PPN/ Bappenas, Pungkas Bahruji Ali dalam  pidatonya menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik atas inisiatif dan terbitnya laporan Indonesia Philanthropy Outlook 2024 yang disusun oleh PFI.

Outlook itu sebagai bentuk komitmen sektor filantropi untuk mengangkat gambaran komprehensif tentang landskap, tren, tantangan, dan rekomendasi penguatan ekosistem filantropi berdasarkan aksi-aksi nyata yang dilakukannya dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia. 

“Laporan ini mengungkapkan bahwa 89% program filantropi telah berhasil sesuai dengan agenda SDGs. Banyak lembaga filantropi secara dinamis membangun hubungan antara tujuan dan target SDGs. Meski menghadapi berbagai kendala, upaya ini layak mendapat apresiasi karena hubungan yang terjalin akan membuka peluang kolaborasi dengan banyak pihak, serta mempercepat pencapaian tujuan dan target SDGs tepat waktu. Ini membuktikan bahwa filantropi memainkan peran penting sebagai katalisator perubahan sosial dan ekonomi yang positif,” ujar Pungkas.

Pungkas menegaskan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta dan filantropi serta pemangku kepentingan lainnya sangat penting untuk mencapai target-target SDGs dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung agenda perubahan iklim.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Pengurus PFI, Rizal Algamar menuturkan bahwa Indonesia Philanthropy Outlook, bentuk salah satu komitmen PFI untuk memperkuat ekosistem filantropi dalam aspek data dan informasi. 

Salah satu aspek penting itu perlu didorong sebagai referensi untuk perkembangan sektor filantropi yang berbasiskan data agar menciptakan dampak yang lebih efektif dan luas. Publikasi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi semua pemangku kepentingan.

“Ini merupakan outlook kedua yang telah kami publikasi, pertama kali di tahun 2022 lalu. Terlihat adanya perubahan dari outlook 2022 dan 2024 terkait 5 fokus program prioritas. Di 2022 terkait 1) pendidikan, 2) pemberdayaan ekonomi, 3) iklim dan lingkungan hidup, 4) advokasi, dan 5) kesehatan. Sementara di 2024 adalah: 1) pemberdayaan ekonomi, 2) pendidikan, 3) kesehatan, 4) Iklim dan lingkungan hidup, dan 5) kemiskinan,” kata Rizal. 

Lebih lanjut ia menuturkan,  penyelarasan program terhadap SDGs meningkat dari 84,9% pada 2022 dan pada 2024 menjadi 89%. Menurut Rizal hal itu menunjukkan adanya peningkatan dan penguatan komitmen filantropi dalam mendukung akselerasi pencapaian SDGs di Indonesia. 

“Outlook 2024 juga dilengkapi dengan perspektif masyarakat terhadap lembaga filantropi, dimana data menunjukkan bahwa lebih dari 70% responden publik melihat lembaga filantropi sudah bekerja dengan baik dalam membantu pelaksanaan program pemerintah,” tutur Rizal.

Rizal menambahkan, rekomendasi dalam outlook 2024 mencakup lima elemen penting dalam penguatan ekosistem filantropi di Indonesia. Pertama memperkuat jaringan dan kolaborasi multi-pihak untuk pencapaian SDGs dan agenda perubahan iklim. Kedua pengembangan kapasitas lembaga, termasuk kapasitas pengumpulan dana.

Ketiga perbaikan terhadap peraturan yang terkait filantropi. Keempat memastikan semakin lengkapnya data terkait lembaga filantropi dan kelima memperkuat pencatatan hasil dan dampak program.

Ia menuturkan PFI melihat pentingnya kita bersama-sama membangun transparansi, akuntabilitas, dan kredibilitas lembaga filantropi dalam menjalankan aktivitasnya.

“Kami berharap Indonesia Philanthropy Outlook 2024 ini dapat bermanfaat serta menjadi panduan berharga bagi semua pemangku kepentingan filantropi,” tutur Rizal.

Sementara itu, salah satu narasumber PLF ke-63, Direktur Yayasan Tahija dan Anggota Badan Pengawas PFI, Trihadi Saptohadi menuturkan bahwa budaya memberi (culture giving) kita membawa Indonesia menjadi negara paling dermawan berdasarkan World Giving Index 2022. 

Sebuah pencapaian yang baik namun di satu sisi budaya ini harus didukung oleh tata kelola, akuntabilitas, dan transparansi yang kuat agar dapat memberikan sebuah dampak yang terukur.

“Gotong royong multi-sektor, seperti elemen masyarakat, sektor swasta dan filantropi sangat penting guna membangun kemitraan dan tata kelola bagi pembangunan berkelanjutan. Hal tersebut dapat diwujudkan antara lain melalui komunikasi dan informasi, koordinasi kebijakan dan program, kolaborasi dan integrasi program serta blended financing dan program management untuk memastikan program keberlanjutan serta scale up impact,” ujar Trihadi.

Ia menuturkan menciptakan ekosistem bagi pertumbuhan filantropi yang sehat sangat penting, antara lain dengan adanya peraturan perpajakan yang ramah dan insentif yang jelas serta meninjau kembali peraturan penggalangan dana dan barang dengan menyesuaikan pada kondisi saat ini. 

PLF ke-63 juga dihadiri oleh narasumber yang sangat berpengalaman pada bidang filantropi yaitu Direktur Yayasan Bakti Barito, Dian A. Purbasari; (Interim) Chief of Advocacy, Campaign, Communication and Media Save the Children Indonesia, Tata Sudrajat; dan Kepala Sekretariat Nasional SDGs, Pungkas Bahruji Ali. Diskusi ini dimoderatori oleh Ketua Yayasan Adaro Bangun Negeri dan Ketua Badan Pengawas PFI, Okty Damayanti.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Pakai IoT di Kebun Jeruk, Hasil Panen Optimal

Trubus.id—Penggunaan internet of things (IoT) untuk pertanian turut membantu meningkatkan hasil panen dan kualitas produk. Pekebun jeruk di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img