Monday, November 28, 2022

Pijahkan Gurami

Rekomendasi
  • Bagaimana cara memelihara bibit gurami?
  • Di mana tempat kawin yang cocok?
  • Berapa skala ekonomis untuk memelihara gurami?
  • H bagus
    Jl. Siliwangi No. 329 Semarang, Jawa Tengah

    Pepen Effendy

    1. Pilihlah jantan dan betina gurami matang telur dengan perbandingan 1 : 3. Kemudian siapkan kolam pemijahan, alirkan air hingga setinggi 0,5-1 m dan taburkan ranting, rumput-rumputan atau ijuk secukupnya sebagai tempat bertelur. Telur yang telah dibuahi akan berwarna kuning kemerahan. Selanjutnya, rumput tempat bertelur dipindahkan ke tempat penetasan seperti bak semen. Pemindahan sarang harus dilakukan menggunakan ember berisi air, lalu secara perlahan telur dikeluarkan dengan cara membuka simpul-simpul sarang ke dalam wadah penetasan. Air diganti setiap 2 hari sekali. Penetasan bisa dilakukan dalam kantong happa yang diikatkan di kolam air bersih. Setelah 48 jam, telur akan menetas menjadi larva.
    2. Induk yang baik memiliki tubuh yang sempurna, tidak cacat. Sisiknya teratur, bergerak lincah, dan berumur lebih dari 4 tahun. Induk gurami jantan memiliki dahi menonjol, sedangkan betina datar. Untuk mendapatkan induk bermutu, silakan hubungi peternak gurami di Kabupaten Purwokerto atau Dinas Perikanan dan Kelautan setempat.
    3. Untuk memelihara bibit gurami sediakan kolam berukuran 5 m x 10 m yang telah berisi air selama 7 hari sebelum benih ditebar. Kemudian tebarkan pupuk kandang sebanyak 300 g/m2 dan kapur tohor 20 g/m2. Air kolam berangsur-angsur kehijauan karena ditumbuhi phytoplankton dan zooplankton sebagai pakan alami. Setelah itu, bibit gurami dapat ditebar dengan kepadatan 50-60 ekor/m2. Sebagai sumber pakan, berikan pelet. Pada umur pemeliharaan 1-3 bulan, dosis pakan sebesar 10% dari bobot tubuh dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari.
    4. Gurami dapat kawin di kolam tanah sedikit berpasir dan di kolam dekat sumber air yang tidak tercemar. Lokasi budidaya dapat berada pada ketinggian 0-600 m dpl.
    5. Skala usaha ekonomis gurami berbeda-beda tergantung jenis yang diusahakan: pembenihan, pendederan, dan pembesaran. Misalnya, untuk usaha pembenihan dimulai dari luas lahan 1.000 m2. Yang penting, gunakanlah teknologi budidaya yang benar.***

     

     

    Pijahkan Gurami

    Saya ingin menanyakan beberapa hal tentang gurami:

    1. Bagaimana cara memijahkan gurami?
    2. Bagaimana memilih induk yang baik? Di mana induk itu dapat diperoleh?
    3. Bagaimana cara memelihara bibit gurami?
    4. Di mana tempat kawin yang cocok?
    5. Berapa skala ekonomis untuk memelihara gurami?

    H bagus
    Jl. Siliwangi No. 329
    Semarang, Jawa Tengah

    Pepen Effendy

    1. Pilihlah jantan dan betina gurami matang telur dengan perbandingan 1 : 3. Kemudian siapkan kolam pemijahan, alirkan air hingga setinggi 0,5-1 m dan taburkan ranting, rumput-rumputan atau ijuk secukupnya sebagai tempat bertelur. Telur yang telah dibuahi akan berwarna kuning kemerahan. Selanjutnya, rumput tempat bertelur dipindahkan ke tempat penetasan seperti bak semen. Pemindahan sarang harus dilakukan menggunakan ember berisi air, lalu secara perlahan telur dikeluarkan dengan cara membuka simpul-simpul sarang ke dalam wadah penetasan. Air diganti setiap 2 hari sekali. Penetasan bisa dilakukan dalam kantong happa yang diikatkan di kolam air bersih. Setelah 48 jam, telur akan menetas menjadi larva.
    2. Induk yang baik memiliki tubuh yang sempurna, tidak cacat. Sisiknya teratur, bergerak lincah, dan berumur lebih dari 4 tahun. Induk gurami jantan memiliki dahi menonjol, sedangkan betina datar. Untuk mendapatkan induk bermutu, silakan hubungi peternak gurami di Kabupaten Purwokerto atau Dinas Perikanan dan Kelautan setempat.
    3. Untuk memelihara bibit gurami sediakan kolam berukuran 5 m x 10 m yang telah berisi air selama 7 hari sebelum benih ditebar. Kemudian tebarkan pupuk kandang sebanyak 300 g/m2 dan kapur tohor 20 g/m2. Air kolam berangsur-angsur kehijauan karena ditumbuhi phytoplankton dan zooplankton sebagai pakan alami. Setelah itu, bibit gurami dapat ditebar dengan kepadatan 50-60 ekor/m2. Sebagai sumber pakan, berikan pelet. Pada umur pemeliharaan 1-3 bulan, dosis pakan sebesar 10% dari bobot tubuh dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari.
    4. Gurami dapat kawin di kolam tanah sedikit berpasir dan di kolam dekat sumber air yang tidak tercemar. Lokasi budidaya dapat berada pada ketinggian 0-600 m dpl.
    5. Skala usaha ekonomis gurami berbeda-beda tergantung jenis yang diusahakan: pembenihan, pendederan, dan pembesaran. Misalnya, untuk usaha pembenihan dimulai dari luas lahan 1.000 m2. Yang penting, gunakanlah teknologi budidaya yang benar.***
    - Advertisement -spot_img
    Artikel Terbaru

    Robusta Rasa Kelapa

    Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
    - Advertisement -spot_img

    More Articles Like This

    - Advertisement -spot_img