Friday, December 9, 2022

Pilihan Gaya Budikdamber

Rekomendasi

Para pehobi berinovasi mengembangkan budikdamber sesuai kebutuhan. Ada tiga pilihan model.

Budikdamber tertutup rakitan Herry Apriyanto di Bekasi, Jawa Barat. (Dok. Herry Apriyanto)

Trubus –– Andre Hendrawan merakit budikdamber—budidaya ikan dan sayuran di satu ember— sendiri. Pehobi di Kota Depok, Jawa Barat, itu mengikuti rancangan budikdamber yang orisinal. Ciri budikdamber orisinal adalah sederhana tanpa saluran pembuangan dan tidak menggunakan tutup ember. “Semua bahannya mudah ditemukan di pasar,” kata Andre yang merakit 2 unit budikdamber pada 2020. Alumnus Universitas Jenderal Soedirman itu menempatkan budikdamber di halaman rumahnya.

Budikdamber orisinal rakitan Andre Hendrawan di Kota Depok, Jawa Barat. (Dok. Andre Hendrawan)

Herry Apriyanto juga merakit budikdamber sendiri. Namun, ia merekayasa dengan penambahan saluran pembuangan sederhana di dasar ember. Pelaku budikdamber di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sejak 2019 itu menggunakan bekas tutup dan leher botol plastik untuk mempermudah pengurasan endapan kotoran di dasar ember. Tanpa saluran pembuangan, pehobi harus melakukan membersihan lumpur di dasar ember dengan selang.

Selain itu, Herry juga memanfaatkan tutup ember sebagai tempat meletakkan wadah tanam dan memberi pakan ikan. Karyawan swasta itu melubangi tutup ember. Herry memasang kawat ram supaya ikan tidak lompat keluar ember. Meski ember tertutup kawat, ia masih bisa memberi pakan ikan. Sejak Maret 2020 Herry mulai menjual paket ember budikdamber hasil rancangannya.

Muhammad Iqbal perancang budikdamber sistem airlift. (Dok. Trubus)

Tren budikdamber juga berimbas pada pegiat-pegiat akuaponik seperti Muhammad Iqbal. Pria yang tujuh tahun menggeluti akuaponik itu dihubungi oleh para pehobi-pehobi akuaponik pemula untuk membuat rancangan budikdamber. Ia memadukan kesederhanaan budikdamber dan kecanggihan akuaponik yang masih tetap terjangkau. Iqbal menyebut rancangannya budikdamber airlift.

Airlift sejatinya sistem resirkulasi dan aerasi sederhana. Menurut Iqbal kualitas air budidaya tetap nomor penting untuk dipertahankan. Oleh karena itu, Iqbal merancang akuaponik skala ember. Daya listrik yang diperlukan hanya 3 watt, menjamin sintasan ikan lebih tinggi ketimbang budikdamber tanpa sistem aerasi dan sirkulasi. Selain itu, Iqbal juga mengintegrasikan saluran pembuangan.

Meskipun terkesan rumit, sebetulnya bahan-bahan yang diperlukan untuk merakit budikdamber airlift murah dan mudah ditemukan di toko bangunan dan toko ikan hias. Menurut pria pemilik Mas 78 Farm itu air budidaya budikdamber airlift tinggi oksigen terlarut dan rendah amonia sehingga tidak berbau dan tidak meracuni ikan maupun tanaman. (Tamara Yunike)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Keunggulan Kapal Canggih Penebar Pakan Ikan

Trubus.id — Kapal penebar pakan ikan bisa menjadi alternatif para pembudidaya yang memelihara ikan di tambak yang luas. Salah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img