Sunday, November 27, 2022

Pilihan Pupuk untuk Kantung Beruk

Rekomendasi

 

Nepenthes memang terkenal sebagai tanaman tahan banting lantaran hidup di lahan miskin hara. Ia terbukti bisa tumbuh bagus tanpa pemupukan. Meski demikian, penampilan maksimal akan diperoleh bila periuk monyet itu memperoleh tambahan nutrisi lewat pemupukan. Di Kreatif Flora nurseri, nepenthes diletakkan dalam greenhouse yang diselimuti shading net di sekeliling dan atap. Dalam kondisi seperti itu serangga, seperti semut dan lalat, yang berkeliaran jarang ditemui. Padahal di alam, periuk monyet itu mendapatkan pasokan hara dari serangga yang tercebur ke dalam kantong. Karenanya pemupukan menjadi pekerjaan wajib.

Purbo memberikan satu sendok makan-kira-kira 5 gram-pupuk kandang yang dicampur dengan media saat pengepotan. Selanjutnya nepenthes disiram dengan pupuk daun, seperti Hyponex, Growmore, dan Gandasil. Dosisnya 0,5 cc/l air. Selain itu, ia menambahkan suplemen seperti Atonik, vitamin B1, dan Metalik. Pupuk dan suplemen diberikan satu minggu sekali.

Hasilnya, N. ventrata tampil lebih menarik dibandingkan di alam. Padahal, ketakung itu turunan dari induk asal Belanda yang dibeli pada sebuah pameran di Jakarta 7 tahun silam. Koleksi lain, seperti N. rafflesiana, N. reinwardtiana, N. maxima, dan N. tomoriana, juga tumbuh subur.

Seimbang

Nun di Surabaya, Vonny Asmarani pun memberikan pupuk pada nepenthesnya. Saat pertama kali tiba, kondisi N. adrianii, N. ampullaria, dan N. gracilis miliknya memprihatinkan. Kobe-kobe itu kemudian digantung bersama-sama anggrek dendrobium yang menjadi bisnis utama. Nepenthes dirawat laksana anggrek. Satu bulan kemudian entuyut-entuyut itu mengeluarkan kantong.

Katidiang baruak itu ditanam dalam media moss hitam 100% dan diletakkan di bawah shading net 50%. Pupuk daun seimbang diberikan seminggu 2 kali dengan dosis 1 g/l air. Menurut Ir Agustina Liestiawati, MP, kantong semar itu memang sebaiknya diberikan pupuk seimbang. Bila kandungan P-nya tinggi akan keluar bunga. Sedangkan bila N yang tinggi daun tumbuh subur, tapi tak mengeluarkan kantong, ujar hobiis nepenthes di Pontianak, Kalimantan Barat, itu.

Untuk mencegah serangan hama dan penyakit, Vonny menyemprotkan fungisida seminggu sekali dan insektisida 2-3 minggu sekali. Penyiraman dilakukan pagi dan sore hari, tergantung cuaca dan kelembapan media. Hasilnya, daun tampak bagus dan rimbun.

Setiap pekebun memang memiliki gayanya sendiri dalam pemupukan. Maklum, tidak ada standar baku untuk itu. Yang terpenting, pupuk diberikan dalam dosis rendah. Choon Thin Yat dari EQ Resources di Perak, Malaysia, memberikan pupuk dengan konsentrasi 1/8 dari yang dianjurkan. Pemupukan dilakukan dengan cara misting-pengkabutan-2 kali seminggu sampai panjang daun memenuhi ukuran yang diinginkan: 10 cm, 15-25 cm, dan lebih dari 25 cm tergantung jenisnya. Dalam kondisi itu tanaman tumbuh subur, tapi tak berkantong. Untuk memunculkan kantong, frekuensi pemupukan dikurangi menjadi 2 minggu sekali dengan dosis sama.

Ramuan sendiri

Alternatif lain, memberikan pupuk buatan sendiri. Itu yang dilakukan M Apriza Suska, hobiis nepenthes di Bogor. Ramuan itu terdiri dari: kalium fosfat, kalsium nitrat G-grade berbentuk granula, kalium nitrat berbentuk kristal, magnesium sulfat, unsur mikro, vitamin dan enzim tanaman, serta vitamin B1 plus kelat besi dan fosfat.

Cara membuatnya, siapkan magnesium sulfat, kalium fosfat, dan kalium nitrat masing-masing sebanyak 5 g, 5 sendok makan vitamin B1, dan 5 ml pupuk mikro. Semua bahan dimasukkan dalam ember ukuran 20 l dan dilarutkan dengan 19,5 l air. Larutkan pula 5 g kalsium nitrat dalam 0,5 l air di tempat terpisah. Setelah larut, campurkan ke dalam larutan pertama.

Untuk meramu pupuk tersebut, Apriza menggunakan 2 wadah terpisah. Itu karena kalsium tidak boleh dicampur dengan sulfat dalam keadaan pekat. Pencampuran menyebabkan terbentuknya endapan gypsum. Kalsium juga tidak bisa dicampur fosfat dalam keadaan pekat karena membentuk kalsium fosfat. Akibatnya larutan pupuk tidak bisa diserap tanaman. Oleh karena itu kedua bahan kimia itu harus dilarutkan di tempat terpisah. Setelah terbentuk larutan yang lebih encer, kedua bahan kimia itu baru bisa dicampur dan disemprotkan ke tanaman. Apriza memupuk seminggu sekali.

Menurut Apriza, media nepenthes sebaiknya dalam keadaan lembap waktu pupuk diberikan. Jika kering, akar nepenthes bisa terbakar, ujar pemilik Suska nurseri itu. Selain itu, pemupukan sebaiknya pada sore hari. Karena tingkat penyerapan tanaman pada pagi hari lebih rendah dibandingkan sore hari. Akibatnya pupuk mengering karena air menguap. Pupuk kering membentuk butiran-butiran garam di daun. Garam akan menyerap air di daun sehingga daun kering terbakar. Andaikata pemupukan harus pagi hari, lakukan penyemprotan paling lambat pukul 06.00. Jadi, pupuk sudah terserap sebelum matahari bersinar terang.

Pasokan nutrisi dari serangga yang terjebak di dalam kantong memang membuat nepenthes sehat. Namun, penampilan periuk monyet itu akan lebih sempurna bila ditambahkan pupuk. Seperti layaknya manusia mendapatkan makanan 4 sehat 5 sempurna. Nepenthes pun demikian, dengan pemupukan ia akan tumbuh subur, prima, dan royal mengeluarkan kantong seperti di alam. Keindahannya pun dapat dinikmati setiap saat seperti yang Trubus jumpai di kebun milik Purbo di Bogor. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Syalita Fawnia)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img