Sunday, August 14, 2022

Pindah Tanam Dua Detik

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Nurseri di Belanda memanfaatkan teknologi untuk meringankan pekerjaan.

Penggunaan mesin membuat penyelesaian pekerjaan di nurseri lebih cepat dan efisien.
Penggunaan mesin membuat penyelesaian pekerjaan di nurseri lebih cepat dan efisien.

Pohon prunus setinggi semeter itu berdiri tegak. Hanya dalam 2,4 detik, tanaman itu tercerabut dengan akar-akarnya. Tanah yang menjadi media tanam pohon itu membungkus akar membentuk seperti pot. Pemindahan tanaman dengan mesin bernama Globus Trac PT 1800 itu sangat efisien. Pemilik nurseri, Joost Sterke, menamam Prunus sp. di lahan 1 hektare berisi 30.000 tanaman. Lokasi lahan di Haaren, North Brabant, Belanda.

Artinya Globus Trac PT 1800 hanya menghabiskan 20 jam menggali semua tanaman. Bandingkan jika Joost menggunakan tenaga kerja. Setiap pekerja memerlukan sekitar 15 detik untuk menggali satu tanaman. Dengan kata lain satu pekerja menyelesaikan tugas serupa dalam 125 jam. Waktu itu lebih lama dan belum tentu semua pekerja terampil melakukan itu.

Tanpa awak

Mesin pemangkas tanaman.
Mesin pemangkas tanaman.

Joost menuturkan, “Menggunakan mesin lebih efektif dan efisien.” Adapun Marketing and Domestic Relations Manager dari Polandia, Ewa Owsianik-Luczak, yang menyaksikan proses itu bertutur, “Menakjubkan dan luar biasa.” Yang paling menakjubkan dari mesin bikinan Gebroeders Ezendam BV itu yakni tidak ada operator di dalam kabin. Mesin itu bekerja tanpa awak.

Harap mafhum perangkat Global Positioning System (GPS) terintegrasi pada mesin sehingga alat itu bekerja mandiri. Ewa yang bekerja pada penyelenggara acara atau event organizer pameran menuturkan Globus Trac PT 1800 mesin masa depan yang menghemat waktu dan tenaga kerja. Kinerja mesin itu pun memukau anggota staf perusahaan peregistrasi tanaman baru di Belanda, Plantipp BV, Diantha Slingerland.

“Ini kali pertama saya melihat mesin itu,” kata Diantha. Ia menuturkan kemungkinan mesin itu juga dimiliki nurseri lain. Namun, Globus Trac PT 1800 spesial didesain untuk Joost. Menurut Diantha banyak nurseri yang menggunakan bantuan mesin. Musababnya upah tenaga kerja di Negeri Kincir Angin sangat mahal. Investasi pada mesin lebih ekonomis untuk jangka panjang.

Hanya 14 detik untuk menggali tanaman.
Hanya 14 detik untuk menggali tanaman.

Diantha menduga upah tenaga kerja sekitar €10 setara Rp143.368 per jam jika kurs €1 = Rp14.336. Angka itu tidak mutlak. Setiap pemilik nurseri memiliki kesepakatan tersendiri dengan pekerja sehingga mungkin saja upah lebih murah. Harga itu juga bisa jadi lebih tinggi untuk karyawan tetap karena termasuk dana pensiun, pajak, dan jaminan sosial. Jika Joost menggunakan seorang tenaga kerja untuk menggali semua tanaman di lahan 1 hektare, maka ia merogoh kocek sekitar Rp17,9-juta.

Hemat tenaga kerja
Joost bukanlah pemilik Globus Trac PT 1800. Ia hanya menyewa mesin itu seharga Rp1.146 per tanaman. Artinya Joost menghabiskan Rp34,38-juta per hektare. Meski ongkos sewa mesin lebih mahal ia puas karena hasilnya bagus dan seragam. “Yang paling penting waktu pengerjaan lebih singkat,” kata pria berkacamata itu. Pada 6 Oktober 2016 itu sekitar 30 wartawan dari Eropa dan Asia mengunjungi nurseri milik Joost.

Ewa termasuk dalam rombongan insan pers itu. Kedatangan para jurnalis dalam rangka memeriahkan pameran tanaman taman, GrootGroenPlus (GGP) 2016, di Zundert, North Brabant, Belanda. Majalah Trubus satu-satunya media di Asia yang diundang ke ajang bergengsi sejak 1993 itu. Hampir semua wartawan terkesima dengan mesin-mesin yang Joost gunakan.

Mesin penggali tanaman tanpa awak dioperasikan melalui Global Positioning System.
Mesin penggali tanaman tanpa awak dioperasikan melalui Global Positioning System.

Selain Globus Trac PT 1800, Joost pun memiliki mesin penggali tanaman. Jika Globus Trac PT 1800 hanya melubangi tanaman di lahan, mesin penggalli tanaman bertugas mengangkat tanaman besar setinggi 2 m dari lubang tanam. Jurnalis dari Perancis, Patricia Grolier, sangat terkesan dengan mesin penggali bikinan perusahaan dari Jepang itu. Patricia mengatakan, pasti sangat berat mengangkat tanaman besar dari lubang tanam.

“Dengan mesin pekerjaan jadi lebih mudah,” kata warga Paris, Perancis, itu. Yang paling utama pekerja terlindung dari ancaman bahaya karena menggali dan mengangkat pohon besar secara manual. Menurut peneliti dari Wageningen University, EJ van Henten, pekerjaan yang monoton dan postur tubuh yang tidak sesuai berpeluang menyebabkan cedera punggung dan cedera persendian Repetitive Strain Injury (RSI).

Pemangkas

Mesin penggali tanaman berukuran besar.
Mesin penggali tanaman berukuran besar.

Mesin penggali itu memiliki dua operator. Satu orang mengemudikan mesin, yang lain di luar memastikan alat penggali terpasang sempurna. Alat itu memerlukan sekitar 30 detik untuk menggali dan mengangkat satu tanaman setinggi sekitar 2 m. Joost menggunakan satu alat untuk satu pekerjaan. Alat spektakuler lainnya yaitu mesin penggunting. Mesin kreasi Dénis Mulders BV itu merapikan cabang tanaman yang ngelancir sehingga bentuk tanaman tetap kompak.

Mesin bertipe multitrike 370 itu memangkas cabang tiap tanaman setinggi 1,5 m selama 6 detik. Dalam 1 ha terdapat 15.000 tanaman sehingga pekerjaan memangkas selesai dalam 25 jam. Ukuran gunting bisa disesuaikan dengan diameter tanaman. Joost giat menggunakan berbagai mesin sejak 2008. Saat itu ia dan rekan mendirikan perusahan lain—Tricolor Plant namanya—yang fokus menjual tanaman besar setinggi 1,5—3 m. Pemicunya permintaan tanaman besar meningkat beberapa tahun terakhir. (Riefza Vebriansyah)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img