Friday, December 2, 2022

Pion Baru Anachi Pazham

Rekomendasi

Cara unik itu memancing Trubus untuk segera menyantapnya. Rasa manis langsung menyergap pada gigitan pertama. Biasanya pada nanas ada sensasi rasa asam. Rupanya kadar kemanisannya sampai 20o briks. Nanas biasa hanya 14o

briks. Istimewanya lagi, rasa manisnya di semua bagian buah, dari ujung ke pangkal. Biasanya semakin ke ujung, kadar kemanisan nanas semakin rendah.

Empulurnya empuk dan tak berserat. Makanya, tak perlu dibuang saat menyajikannya. Matanya datar sehingga tidak perlu dikupas. Warna daging kuning tua menarik. Kadar air rendah sehingga tekstur buah jadi kering dan tidak bleber-cocok untuk buah meja.

Anachi pazham-nanas dalam bahasa Indian kuno-spesial itu Trubus cicipi di Taman Wisata Mekarsari. Nama kode silangannya CM 32, kependekan dari cayenne madu 32. ‘Ini perbaikan dari arnis,’ tutur AF Margianasari, kepala produksi buah TWM. Arnis digemari karena rasanya manis, mencapai 18o briks. Toh rekor derajat kemanisan itu dipatahkan oleh CM 32.

Populasi padat

CM 32 punya karakter mirip arnis. Hanya saja bobot CM 32 lebih ringan: 1-1,5 kg per buah. Arnis, 1,5-2,5 kg per buah. Empulur arnis pun masih berserat dan teksturnya lebih keras.

Keunggulan hasil silangan nanas cayenne dan madu itu tak hanya dari buahnya. Bentangan tajuknya hanya 1 m; arnis mencapai 2 m. Tekstur daun yang lemas dan melengkung ke bawah membuat bentang tajuknya pendek. Dengan bentangan tajuk lebih pendek, populasi per hektar bisa 10.000 tanaman. Arnis, 5.000 tanaman.

CM 32 juga hemat pupuk. Ia hanya perlu 50 g campuran pupuk Urea, KCl, SP36 setiap 3 bulan. Sementara arnis butuh 50 g pada 3 bulan pertama. Lalu 3 bulan selanjutnya 75 g, dan 100 g untuk 3 bulan terakhir.

Selain CM 32, TWM juga memiliki CM 30 dan CM 70. CM 30 cocok bagi penyuka nanas berdaging kering. Kadar kemanisannya 16-17o briks dengan warna daging lebih kuning daripada CM 32. Sedangkan CM 70 tampilannya mirip nanas palembang. Rasanya tak terlalu manis-kadar kemanisan 14-15o briks, tapi daging buah kering.

Karakter ideal

Bintang baru pun muncul dari seleksi Pusat Kajian Buah Tropika, IPB. Peneliti di sana melahirkan P01-19. Hasil silangan Arief Nasution, MSi itu berkadar gula 22,1o briks pada bagian pangkalnya. Itu lebih manis daripada nanas unggulan PKBT yang lahir sebelumnya, azzuri. Azzuri kadar gulanya hanya 21,2o briks pada bagian pangkal.

Sayang, kadar gula tinggi yang dimiliki P01-19 tak didukung kadar asam rendah. Kadar asam bagian pangkalnya 0,807. Azzuri hanya 0,454. ‘Padahal, kemanisan buah tidak hanya ditentukan kadar gula tetapi juga kadar asam,’ kata Sobir, PhD, kepala PKBT. Makanya di lidah awam rasa manis keduanya sama saja.

Hampir semua keunggulan yang dimiliki azzuri disandang P01-19. Bentuk buah silindris dengan mata buah datar. Daunnya pun sama-sama tak berduri. Ukuran mahkotanya kurang dari setengah mahkota azzuri. Itu memudahkan pengupasan dan pengemasan. Rata-rata bobot buah P01-19 950 g, lebih ringan daripada azzuri yang rata-rata bobotnya 1,25 kg. Daun tak berduri dan bentuk buah silindris diwarisi dari smooth cayenne-salah satu induk. Buah manis dengan warna kuning cerah tentu berasal dari queen 19-induk lain.

‘Idealnya nanas unggul berbentuk silindris, mahkota relatif kecil atau proporsional, tekstur renyah, kadar air rendah, manis, warna kuning emas, dan mata buahnya datar,’ tutur Sobir. Nanas-nanas baru yang lahir dari PKBT dan TWM memiliki karakter itu. Itu supaya penikmat buah seribu mata itu kian mudah menyantapnya. (Nesia Artdiyasa/Peliput: Argohartono Arie Raharjo dan Niken Anggrek Wulan)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Balitbangtan Menjajaki Kolaborasi dengan Turki atas Keberhasilannya Sertifikasi Varietas

Trubus.id — Balitbangtan yang telah bertransformasi Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) mulai memperkuat jejaring internasional salah satunya dengan kunjungan ke...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img