Friday, August 19, 2022

Pisang Penolong Diabetesi

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Mengonsumsi pisang sebagai pengganti nasi terbukti empiris membantu menurunkan bobot tubuh.

TRUBUS — Selain mengenyangkan, mengonsumsi pisang menjaga kestabilan kadar gula darah.

Puspa Arum—bukan nama sebenarnya—masygul sepulang dari konsultasi dengan dokter ahli penyakit dalam. “Saya terdiagnosis pradiabetes. Kemungkinan besar menjadi pasien diabetes bila saya tidak bisa menurunkan bobot tubuh minimal 2 kg,” kata Puspa mengenang kejadian pada 2015. Saat itu gula darah puasa Puspa cukup tinggi mencapai 180 mg/dl. Lazimnya gula darah puasa normal 80—100 mg/dl. Adapun kadar kolesterol Puspa 250 mg/dl, sedangkan normalnya kurang dari 200 mg/dl.

Dokter menyarankan Puspa menurunkan bobot tubuh dari 62 kilogram (kg) menjadi 60 kg. Bobot itu ideal karena tinggi Puspa 156 cm. Ia mulai mengonsumsi nasi setengah porsi, dari dua centong menjadi satu centong saja. Perempuan yang kini berusia 70 tahun itu berolahraga ringan dengan berjalan kaki selama 30 menit setiap pagi. Sebulan kemudian ia konsultasi dengan dokter yang sama. Alangkah sedihnya Puspa karena tidak ada perubahan kadar gula darah dan kolesterol.

Bobot normal

Dokter memperingatkan bila tak berhasil mengatur pola makan serta menurunkan kadar gula dan kolesterol, Puspa mesti bersiap mengonsumsi obat diabetes seumur hidup. Puspa mencari beragam menu alternatif yang dapat mengurangi kadar gula dan kolesterol. Perempuan yang tinggal di Jakarta itu mengonsumsi dua pisang segar sebagai pengganti nasi, sayur, dan lauk di setiap waktu makan.

Pisang kepok kukus atau rebus rendah kandungan gula sehingga cocok untuk diabetesi.

Puspa mengurangi makanan yang digoreng dengan metode deep fry. Hanya sesekali konsumsi saat benar-benar ingin. Puspa juga mengonsumsi multivitamin untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh. Selang sebulan bobot tubuh Puspa berkurang dua kg. Gula darahnya mendekati normal. Kebiasaan Puspa mengonsumsi pisang sebagai pengganti nasi berlangsung hingga enam bulan.

Hasilnya bobot tubuhnya turun 6 kg dan stabil pada angka 55—56 kg. Gula darah sewaktu—tes dilakukan kapan saja tanpa memperhatikan waktu dan kondisi seseorang—150 mg/dl. Biasanya penderita diabetes melitus memiliki kadar gula darah sewaktu lebih dari 200 mg/dl.Perempuan kelahiran 1951 itu berhasil mematahkan mitos susah kenyang bila belum makan nasi.

“Saya tidak merasa lapar karena tidak makan nasi. Pisang betul-betul sangat mencukupi kebutuhan karbohidrat saya,” kata Puspa. Hingga kini, ia masih rutin mengonsumsi pisang karena tubuh lebih nyaman untuk beraktivitas dan tidak mudah gemuk. Menurut ahli gizi di salah satu rumah sakit di Kabupaten Banyuwangi, Eryn Perdani, tidak masalah mengonsumsi pisang sebagai pengganti nasi lantaran buah itu juga sumber karbohidrat.

Nasi merah kaya serat dan berindeks glikemik rendah.

“Bila tujuan utama mengurangi bobot tubuh, pilih karbohidrat yang pemecahannya lebih lama dan lebih tinggi serat,” kata Eryn. Konsumsi nasi putih bisa diganti dengan nasi tinggi serat seperti nasi merah dan nasi hitam. Selain karbohidrat, nutrisi lain seperti protein, vitamin, dan mineral mesti terpenuhi. Alumnus Jurusan Gizi, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, itu khawatir mereka yang ingin menurunkan bobot tubuh cenderung mengurangi asupan semua makanan. Padahal itu mengarah pada defisiensi nutrisi.

IG rendah

Peneliti dari Program Studi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Nasional Surakarta, Novia Luviana Indraswari, menguji kadar gula total dari tiga sumber karbohidrat yakni pisang kepok kuning rebus, nasi merah, dan nasi hitam. Hasil penelitian mengungkapkan, pisang kepok kuning rebus memiliki kadar gula total terendah sebesar 3,861 g/100 g, nasi hitam (4,531 g/ 100 g), dan nasi merah (6,142 g/100 g).

Cukupi asupan gizi lain seperti protein, vitamin, dan mineral agar tidak terjadi defisiensi nutrisi.

Diabetesi atau siapa saja yang ingin mengendalikan kadar gula darah bisa mengonsumsi pisang kepok lantaran kandungan gulanya rendah. Pun pisang kepok mengandung karbohidrat yang menimbulkan rasa kenyang. Penelitian sebelumnya menyebutkan pisang kepok memiliki indeks glikemik rendah yakni 43 sama dengan nasi hitam, sedangkan nasi merah 47.

Indeks glikemik (IG) merujuk pada ukuran kecepatan suatu pangan dalam meningkatkan kadar glukosa darah setelah dikonsumsi. IG rendah bila nilainya kurang dari 55, IG sedang (55—69), dan IG tinggi (lebih dari 70). Sumber karbohidrat dengan IG rendah dapat dicerna dan diserap lebih lambat daripada IG tinggi.

Pangan lain seperti pisang ambon, kacang merah rebus, nasi sorgum, pisang kepok kukus, nasi merah, dan kacang hijau rebus juga memiliki IG rendah. (Sinta Herian Pawestri)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img