Wednesday, August 10, 2022

Plantemi Plantastis

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Monstera yellow marilyn salah satu jenis tanaman premium, harga mencapai Rp30 juta per daun.(foto : dok. Trubus)

TRUBUS — Bisnis tanaman hias semarak di seluruh dunia. Istri saya mendapat kiriman talas mini merah putih hijau dari Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Menurut katalog daring, harga keladi hias variegata berkisar antara Rp165.000—Rp300.000. Tentu plus ongkos kirim tergantung dari mana membelinya. Boleh dari Bogor, Jawa Barat; atau dari Palu, Sulawesi Tengah. Tanpa berpanjang kata kita semua menjadi plantitos dan plantitas.

Hidup dalam dunia plantemi yang plantastis. Ada kiriman buku tentang tanaman herbal dalam Kitab Suci Al Qur’an. Ada juga artikel tentang tanaman-tanaman obat dalam Kitab Injil. Plantemi pada masa pandemi, ikut marak di seluruh muka bumi. Sementara itu plandemi – tuduhan bahwa wabah sengaja direkayasa (plan + pandemic)—juga pernah viral. Bedanya plandemi menyebarkan ketakutan, sedangkan plantemi membawa suka cita.

Manfaat kesehatan

Bagaimana tidak, aneka tanaman hias menjadi anggota keluarga. Mereka masuk ke dalam rumah, membawa inspirasi, semangat, dan menyehatkan jiwa maupun raga. Dahulu ketika saya masih kecil, kuping gajah adalah keladi hias paling mahal yang bertengger di meja tamu. Anak-anak tidak boleh menyentuhnya. Sekarang Alocasia azlanii berdaun lebar tersebar luas dengan harga Rp8 jutaan.

Tanaman hias varian Malaysia itu berada di urutan ke-8 di antara 9 tanaman hias termahal saat ini. Alocasia satu kelas di atas Monstera deliciosa variegata yang juga berdaun besar, berlubang-lubang dengan warna hijau dan putih. Tujuh lagi yang lebih mahal diduduki oleh keluarga philodendron, anggrek, dan bonsai. Sekadar patokan, bonsai tusam Pinus mercusii klasik di Jepang bisa menembus 100 juta Yen alias Rp13 miliar.

Tanaman dalam ruangan ikut menjaga kesehatan. Mulai dari menyerap polutan sampai mengurangi stres, meningkatkan imunitas, dan kecerdasan. Bahkan, belakangan terbukti melati, lavender, dan gardenia bisa membantu orang yang sulit tidur. Pameran bunga dan kebun internasional di Melbourne, Australia, melansir informasi itu. Lima fungsi lainnya bisa mendongkrak kesehatan mental seperti difungsikan Aloe vera.

Tanaman yang meningkatkan imunitas adalah bunga krisan dan lidah mertua. Sementara itu philodendron dan lemon balm Melissa officinalis membantu manusia mengatasi stres. Jadi, pantaslah kalau philodendron pink princess termasuk jajaran tanaman hias papan atas. Lemon balm sekeluarga dengan daun poko Mint sp., bukan tanaman hias tapi termasuk herbal. Manfaatnya sangat praktis. Daunnya mengatasi peradangan rasa sakit dan mencegah diabetes melitus.

Eka Budianta

Journal of Ethnopharmacology menulis: daun lemon balm memiliki kemampuan untuk mengurangi efek jantung berdebar dan kecemasan. Jadi, kita paham, kalau ibu-ibu suka menyajikan teh dengan daun lemon balm. Resep itu sudah dikembangkan sejak abad ke-14 di gereja Katolik Roma, terutama oleh rohaniwan Karmelit. Kalau beli di sebuah lokapasar, harga benih biji lemon balm Rp10.000 per saset. Harga bibit berkisar Rp45.000—Rp135.000.

Flona di rumah

Bulan Agustus 2021 telah tiba. Pameran flora dan fauna yang biasa digelar di berbagai kota menjadi tidak jelas karena pandemi. Namun, Edy Ryanto di Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, tenang saja. Dia mengutamakan “pasar lokal yang murah meriah. Menyesuaikan masyarakat Wonosobo yang baru mengenal kaktus,” katanya. Dia juga berjualan lewat Instagram. Namun, yang lebih banyak luring, fokus kaktus untuk cendera mata.

Meskipun begitu dia mengakui, “Philo dan jenis Alocasia sedang merangkak naik. Tapi di masa pandemi ini, kaktus tampaknya menjadi pilihan banyak orang. Termasuk kaum milenial,” tutur Edy. Ia lebih menekankan edukasi. Sepotong kaktus opuntia dijual Rp30.000. “Sering kali lebih murah daripada pot gerabahnya,” ceritanya. Nyaris bersamaan, Jarunee teman saya di Bangkok, bilang satu bibit kaktus serupa laku 590 Bath sekitar Rp 250.000.

Edy bilang, “Gak berani jual yang dari Thailand. Harganya bisa ratusan ribu.” Kesimpulannya jelas. Bisnis tanaman hias terus hidup, baik di kota besar maupun di pelosok. Pakar florikultura, Karen Tambayong, sibuk melayani webinar internasional. Ia menjadi juru bicara industri tanaman hias di Asia Tenggara. Dari dia saya mendengar heboh Pandemic versus Plantdemic, menyongsong ekshibisi tanaman hias sedunia di Meksiko, November 2021.

Presentasinya mengupas tuntas bisnis tanaman ornamental dengan spesialisasi ekspor daun-daun foliage yang ditekuninya. “Tanaman dapat menyaring zat racun berbahaya dan membantu membersihkan udara.” Itulah kabar baik yang perlu dikumandangkan. Sekecil apa pun, Anda bisa membuat lingkungan lebih menyenangkan. Seperti dengan keladi variegata merah putih hijau kesayangan istri saya.

Ia mengusahakan agar tanaman hias itu mendapat sinar matahari yang tepat. Lengkap dengan serum tanaman, aneka pupuk yang membuatnya tumbuh indah, dan sehat. Itulah tanda terima kasih dan syukur pada sang Pencipta tanaman hias, yang membuat kita semua menjadi plantitos dan plantitas. ***

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img